February 21, 2006

Masalah di Masa Pemberian ASI: Diet dan BB Yang Meningkat!

Filed under: Summary: Health

Berat badan yang “tak balik modal” setelah melahirkan ataupun BB yang makin meningkat setelah melahirkan biasanya merupakan beberapa masalah yang dimiliki wanita setelah si kecil lahir ke dunia. Diet, baik melalui pengkonsumsian jenis pil pil tertentu, produk herbal atau bahkan radikal membatasi asupan makanan sehari hari kadang pun menjadi pilihan agar “si langsing” kembali dimiliki. Namun, tepatkah langkah diet yang dilakukan? Berpengaruhkah produk diet bagi kualitas dan kuantitas ASI ibu?. Rangkuman kali ini membahas tentang permasalahan tersebut. Silakan simak tema tersebut di bawah ini.

Bolehkah ibu melakukan diet untuk menurunkan berat badan pada masa menyusui?

Tindakan diet radikal saat masa menyusui sama sekali tidak dianjurkan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Strode et al (1986), di kondisi ekstrim asupan kalori yang kurang dari 1500-1700 kcal per hari maka volume ASI yang diproduksi dapat berkurang sebesar 15% dari produksi normal. Tak heran, anjuran “reduktionsdiaet” sama sekali tidak dianjurkan pada masa ibu memberikan ASI pada buah hatinya.

Bagi ibu yang overweight, adakah komposisi zat tertentu yang berbeda dibandingkan ibu yang memiliki BB normal?

Sayangnya sampai sekarang hampir dapat dikatakan belum banyak dilakukan studi yang meneliti khusus tentang perubahan komposisi ASI pada busui yang memiliki masalah overweight. Hanya terdapat sedikit informasi yang menyatakan bahwa ASI dari busui yang kelebihan BB memiliki kadar lemak yang tinggi (Prentice 1994).

Dalam kondisi busui yang overweight, dapatkah tindakan diet dilakukan?

Tindakah diet tetap tidak dapat ditolerir!. Simpulan dari studi Mackey et al (1998) menganjurkan bahwa busui jangan sampai melakukan diet (apalagi yang bertujuan untuk mereduksi BB) “tanpa” melalui konsultasi profesional dengan ahlinya. Hal tersebut membahayakan karena akan memperbesar bahaya terjadinya under supply beberapa mikronutrisi yang ada di ASI.

Bagi ibu yang memiliki masalah malnutrisi, berubah pulakah komposisi zat zat yang terdapat di ASI?

Di beberapa publikasi ilmiah memang disinggung adanya keterkaitan antara kondisi busui yang malnourished dengan asupan kalorinya yang juga amat buruk dengan kuantitas dan kualitas ASI. Selain volume ASI yang berkurang, ada juga perubahan konsentrasi zat imun tubuh, beberapa vitamin yang larut dalam air/lemak dan mineral
(selenium, iodium).

Bisa diberikan contoh realnya?

Sebagai contoh, busui yang melakukan tabu konsumsi susu dan produk daging dagingan dalam waktu yang cukup lama biasanya memiliki konsentrasi kandungan vitamin B12 yang rendah dalam ASInya. Demikian juga bila asupan sayur-sayuran dan buah-buahan yang tidak cukup akan berpengaruh terhadap konsentrasi vitamin C nya (Bates et al 1982).

Katanya kan menyusui dapat menurunkan BB, tapi kok banyak juga yang merasakan “resep” itu tidak berlaku ya?

Bila boleh sedikit menyinggung hubungan pemberian ASI dan BB, dari penelitian penelitian yang mengkaji tentang fisiologi penurunan BB busui semisal dari Butte dan Hopkinson (1998) yang dimuat dalam J Nutr 128, memang disimpulkan bahwa busui dapat turun BB nya di 4-6 bulan pertama masa menyusui sekitar 0,6-0.8 kg BB per bulannya: kemudian pemberian ASI setelah masa masa tersebut juga memberikan hasil penurunan BB tapi minimal.

Namun keberhasilan penurunan BB ini ternyata banyak faktor yang mempengaruhinya, tak hanya sekedar memberikan ASI. Di sana terdapat pengaruh manajemen laktasi yang tepat, modus menyusui yang benar, pengaturan asupan kalori perhari sesuai dengan anjuran bagi busui, aktivitas tubuh yang memadai, penambahan BB saat hamil yang ideal (sesuai dengan BMI yang dimiliki) dan banyak faktor lainnya.

Jadi, kenapa kok banyak sekali busui yang tidak bisa mencapai BB sebelum hamil?

Kalau boleh sedikit cerita, memang banyak wanita (khususnya di negara industri) tidak dapat meraih BB sebelum hamilnya akibat terlalu besarnya asupan kalori harian saat masa menyusui, ditambah dengan aktivitas tubuh yang rendah (Winvkist dan Rasmussen 1999).

Tapi walaupun tidak dapat meraih BB sebelum hamil,bila dibandingkan dengan para ibu yang tidak memberikan ASI (dengan kondisi asupan kalori tinggi, aktivitas tubuh rendah), mereka tetap menunjukkan penurunan BB dibandingkan kelompok kedua tadi
(Kramer et al 1993).

Simpulannya apa ya agar BB busui dapat kembali ke BB sebelum melahirkan?

Seperti yang telah disampaikan di atas, agar busui

February 3, 2006

Produksi ASI Menurun, Puting Susu Lecet

Filed under: Summary: Health

ASI mommies semakin sedikit kuantitasnya? Proses pemompaan ASI tidak memberikan hasil yang optimal?. Bila permasalahan tersebut sedang mommies hadapi, simak rangkuman diskusi di milist We R Mommies Indonesia tentang tema terkait. Selamat menyimak ya!.

