October 5, 2005

Definisi Sukses ala WR Mommies

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=577

- Success for me is how many people become better off financially, emotionally and spiritually, because of me. Alasan: karena dalam agama yang mom ini anut, sukses tidaknya seseorang di dunia adalah saat dia meninggal ada 3 hal yang ditinggalkannya yaitu anak yang doanya didengar Tuhan, ilmu yang berguna bagi orang banyak dan harta kekayaan yang berguna bagi orang banyak dan dakwah agama .

- Sukses bagi saya adalah saat saya bisa menaklukkan diri sendiri. Alasan: kontrol diri merupakan awal perjalanan seseorang menghadapi, baik kebahagiaan maupun kesulitan hidup. Sifat sifat manusiawi, misalnya egoisme, pemegahan diri dan godaan seringkali menjadi bumerang. Menaklukkan dan mengontrol diri baik lahiriah maupun batiniah memerlukan perjuangan berat.

- Sukses bagi saya adalah bila saya dapat membesarkan anak menjadi orang yang berguna, sayang Tuhan, keluarga dan sesamanya; dapat membalas budi orang tua dalam arti se luas-luasnya; serta mampu memandang segala sesuatu dari segi positif. Alasan : Mencoba menyumbangkan sesuatu yang berguna untuk generasi penerus dan berusaha menghargai jasa generasi terdahulu. Selain itu, memandang / menerima sesuatu dengan positif masih merupakan sesuatu yang sulit bagi
saya.

- Sukses bagi saya adalah menjadi lebih baik dari kemarin. Alasannya: tiap hari kita melakukan sedikit perbaikan. Awalnya untuk diri sendiri, kemudian keluarga, selanjutnya orang-orang terdsendiri (rumah).

- Sukses bagi saya adalah bila saya dapat mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan pada kita. Alasan: Kebahagiaan tidak akan tercapai bila seseorang kurang bisa bersyukur dengan apa yg sudah didapatkannya. Hal ini namun tidak mengartikan ditoleransinya ” pesimis” untuk untuk semua usaha yang telah dilakukan. Berusaha dan berdoa itu penting dan harus dilakukan. Namun bila kita ingin mendapatkan sesuatu, sudah sewajarnya wajib bersyukur pada Sang Pemberi,walau memang kadang sulit dilakukan.

- Sukses bagi saya adalah mengantarkan suami ke gerbang kesuksesan.Alasan : Dengan peran dan doa seorang istri, kesuksesan suami menjadi lebih bermakna dan otomatis segala kebutuhan anak-anak dapat lebih terjamin.

- Sukses bagi saya adalah jika saya bahagia. Jika saya merasa puas dgn hal-hal yang saya hadapi, puas pada hal-hal yang saya lakukan meskipun mungkin buat orang lain itu hal biasa dan sederhana. Berada di lingkungan yang menyenangkan. Merasa dicintai,disayangi, dimengerti tanpa harus menjadi orang lain, dan sebaliknya, mencintai, menyayangi, dan mengerti orang lain tanpa harus membuat orang merubah kepribadiannya depan saya. Alasannya: Bila saya bahagia maka mungkin saya sukses, ataupun sebaliknya.

- Sukses bagi saya adalah ketika saya mampu mengatasi setiap masalah. Alasan: Sukses identik dengan kemenangan, jika saya kalah maka saya merasa menjadi orang yang gagal, namun jika saya tetap tegar bahkan tetap tersenyum ketika menghadapi masalah maka saya merasa menjadi orang yang sukses.

- Sukses bagi saya adalah jika saya mengerjakan/melakukan sesuatu yang saya suka dan dibayar untuk hal tersebut. Alasan: Mengerjakan dan melakukan sesuatu contohnya : saya suka dekat dan berada tidak jauh dari anak anak, suka sekali mengurusi mereka, memberi semangat mereka , mendengarkan keluh kesah- senang sedihnya mereka, atau pun memberikan perintah- aturan pada mereka hingga menegur / memarahinya. Saya menikmati sekali bila berada di dalam situasi demikian :mendampingi mereka meraih “kemenangan” atau “kekalahan” nya, terlebih bila saya mengetahui bahwa hal itu adalah usaha mereka dan dorongan dari kita. Saya suka sekali mengurus rumah dengan segala isinya, suka sekali berunding dengan asisten rumah tangga untuk membicarakan menu makan esok hari. Dan lebih suka lagi karena aku dibayar tiap bulan oleh suami untuk semua itu. Sukses saya ada di rumah.

- Sukses bagi saya adalah saat saya dapat melakukan apa yang diminati menurut hati nurani terdalam dan melakukannya dengan sukacita serta mengalahkan diri sendiri. Alasannya: sampai sekarang saya masih belum banyak bisa melakukan apa yang menjadi keinginan hati, baru sebagian kecil dan itu saja sudah membuat diri bahagia sekali. Mengalahkan diri sendiri adalah perjuangan yang berat, saya masih terus berusaha keras supaya bisa menaklukak kan diri sendiri.