Mengapa ASI saya jumlahnya tetap sedikit walau telah dipompa? Haruskan dihentikan upaya pemompaan ASI tersebut?

Salah satu mom di milist wrm-indonesia menyarankan agar upaya pemompaan tetap dilakukan. Namun jangan lupa untuk tetap melatih si kecil untuk menyusui langsung dari areola sang ibu. Kegiatan menyusui itu hendaknya tetap diteruskan walau ASI yang keluar dinilai sedikit “makin disedot, makin banyak ASI yang akan diproduksi!”.

Apa yang harus dilakukan agar ASI dapat berlimpah?

Selain si kecil harus sering menyusu, usahakan busui mengkonsumsi minum air putih sebanyak mungkin dan susu untuk menyusui, demikian pendapat mom ini. ” Dulu saya diberikan vitamin penambah air susu dari dokter, kalau tidak salah MOLOCO” tulis mom tersebut. Beliau menilai efek vitamin tersebut amat terasa dengan terbuktinya kuantitas produksi ASI dirinya yang makin melimpah.

Mom yang lain berpendapat bahwa hal yang terpenting harus dilakukan agar produksi ASI meningkat tak lain meningkatkan frekuensi breastfeeding-nya disertai dengan penanaman keyakinan bahwa sang ibu pasti dapat menghasilkan ASI yang mencukupi kebutuhan si kecil.

Benarkah saya harus minum cairan yang banyak agar ASI saya berlimpah?

Sebenarnya busui tidak memerlukan intake cairan yang sangat banyak. Yang terpenting diperhatikan adalah terpenuhinya asupan kebutuhan cairan per harinya. Wanita usia reproduksi biaasa membutuhkan liquid sekitar 2,25 l, ibu hamil 2.35 l dan busui kurang lebih 2,7 l. Bila busui mengkonsumsi cairan lebih dari batas kebutuhan tubuh (ca. 2,7 l tsb), biasanya tak akan banyak berpengaruh terhadap kuantitas produksi ASI yang dihasilkan (hasil dari beberapa penelitian ilmiah).

Adakah jenis jenis makanan tertentu yang dapat meningkatkan kuantitas produksi ASI?

Menurut mom ini, jenis jenis makanan atau bantuan supplementasi yang katanya akan mempengaruhi produksi ASI, entah benar atau tidak, namun yang saya tahu, efek langsung laktogenik beberapa makanan terentu tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah hingga saat ini.

Berapa sih jumlah asupan kalori yang diharapkan dikonsumsi oleh bumil?

Yang terpenting, usahakan mom memenuhi asupan kalori yang dibutuhkan. Busui membutuhkan kalori yang lebih tinggi dibandingkan ibu yang hamil. Bila seorang bumil membutuhkan ca 2350 kcal perhari, nah busui sendiri memerlukan 2700 kcal per hari agar asupan energinya tercukupi.

Itupun dari 2700 kcal, 200 kcal nya sudah tersedia dalam bentuk fat deposit wanita saat ia menjalankan kehamilannya. Karenanya, asupan energi yang harus dikonsumsi hanya sekitar 2500 kcal. Sebagai pembanding, kebutuhan wanita usia reproduksi sekitar 2100 kcal, jadi pertambahan kalori sebenarnya dari pola makan normal sebelum hamil dan menyusui ya jatuhnya hanya 400 kcal saja per hari. Asupan energi harus diusahakan tercapai agar kondisi yang optimal untuk produksi ASI dapat tercapai.

Boleh tidak sih melakukan diet saat hamil?

Tidak boleh!!. Jangan membatasi makan yang “sangat” juga saat masa menyusui. Walau asupan tidak begitu banyak mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI, namun dalam
kondisi ekstrim seperti asupan < 1700 kcal, maka kuantitas ASI akan berkurang 15%. Jadi jangan berusaha menjaga berat badan dengan alasan diet ya mommies saat menyusui.

Kalau puting susu saya lecet, apa yang harus saya lakukan?

Mom ini berpendapat, pemberian minyak kelapa asli amat bermanfaat. Pembaluran dilakukan saat si kecil tidak menyusu. Bila si kecil akan menyusui, puting dibersihkan dengan kasa yang telah dibasahi oleh air hangat. Beliau juga menganjurkan untuk menggunakan produk VCO dalam mengatasi masakah puting susu lecet.

Faktor apa juga yang berpengaruh terhadap sukses menyusui?

Munculkan kegembiraan dalam diri busui, karena bila sang ibu stress, si kecil juga akan merasakan. Terlebih dengan kepesimisan bahwa ASI yang dipompa atau diproduksi hanya akan memberikan hasil minimal. Hal tersebut juga akan mengakibatkan produksi ASI akan menurun dan si kecil juga tidak bersemangat untuk menyusu pada ibu. Kondisikan pula agar faktor-faktor eksternal mendukung pilihan menyusui si kecil!. (DaI/WRM)

January 13, 2006

Haruskah Mengkonsumsi Makanan Berkuantitas Tinggi Saat Berbadan Dua?

Filed under: Summary: Health

“Wah kok makannya banyak banget sih?..lapar ya?”

“Ngga juga sih, cuma aku kan lagi hamil, jadi ya makan buat dua orang dong. Lagi juga kan bagus buat si kecil kalo nutrisi yang diterima makin banyak!”

“Udah berapa kg sih nambahnya?”

“Ah baru 8 kg kok..masih punya jatah naik 2-3 kg nih satu bulan ke depan. kan wajar banget lho kalau hamil tua gini laper mulu!

Makin banyak makan, nanti si kecil jadi makin cukup deh kebutuhan makan saat di di rahim.”

“Oh gitu yah (?!?)..tapi kalo aku hamil nanti mendingan diet aja deh. Takutnya nanti malah BB ngga balik modal sehabis melahirkan!”

Percakapan demikian pasti sering mommies amati, khususnya di kalangan ibu hamil (bumil). Opini yang berkembang di masyarakat dengan pemakluman bahwa seorang bumil harus mengkonsumsi makanan dengan kuantitas lebih berdasarkan acuan bahwa ia harus makan untuk dua orang bukanlah hal yang aneh kita temui.

Demikian halnya dengan patokan pertambahan berat badan (BB) terntentu yang harus diraih dan kadang membawa situasi “stress” ataupun “toleransi” tertentu atas BB yang ada dan harus diraih oleh seorang bumil.

Namun benarkah harus selalu demikian? Seperti apakah kebutuhan nutrisi seorang wanita saat menjalani kehamilannya?. Bagaimanakah pengaruh status nutrisi seorang bumil dengan si kecil yang dikandungnya?

Teori Fetal Programming

Salah satu teori yang menjelaskan pengaruh status nutrisi seorang ibu hamil pada janin yang dikandungnya adalah teori yang dikenal dengan nama “Fetal Programming”. Menurut teori tersebut, seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi/malnutrisi akan menyebabkan fetus yang dikandungnya mendapat asupan makanan yang kurang dalam pertumbuhannya. Hal itu mungkin akan memacu timbulnya penyakit kronis yang si kecil derita di masa depan.

Penyakit penyakit seperti jantung koroner, hipertensi, kolesterol, gangguan toleransi glukosa dan diabetes biasa ditemui dari para bayi yang dilahirkan oleh para ibu yang mengalami masalah malnutrisi pada masa kehamilan. Dari penelitian penelitian tema serupa, disimpulkan bahwa peran status gizi seorang bumil terhadap si kecil yang dikandungnya amat penting. Karenanya lupakan keinginan untuk diet demi tetap langsingnya tubuh saat hamil karena jangan jangan tindakan itu malah membahayakan masa depan si kecil!.

Perubahan Fisiologi dan BB Selama Kehamilan

Saat seorang wanita menjalani masa kehamilan, basal metabolisme tubuh akan semakin meningkat. Bersamaan dengan itu terjadi pula mekanisme adaptasi dalam tubuhnya. Penambahan berat badan di masa akhir kehamilan biasanya disebabkan karena pertumbuhan fetus (ca. 3 kg), pertumbuhan di tubuh ibu yang meliputi uterus, plasenta, air ketuban, air dan darah (ca. 4 kg) dan persediaan lemak (ca. 3kg). Tak heran, seorang bumil akan memiliki berat badan yang lebih dibanding saat ia tak mengandung. Penambahan BB adalah hal yang mutlak!.

Berbeda dari anjuran penambahan BB kehamilan di era 70-80′an, penambahan BB yang direkomendasikan saat seorang ibu mengandung saat ini biasanya berpatokan pada Body Mass Index (BMI) yang ibu miliki sebelum mengandung. Semakin rendah BMI yang ibu miliki sebelum masa konsepsi, semakin tinggi kuantitas pertambahan BB yang diharapkan. Wanita dengan BMI < 20 dianjurkan untuk menambah BB selama kehamilan sebanyak 12,5 - 18 kg. Wanita yang BMI sebelum hamilnya normal (20,0-26,0) idealnya bertambah BB saat hamil sekitar 11,5-16 kg.Sebaliknya, seorang wanita yang terkategori obesitas hanya dianjurkan untuk mengalami penambahan BB tak lebih dari 6 kg hingga masa akhir kehamilannya! (Abrams et al 2000).

Kebutuhan Energi dan Protein

Kondisi kehamilan memang akan menyebabkan kebutuhan energi dan protein yang bertambah. Namun hal tersebut bukan berarti mentolerir seorang bumil dapat makan sebanyak banyaknya dengan alasan “makan untuk dua orang”. Penambahan energi yang direkomendasikan hingga masa akhir kehamilan berdasarkan hasil penelitian terbaru di bidang maternal tak lainnya hanya sebesar 85.000 kcal. Kcal sebesar 85 ribu ini pun telah mencakup energi yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, supply energi untuk jaringan baru, simpanan dalam bentuk lemak serta 10% energi yang hilang untuk metabolisme tubuh.

Dengan memperhitungkan masa kehamilan yang hanya 280 hari, rata rata penambahan kalori yang sebenarnya dibutuhkan oleh bumil hanya sebesar 300 kcal (85.000/280). Jumlah ekstra kalori tersebut tak lebih dari pengkonsumsian sebuah joghurt 250-300 gr dengan kadar lemak 3,5%!. Itupun sebenarnya ekstra kalori benar benar dibutuhkan khususnya sejak 5 bulan kehamilan.

Penambahan kebutuhan protein sebenarnya hanya sebesar 0,9-1,0 gr per kg BB per hari. Meningkatkan konsumsi sumber protein sebanyak mungkin dengan alasan “hamil” juga sebenarnya bukan merupakan tindakan bijaksana. Jumlah protein yang ditambah sendiri biasanya hanya dianjurkan bila asupan energi juga cukup. Bila kondisi tersebut tidak dipenuhi, asam amino akan digunakan terlebih dahulu untuk produksi energi.

Kebutuhan Mikronutrisi: Asam Folat dan Vitamin A

Tambahan asupan mikronutrisi juga dibutuhkan selama masa kehamilan. Asam folat, Vitamin A, Sodium, Kalsium, Magnesium, Besi, Yodium adalah beberapa mikronutrisi yang penting dicatat di masa ini.

Asam folat amat dibutuhkan saat terjadinya penambahan jumlah sel di masa awal kehamilan. Kekurangan asam folat biasanya akan dikaitkan dengan tingginya risiko si bayi mengalami “neural tube defects”, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan lahir prematur.