- Sukses bagi saya merasa selalu sukses disetiap hari-hari yang dilalui. Alasan: Karena hari hari yang dihadapi selalu dianggap sebagai tantangan & perjuangan, baik itu kecil atau besar. Bahagia sekali akan dirasa bila saya mampu melewati setiap hari hari dengan baik, walaupun tentu tidak seluruhnya di setiap hari. (DaI/WRM)

September 13, 2005

Daster, si Baju Yang Nyaman: Pro vs Kontra


http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=554&Itemid=157

Pro-Kontra pemakaian baju daster bagi wanita yang telah berkeluarga mewarnai topik diskusi di milist We R Mommies
beberapa saat yang lalu. Terlepas dari jenis bahan dan kualitas pakaian yang digunakan, hampir semua mommies menyetujui bahwa pakaian rumah berkategori daster adalah perlengkapan badan yang amat nyaman untuk dikenakan. Berikut beberapa pro-kontra yang dapat dirangkum dari jalannya diskusi yang ada.

“YES” Pemakaian Daster di Rumah

- Bila nyaman digunakan, why not?. Terlebih pada saat hamil dan menyusui, daster adalah alternatif pakaian terbaik.
- Dapat menutupi kekurangan bagian tubuh akibat proses melahirkan dan menyusui (baca: kenaikan BB) dengan modelnya
yang longgar dan melebar.
- Bagi muslimah, daster dengan model kaftan sangat praktis karena dapat langsung digunakan keluar rumah.
- Perawatannya tidak rumit dibandingkan daster ala Amerika (yang biasa ditemukan di bagian lingeri/lounge-wear )karena
tidak perlu ‘dry clean’, khususnya pada yang berbahan baku silk/polyster.
- Membuat suasana rumah menjadi hangat karena kenyamanan yang didapatkan dari si pemakai.

Tips bagi moms yang pro:

- Jauhi penggunaan daster ‘lusuh’ sedapat mungkin. Namun bila suami tidak berkeberatan, silakan tetap gunakan
daster ‘lusuh’ kesayangan.
- Gunakan daster yang bermotif menarik, semisal daster produksi dari daerah yogya atau bali yang kaya akan motif.
- Variasikan pemakaian agar tidak menimbulkan kejenuhan. Penggunaan piyama atau kaos-celana selama di rumah adalah
beberapa alternatif yang dapat dipilih.
- Pilih daster yang berlengan pendek dengan panjang hingga lutut Untuk menjauhi kesan ‘ibu-ibu’.
- Gunakan daster bali bertali spaghetti agar nampaklebih trendy dan sexy,
- Pilih daster dengan model bahu setali agar terlihat lebih “menarik” bagi suami.

“NO” Pemakaian Daster di Rumah

- Tidak tega memberikan pemandangan lusuh pada suami,
- Munculnya kesan ‘wanita pemalas’.
- Munculnya kesan ‘tidak rapih’.
- Gerakan menjadi terbatas, ‘ribet’ dan tidak praktis. Terlebih bila sudah memiliki anak.
- Terlihat tidak seksi.
- Munculnya kemungkinan sang suami tidak ‘betah’ berada di rumah karena melihat sang istri dengan daster batiknya
yang ‘kucel’.
- Berat badan tidak terkontrol karena daster selalu dapat menutupi badan yang semakin membesar dengan sempurna.
- Tampak merepotkan pada saat menyusui dengan adanya proses buka-tutup kancing.(DaI/WRM)

August 30, 2005

Kebersamaan Sebelum Tidur: Seberapa Pentingkah?

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=540&Itemid=165

Seberapa penting sih kebersamaan sebelum tidur?. Pertanyaan ini diajukan oleh salah satu members milist We R Mommies yang mengeluhkan kebiasaan sang suami untuk menonton televisi/film hingga tengah malam dibandingkan menemani dirinya pergi tidur. “Saya inginnya adil begitu. Silahkan menikmati televisi/film namun sesekali sang istri ya ditemani di tempat tidur walaupun nantinya hanya diisi dengan membaca buku bersama atau membicarakan sesuatu” ujarnya.

Hal hal yang terlihat sepele tersebut baginya amat berarti “Namun saya sulit sekali menjelaskan pada suami saya tentang hal tersebut walau hasrat terpendam untuk diperlakukan adil tetap ada. Masa iya sih istri kalah dengan televisi?”. Beliaupun menanyakan statement ataupun cara yang tepat untuk mengungkapkan ganjalan pikiran pada kekasihnya “bagaimana kiranya cara yang dapat menggugah suami saya ya?” tulis beliau di postingannya.