Vitamin A dalam bentuk retinol berkontribusi terhadap kualitas pengelihatan si kecil. Pada daerah dengan masalah defisiensi vitamin A, transfer aktif vitamin A ke fetus akan tetap terjadi walau sang ibu memiliki serum-vitamin A yang rendah dalam darahnya. Bahkan di tri semester tiga kehamilan, fetus akan mulai menimbun vitamin A dalam organ hatinya.

Kolostrum yang ibu produksi setelah melahirkan si kecil merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin A. Namun perlu diperhatikan bahwa seorang ibu yang mengalami defisiensi vitamin A tidak akan memiliki kuantitas transfer vitamin A yang cukup melalui plasenta dan ASI.

Ibu menyusui yang berada di daerah endemik defisiensi vitamin A harus mendapatkan supplementasi vitamin A (200.000 IU) selama masa 8 minggu pertama setelah melahirkan. Supplementasi vitamin A ini tidak boleh dilakukan saat si ibu hamil mengingat adanya efek teratogenik yang diamati pada pemberian dosis tinggi vitamin A pada masa kehamilan.

Kebutuhan Sodium, Kalsium, Magnesium

Pengkonsumsian sodium dan kalsium dengan jumlah “sedang” juga diperlukan. Kalsium berperan penting dalam mekanisme pengaturan selama masa kehamilan dan menyusui. Ia juga akan meningkatkan absorbsi intestinal yang terjadi. Biasanya, setelah masa 6-12 bulan sang ibu melewati masa menyusui, depot kalsium di tubuhnya akan kembali terisi. Seorang bumil yang mengkonsumsi kalsium minimal 1000 mg Ca/hari akan kecil memiliki risiko terkena PIH (Pregnancy Induced Hypertension).

Kekurangan magnesium biasanya dialami oleh 5-30% bumil dengan ditandai adanya keluhan kram (Nocturnal Systremma). Suplementasi secara oral dari mikronutrisi ini terbukti akan mengurangi keluhan kram pada ibu yang sedang mengandung.

Kebutuhan Besi dan Iodium

Besi juga merupakan mikronutrisi yang amat diperlukan dalam masa kehamilan. Anemia saat kehamilan biasanya akan mempertinggi risiko terjadinya BBLR pada bayi, tingginya insidens kelahiran prematur dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian pada ibu saat melahirkan. Perlu diingat, anemia tidak selalu disebabkan karena kekurangan besi dalam darah. Kebanyakan wanita menderita anemia yang disebabkan oleh kombinasi kekurangan besi, asam folat, vitamin B12 dan vitamin A.

Kekurangan iodium saat masa kehamilan sedapat mungkin harus dihindari. Seorang bumil idealnya harus memiliki persediaan iodium yang mencukupi agar transfer iodium ke fetus yang dikandungnya dapat mencukupi. Asupan iodium yang kurang dalam kehamilan dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan otak fetus, BBLR, kretin dan kongenital yang abnormal. Mengingat pentingnya fungsi iodium dalam masa ini, bumil dianjurkan untuk mengkonsumsi produk produk fortifikasi iodium seperti garam ber-iodium dan minyak ber-iodium.

Kebutuhan Kalori: Haruskah Selalu Tinggi?

Kebutuhan penambahan energi pada kondisi hamil amat variatif antar satu bumil dengan yang lainnya. Seorang ibu hamil yang status nutrisi nya sudah baik atau bahkan overweight tidak perlu meningkatkan asupan energi yang biasa dikonsumsi. Yang diperlukan dalam kondisi ini adalah konsumsi makanan yang variatif, terutama yang mengandung besi dan mikronutrisi yang diperlukan selama masa kehamilannya. Buah buahan, sayur mayur, daging, ikan dan produk turunan dari susu adalah beberapa sumber makanan yang dianjurkan untuk disantap.

Berbeda dengan remaja yang kebetulan mengandung, kebutuhan energi yang harus dicukupi akan tinggi karenanya asupan makanannya pun harus ditingkatkan. Hal itu perlu dilakukan karena di kondisi tersebut sang bumil “remaja” masih memerlukan zat zat makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayinya dan dirinya sendiri.

Konsumsi Kafein, Alkohol dan Nikotin

Tabukah mengkonsumsi kopi selama hamil? Sebenarnya tidak, walaupun akan lebih bijak bila konsumsi kafein “diliburkan” selama masa kehamilan. Kopi tetap dapat dikonsumsi dengan jumlah tertentu. Minum 2-3 cangkir kopi per hari biasanya masih ditoleransi karena dari hasil penelitian terkait, belum ada efek negatif yang ditunjukkan. Sebaliknya, meminum kopi lebih dari 6 cangkir sehari harus dihindari mengingat asupan kofein yang+ tinggi akan memperbesar pengaruh rendahnya BB bayi saat dilahirkan.

Alkohol memang merupakan pantangan selama masa hamil. Dengan efek negatif pada janin yang nantinya dapat menimbulkan kerusakan syaraf, alkohol memang merupakan barang yang tabu untuk dikonsumsi. Dari penelitian tema terkait terbukti alkohol dapat menyebabkan terjadinya fetal alcohol syndrome pada bayi yang dilahirkan.

Bagaimana halnya dengan rokok? Serupa dengan alkohol, rokok juga merupakan barang tabu bagi seorang bumil. Merokok saat mengandung si kecil biasanya akan berhubungan dengan tingginya risiko terjadinya aborsi, kelahiran prematur serta penyakit fatal yang timbul pada si kecil seperti penyakit pernafasan dan asma.

Pola Konsumsi Makanan Yang Dianjurkan Pada Bumil

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, pola konsumsi makanan yang dianjurkan pada ibu hamil adalah diet makanan yang seimbang dengan kandungan protein dan mikronutrisi berkualitas tinggi serta energi yang cukup. Penambahan energi yang tinggi sendiri baru diperlukan pada tri semester ketiga kehamilan.

Karenanya, tak perlu mommies mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang besar besaran atau selalu “ngemil” saat masa kehamilan. Yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh tak lain kualitas makanan yang variatif. Pun ada penambahan asupan energi di tiga bulan akhir masa kehamilan, “ekstra” yang diperlukan tak lain hanya tambahan kalori setara dengan 250-300 gr yoghurt setiap harinya!. (@DaI)

Foto http://corbis.com

Mikronutrisi, Kekebalan Tubuh dan Infeksi

Filed under: Summary: Health

Adakah keterkaitan antara infeksi dan mikronutrisi?

Hingga kini, hanya ada bukti ilmiah yang membuktikan adanya hubungan vitamin A, Zinc dan Iron dengan infeksi. Hal tersebut akan lebih teramati pada kondisi “poor”.

Dimana ditemukan sumber vitamin A?

Vitamin A ditemukan dalam bentuk preformed vitamin (retinol) di sumber makanan hewani serta provitamin (beta-carotine)di sayuran dan buah-buahan. Contoh makanannya sendiri: hati, fish liver oils, susu, produk turunan susu, butter, telur dll.

Apa yang terjadi di tubuh kita dalam kondisi defisiensi vitamin A?

Bila terjadi kondisi defisiensi atau kekurangan vitamin A, maka diantaranya dapat menyebabkan “impaired defence” di permukaan epithelial yang disebabkan oleh rusaknya struktur epitel. Selain itu juga terjadi perubahan mucous, diminished sekretasi dari IgA dan juga akan “diminished” fungsi dari neutrophils, makrofagus dan natural killer cells. Kondisi defisiensi juga akan merubah B dan T-Cell proliferation an function, khususnya Th2-dependent antibodi-mediated responses.

Adakah bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan atara defisiensi vitamin A dengan timbulnya beberapa penyakit infeksi dan mortalitas?

Dari studi cross sectional dan longitudinal dicatat jelas adanya hubungan antara defisiensi vitamin A dengan peningkatan kasus diarrhoea dan respiratory infections serta meningkatkan angka mortalitas pada anak-anak (Sommer et al.).

Pada wanita diamati bahwa kekurangan vitamin A akan berasosiasi dengan meningkatnya risiko urinary atau reproductive tract infections dan diarrhoea (Christian et al). Konsentrasi serum vitamin A yang rendah juga diindikasikan dengan meningkatnya risiko vertical transmission HIV di studi prospective cohort (Shey et.al 2002).

Kalau keterkaitan konsumsi vitamin C dosis tinggi dengan sistem imun bagaimana?

Nah kalau keterkaitan konsumsi vitamin C dosis tinggi dengan sistem imun, menurut salah satu narasumber sih belum ada bukti statistik jelas yang menerangkan keterkaitannya dengan mekanismenya (minimal hingga saat ini). Jadi penjelasan lebih lanjut belum bisa disampaikan, tapi baru bukti empiris vitamin A nya saja yang dapat disampaikan.

Lho jadinya tidak ada pengaruh konsumsi vitamin C dengan infeksi, sistem imun begitu?

Sebenarnya vitamin C juga didokumentasikan terhadap perubahan fungsi imun. Seberapa jauh ? Nah kalau menurut narasumber dari universitas Tuebingen, mekanismenya dan sejauh mana, belum jelas diketahui.

Kalau fungsi Zinc sendiri terhadap imunitas tubuh bagaimana?

Zinc ini merupakan komponen terbesar dari metalloenzymes. Ia juga memiliki peran penting dalam pembentukan dan aktivasi dari T-Lympocytes.

Sumber makanan yang kaya akan zinc contohnya apa saja ya?

Beberapa sumber zinc yang bisa disebut adalah red meat dan poultry, beans, kacang2an, certain seafoods, whole grain dll. Namun perlu diperhatikan, absorbsi Zinc akan lebih besar dari sumber hewani dibanding yang nabati.

Adakah keterkaitan defisiensi zinc dan defisiensi vitamin A?

Ya, defisiensi Zinc dan Vitamin A biasanya saling terkait.

Bila ada program supplementasi Zinc pada anak anak (khususnya di negara berkembang), perbaikan apa yang dapat diamati?

Supplementasi zinc pada anak anak di negara berkembang biasanya akan berhubungan dengan makin membaiknya in stunted growth, kenaikan berat badan pada underweight children, reduksi kasus diare dan pneumonia. Zinc juga berperan dalam menurunkan the duration of colds pada orang dewasa (Mossad et al 1996). Dan “katanya” juga mungkin punya peran penting dalam prevensi malaria, walau datanya masih inkonsisten.

Kalau tentang suntik vitamin C?

Wah belum bisa menjawab, karena belum banyak informasi valid yang beredar.

Kalau mengkonsumsi iron, memang dapat terkena diare?

Kejadiannya diare pada suplementasi iron sebenarnya “a small but significant increase in the risk of developing diarrhoea” biasanya dihubungkan dengan adanya program pemberian supplementasi iron, khususnya di daerah endemik malaria (Sachdev et al.2002). Professor itu menggaris bawahi “daerah endemik malaria” karena umumnya data penelitian terkait berasal dari daerah-daerah yang endemik malaria.

Lho bukankah bila kita terlalu banyak mengkonsumsi iron pup-nya dapat menjadi keras?

Tentang kaitan konstipasi dan pemberian supplemen besi, memang benar adanya. Namun kejadian diare dan gangguan gastrointestinal lain biasanya juga bersamaan muncul di kalangan populasi yang diteliti (coba masukan kata kunci iron supplementation constipation diarrhoea di google scholar maka nantinya akan dimunculkan beberapa penelitian terkait). Jadi sebenarnya tak hanya efek konstipasi yang muncul dalam pemberian supplementasi besi, namun gangguan gastrointestinal lain juga dapat muncul.