Tanggapan para mommies? Silakan telusuri rangkuman tips di bawah ini sebagai hasil diskusi panjang tentang tema terkait.

1. Lihat dan putuskan. Lihat aktivitas yang pasangan lakukan di malam hari, bila hal tersebut penting, biarkan ia beraktivitas namun bila yang dilakukannya hanya berupa ‘fun’, katakan padanya bahwa mommies tak menyukai aktivitas yang dilakukan. Tak ada salahnya menanyakan terlebih dahulu di setiap malamnya apa malam tersebut ia berniat tidur lebih malam atau cepat. Bila jawaban yang muncul akan tidur lebih malam, lebih baik mommies tak perlu menunggunya daripada mommies akan bosan dalam masa penungguan. Pergi tidur lebih cepat adalah pilihan yang terbaik di kondisi ini.

2. Buat kesepakatan. Mommies harus sedapat mungkin membuat kesepakatan dengan pasangan agar menentukan frekuensi malam malam yang digunakan untuk melakukan aktivitas bersama. Sedikit kuantitas namun rutin dan disiplin dilakukan akan lebih baik dari pada timbulnya aktivitas dadakan yang tak jelas kelanjutannya. Perhatikan pula pilihan kalimat dalam menyampaikan hal ini pada suami, juga sesuaikan dengan karakter pasangan mommies. Inti yang dapat disampaikan kurang lebih adalah seorang istri tidak hanya cukup diberikan nafkah lahir, namun nafkah batin mommies pun hendaknya diperhatikan pula.

3. Minta bantuan si kecil. Si Kecil juga dapat dijadikan senjata bagi para suami yang selalu ’sibuk’ dengan urusannya
sendiri. “Tolong panggil papa nak supaya bisa main dengan dinda”, kesan pertama yang muncul memang seperti ‘memanipulasi’ anak, namun gunakan dengan cara yang lembut dan menyenangkan.

4. Minta waktu sedikit saat ia beraktivitas. Bila ada suatu hal yang penting ingin dibicarakan, tak ada salahnya mommies meminta waktu untuk berbicara. Bila pasangan sedang sibuk, tunggui saja di ruang kerjanya agar ia menyadari keberadaan mommies.

5. Sempatkan bicara walau minimal kuantitasnya. Bila mommies belum juga tidur saat pasangan pergi ke peraduan, sempatkan bicarakan sesuatu walau sedikit. Beri kesan padanya bahwa mommies menyenangi pembicaraan sebelum tidur.Pembicaraan menyenangkan tentang anak biasanya disukai oleh para suami yang menyayangi si kecil. Maka usahakan jaga kualitas pembicaraan ini.

6. Main bersama si kecil. Membiasakan bermain bersama si kecil sebelum tidur mungkin dapat menjadi trik ampuh yang dilakukan agar sang ayah juga menikmati kebersamaan di tempat tidur. Selain itu mommies harus sering mengingatkan
pada pasangan bahwa sang anak butuh waktu kebersamaan dengan ayahnya, dan hal itu tepat sekali dilakukan sebelum si kecil tidur, terlebih bila sang ayah teramat sibuk. Bila pasangan bersedia menemani si kecilnya, otomatis mommies pun dapat menikmati kebersamaan dengannya bukan?.

7. Letakkan televisi di kamar tidur. Pasangan yang tidak bisa dijauhkan dari kebiasaan menonton televisi di malam hari
mungkin harus disiasati dengan meletakkan televisi di dalam kamar tidur. Selain tidak merugikan sang pasangan yang tetap dapat mengikuti siaran kesayangannya, mommies pun dapat mendapatkan keuntungan dengan ditemani di tempat tidur. Di sela aktivitas menonton televisi ini bukan tidak mungkin mommies juga dapat melakukan diskusi ringan dengannya.

8. Berdiskusi dengan baik. Katakan pada pasangan bahwa mommies berkeberatan bila ia melakukannya tujuh hari dalam seminggu. Namun sampaikan pula padanya bahwa mommies tidak berkeberatan bila aktivitas tidur malam dilakukan asalkan ada pula waktu waktu bersama di malam hari yang mommies dan ia gunakan. Juga berikan kesadaran padanya tentang pengaruh kesehatan di masa mendatang bila kebiasaan tidur malam tersebut selalu dan rutin dilakukan.

9. Memilih alternatif waktu lain untuk kebersamaan. Hal ini merupakan pilihan terakhir yang dilakukan bila kebersamaan sebelum tidur sama sekali sulit diwujudkan. Mengobrol dan berdiskusi saat berkendaraan bersama, pembicaraan pagi hari saat baru bangun tidur ataupun sebelum memulai aktivitas di luar rumah, berbicara saat sarapan pagi dll adalah beberapa pilihan yang dapat dilakukan.(DaI/WRM)