Berkaitan dengan suplementasi besi, “katanya” ada data yang “conflicting” ya?

Ya benar, karena di satu sisi suplementasi memberikan keuntungan tapi juga ditemukan adanya “harmful effects” nya. Hal tersebut lebih jelas teramati pada daerah yang terkategori endemik malaria.

Review sistematik terbaru (2002) hanya menyimpulkan bahwa suplementasi iron tidak memiliki efek membahayakan “on the overall incidence of infectious diseases in children, but there’s a small but significant increases in the risk of developing diarrhoea (Sachdev et al.2002)”.

Tentang review yang baru saja disebutkan, dapat diceritakan lebih lanjut?

Sebenarnya masih ada pertanyaan yang belum terjawab dan memunculkan issue baru. Contohnya, risiko tinggi terhadap diare dari supplementasi iron sebenarnya disebabkan oleh infeksi gastrointestinal atau oleh konsekuensi irritant effect dari iron on the gut motility, ini juga belum terjelaskan.

Juga belum dapat dijelaskan efek dari “effect of dose” pada insidens dari infeksi. Namun “katanya” untuk diare, pada anak anak yang mendapatkan makanan fortifikasi (dibandingkan dengan yang mendapatkan “medicinal iron”), kemungkinan adanya “dose related effect” dapat teramati.

Karenanya kebijakan fortifikasi dengan dosis rendah iron secara teori dianggap sebagai intervensi public health yang teraman.

Adakah efek buruk supplementasi besi (khususnya yang berlebihan) pada tubuh?

Supplementasi besi, apalagi yang berlebihan, sebenarnya dapat meningkatkan produksi “free radical” dalam tubuh, dan ini akan menimbulkan efek berbahaya terhadap imunitas tubuh (khususnya bagi golongan yang termasuk high risk). Sulitnya, pertahanan terhadap free radikal ini “are compromised in the most” di kasus defisiensi iron dan malnutrisi.

Sehingga salah satu kebijakan penanganan kasus pada anak anak yang malnutrisi parah (kwashiorkor dan marasmus), di awal treatmentnya mereka tidak boleh diberikan iron hingga selera makannya muncul. (DaI/WRM)

Mengapa Timbul Gerakan Anti Dental Flouride?

Filed under: Summary: Health

(atau Dagelan Srimulat?)
oleh: Maria Julia van Tiel

Pada bulan Juli 2002 Menteri Kesehatan Belgia Magda Aelvoet melarang penjualan preparat dental fluoride baik dalam bentuk

tablet,drop, kunyah/chewing maupun yang terdapat dalam pasta gigi sekalipun. Inilah awal dari keributan yang memunculkan

gerakan anti dental fluorida.

“Lho, dilarang oleh menteri kesehatan kok malah ada gerakan anti fluor?” begitu tanya Cak Ben keheranan. Walau Belgia
adalah satu-satunya negara di dunia ini yang melarang penjualan preparat dental fluoride, namun gelombang anti justru
datang dari hampir di seluruh belahan dunia. Anehnya, mengapa tidak ada satu pemerintah pun selain Belgia yang turut mem-ban

dental fluorida?. Pelarangan ini juga membuat banyak dokter gigi di Belgia dan berbagai negara tetangga terheran-heran.

Apalagi pelarangan ini diikuti dengan penjelasan menteri bahwa fluor adalah preparat yang berbahaya. Jelas, keputusan

Menteri yang didukung oleh dua institute de Hoge Gezondheidsraad en de Nationale Raad voor de Voedselveiligheid dituding

sebagai keputusan tanpa dasar ilmiah. Sebab selama ini preparat fluorida dikenal sebagai metode preventive dental caries

yang sangat ampuh. Ia akan membentuk fluor apetit di email gigi yang sangat tahan asam dan mencegah terjadinya lubang gigi.

Keampuhannya sudah banyak terbukti baik dalam penelitian eksperimen maupun eks post facto di kelompok masyarakat yang

memiliki sumber air minum alam cukup fluor.

Berita pelarangan tersebut dapat dibaca dalam laporan surat kabar berbahasa Belanda dalam URL ini:
http://krant.telegraaf.nl/krant/archief/20020731/teksten/bui.fluor.volksgezondheid.html
http://home.hccnet.nl/g.d.vos/art-fluoride.htm

Ternyata pelarangan menteri kesehatan belgia Magda Aelvoet ini tidak hanya di lingkup negaranya saja, ia pun maju pula ke

Europa Parlement agar semua negara negara yang tergabung dalam Uni Europa menarik berbagai preparat dental fluoride dari

pasaran. Dengan majunya Menteri Aelvoet ke tingkat Europa Parlemen, maka gegap gempita keributan itu menjalar ke seluruh

negara negara eropa.

Tak heran, bermunculan berbagai website yang menjelaskan bahaya Fluoride dan menjelaskan apa sebenarnya kegunaan fluor.

Mulai penggunaan dalam bahan pestisida hingga bom atom. Mulai dari berefek gigi keropos, tulang keropos, sampai menyebabkan
sakit jantung, kanker, kerusakan otak, buta, gangguan imun respon dari tubuh, menyebabkan rendahnya ketahanan tubuh terhadap

berbagai serangan penyakit termasuk AIDS, gangguan syaraf. Bahkan hingga dapat menyebabkan kematian. Tidak sedikit anggota

masyarakat yang mengalami ketakutan mencekam kemudian ragu terhadap air minum, makanan mengandung fluor, bahkan pasta gigi.

Tawaran makanan bebas fluor, pasta alami nonfluor pun bermunculan.

Gerakan anti Fluoride di Irland
http://www.fluoridealert.org/news/2447.html

Promosi anti fluoride oleh kelompok pengobatan natur
http://www.fonteine.com/fluor.html

http://friendsoffreedom.org/ARTICLES/2005/Nov./fof_FAN_Bulletin_11_18
_05_bt.htm

Ributnya soal ini juga sampai Ke US
http://www.ada.org/prof/resources/positions/statements/fluoride_bonec
ancer.asp

Penjelasan Unitates State Enviromental and Prevention Agency tentang penelitian tentang hubungan water fluoridation dengan
terjadinya kanker tulang pun keluar. Pada publikasi oleh agency ini dijelaskan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian

thesis yang tidakmelalui peer reviewer dan belum dipublikasi. Jadi masih belum bisa dipercaya.

http://www.ada.org/public/media/presskits/fluoridation/epa_flouoridat
ion_letter_on_thesis.pdf

Kelompok himpunan dokter gigi di selurug negara Eropa justru marah terhadap usulan menteri Belgia tersebut. Mereka melakukan
pertemuan- pertemuan yang membahas masalah ini. Keputusan himpunan profesi dokter gigi di berbagai negara TETAP menganjurkan
pemberian preparat dental fluorida dalam upaya prevensi karies gigi. Situasi pun menjadi sangat panas antara pihak yang pro

dan kontra.

Mengapa ada pelarangan Flouride di Belgia?

Tahukah anda mengapa Menteri Kesehatan Belgia mengusulkan penarikan Fluoride dari pasaran dan mengatakan berbahaya?.Pasalnya,
pada saat itu dunia tengah dilanda oleh meledaknya perdagangan food supplement dan orang tengah keranjingan dengan pengobatan

natur dan megadosis vitamin. Pengetahuan masyarakat tentang foodsupplement ini pada dasarnya tidak berbahaya. Padahal yang

masuk sebagai komoditas food supplement saat itu juga termasuk jamuan alami yang di negara asal merupakan obat-obatan

tradisional.

Demikian halnya dengan fluoride,ia pun ditambahkan ke dalam berbagai bentuk makanan, bon-bon, bubble gum anak-anak dan

sebagainya. Bahkan tablet fluor dan drop dijual bebas di rak rak food supplement. Situasi ini sungguh memprihatinkan Menteri

Kesehatan Belgi, karenanya dibuatlah pelarangan tersebut. Mengingat pelarangan di negaranya masih memungkinkan masyarakat

berbelanja di negara tetangga secara bebas, baik belanja langsung karena jaraknya dekat ataupun melalui telepon dan online
shopping, maka menteri pun berangkat menyampaikan keinginannya ini ke Parlemen Eropa. Demikianlah latar belakang mengapa
terjadi pelarangan tersebut.

Ribut Flouride Karena Media

Adanya keributan tentang fluoride yang disalah mengerti oleh khalayak ramai adalah kesalahan pemberitaan media, seperti yang

diuraikan oleh kementrian kesehatan Belanda di bawah ini:

Ministerie van Volksgezondheid, Welzijn en Sport Commotie rond fluoride niet terecht

België wil fluoride verwijderen van de lijst toegestane voedingssupplementen. In Nederland is het supplement al lang

verboden. Deze week berichtten verschillende kranten dat België fluoride van de markt wil halen. Dit klopt niet. De Belgische

minister van Volksgezondheid Aelvoet wil alleen fluoride in voeding en voedingssupplementen verbieden. In Nederland geldt al

langer een verbod op het gebruik van fluoride als voedingssupplement. Daarnaast heeft Aelvoet haar ministerie gevraagd om

enkele medicinale toepassingen van fluoride onder de loep te nemen. Fluortabletten en druppeltjes worden vooralsnog niet van

de Belgische markt gehaald. Fluoride in tandpasta voorkomt gaatjes. Schadelijke effecten van fluoride kunnen alleen ontstaan

bij gebruik van extreem hoge concentraties over een periode van tenminste tien jaar. De werking van fluortandpasta wordt

nergens wetenschappelijk bestreden.

http://www.nieuwsbank.nl/inp/2002/07/31/t040.htm?fmt=NOVUM

Terjemahan :

Menteri Kesehatan Masyarakat, Kesejahteraan, dan Olah Raga: Keributan tentang fluoride tidak benarBelgia menginginkan

fluoride hilang dari daftar food supplement. Di Belanda supplement ini sudah lama dilarang. Minggu ini ada berita di berbagai

surat kabar bahwa Belgia ingin menarik peredaran fluoride dari pasaran. Ini tidak benar. Menteri Kesehatan Belgia Aelvoet

hanya menginginkan agar fluoride dilarang dijual dalam bahan bahan makanan dan dalam foodsupplement. Di Belanda sendiri

fluoride sudah lama dilarang dijual sebagai food supplement. Disamping itu, Alvoet juga sudah menanyakan pada staf

kementeriannya, bahan obat-obatan apa saja yang bisa sesuai dengan fluoride jika seseorang mengkonsumsinya. Tablet fluor dan

drop sebagaimana sebelumnya tidak akan dihilangkan dari pasaran. Fluoride dalam pasta gigi adalah dimaksudkan untuk mencegah

lubang gigi. Efek samping fluoride hanya bisa terjadi dalam penggunaan fluoride dengan dosis yang ektrim tinggi dengan jangka

waktu setidaknya 10 tahun. Penggunaan fluor dalam pasta gigi tidak bertentangan dengan berbagai keilmuan.
http://www.nieuwsbank.nl/inp/2002/07/31/t040.htm?fmt=NOVUM

Keributan yang dalam berbagai website yang mendramatisir efek fluoride umumnya dibuat oleh berbagai pedagang foodsupplement

atau obat-obatan nature dengan maksud menawarkan berbagai bahan alami untuk kesehatan gigi, misalnya pasta gigi siwak. Siwak

adalah batang dari tanaman perdu dari daerah Timur Tengah yang secara budaya digunakan untuk membersihkan gigi. Namun di

dalam siwak ini juga banyak mengandung fluor dan memberikan efek prevensi terhadap karies gigi. Bisa baca disini dari website

medicinal plant Kuwait:

http://www.islamset.com/sc/plants/siwak.html

Keputusan EU th 1996
http://europa.eu.int/comm/food/fs/sc/oldcomm7/out09_en.html

EU menolak usulan Belgia
http://europa.eu.int/comm/food/committees/regulatory/scfcah/general_f
ood/summary12_en.pdf.

Keputusan EU 2005 ttg pasta gigi dengan fluoride
http://europa.eu.int/comm/health/ph_risk/committees/04_sccp/docs/sccp
_o_024.pdf.

Pemberian Fluor

Gigi pada anak balita yang “busek” seperti beras tidak jernih, tumbuh mudah geripis dan cepat rusak biasanya menandakan

peletakan matriks yang tidak baik. Penyebabnya sendiri bermacam macam salah satunya adalah faktor hormon pertumbuhan
perkembangan yang menyebabkan peletakan matrix pada tulang belulang termasuk gigi menjadi demikian. Namun biasanya kasus

karena penyebab tersebut bisa dikatakan sedikit. Umumnya anak kategori demikian sudah menjadi perhatian dokter yang lain.

Bila di rontgen, akan terlihat densitasnya tidak terlalu kompak. Karenanya dikhawatirkan pula nantinya pertumbuhan gigi

selanjutnya akan demikian, mudah copot. Bila terdapat anak dengan indikasi demikian maka sebaiknya diberikan tambahan tablet

flour. Sebaliknya, bila gigi geliginya tidak ada keluhan berarti, maka hindari pemberian tablet fluor. Pemberian tablet fluor

sendiri bukanlah tindakan prevensi untuk gigi anak balita, tapi untuk gigi tetapnya.

Pemakaian lapisan composite tipis yang ditempel di permukaan gigi geraham agar parit parit yang sering diselipi makanan

tertutup dapat juga dilakukan untuk menjaga keawetan gigi. Jadi lubangnda tidak dimulai di sana.

Bila pemakaian lapisan composite bukan menjadi pilihan, lakukan kontrol rutin per enam bulan ke dokter gigi agar diolesi
fluor. Tindakan ini harus dilakukan oleh dokter gigi karena gigi geligi harus ditambali terlebih dahulu dan dibersihkan

dengan sikat dokter gigi yang putarannya kencang sekali. Saat pengolesannya sendiri juga digunakan dam terbuat dari karet.

Ada pula cara lain dengan menempelkan jelly selama kurang lebih lima menit.

Fluoridasi Air Minum, Pasta Gigi Berfluor

Dengan berbagai pertimbangan, seringkali suatu negara tidak melakukan program fluoridasi air minum. Dengan sendirinya anak-

anak perlu mendapatkan suplementasi fluor saat bayinya hingga usia kira-kira benih gigi tetap terakhir sudah jadi tinggal

menunggu tumbuhnya saja, yaitu saat anak berusia sekitar 4-6 tahun.

Untuk fluoridasi air minum, biasanya kadar fluornya sendiri dapat dikatakan amat sedikit. Di Belanda sendiri, mengingat
PAM Belanda dapat menjangkau seluruh bagian masyarakat maka terdapat program fluoridasi air minum. Tak heran di Belanda
tidak terdapat upaya wajib suplementasi fluor. Pemberian fluor hanya dilakukan pada kasus kasus tertentu saja.

Penduduk Kalimantan yang lebih mengandalkan air minum dari hujan, jelas sangat kekurangan mineral termasuk fluor. Karenanya
penambahan suplementasi fluor perlu dijadikan pertimbangan di daerah tersebut.

December 2, 2005

Keluhan Mata Belekan Pada Batita

Filed under: Summary: Health
http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=627

Seorang mom anggota milist We R Mommies menceritakan tentang “sakit mata” yang si kecilnya derita. “Mata kanan anakku (2,5 th) sudah dua minggu terakhir ini belekan terus. Sudah dibawa ke dokter dan diberikan antibiotik Cefat, sirup Celestamin dan obat tetes mata Maxitrol. Namun baru sehari minum, antibiotiknya ditumpahkan oleh anakku. Sempat bingung akan ke dokter lagi atau meneruskan obatnya. Tapi akhirnya saya meneruskan sisa obatnya. Masalahnya anak saya tidak diteteskan matanya, padahal harus 4 kali sehari!” demikian cerita beliau. Di samping itu beliau juga menanyakan apakah pemberian antibiotik diperlukan untuk kasus putranya.

Bedakan Penyebab

Tanggapan pertama dari mom yang si bungsunya juga selalu mengalami permasalahan serupa saat putrinya masih kecil. Menurut hasil konsultasi dan browsing internetnya, yang pertama penting dilakukan adalah membedakan pencetus belekan dan/atau mata merahnya: apakah karena virus, bakteri, alergi ataupun yang dalam istilah kedokterannya “Opthalmia neonatorum”. Dengan mengetahui penyebabnya maka treatment yang tepat dapat dilakukan.

Beberapa petunjuk penting untuk membedakannya ia temukan dari situs pediatric on call:

1. Bacterial conjunctivitis:- It is seen as a pink eye. It affects both the eyes usually and leads to thick discharge of mucus from both the eyes.

2. Viral conjunctivitis: - Is a limited condition. It usually affects one eye and causes excessive tearing. The discharge is usually mild.

3. Allergic conjunctivitis:- It results in excessive tearing from the eyes and itching & redness in the eyes. It may sometimes be associated with a runny nose.

4. Opthalmia neonatorum:- Is conjunctivitis in the newborn. It requires emergency care and the neonatologist (physician caring for the baby) should be consulted immediately. It has to be treated urgently to prevent permanent eye damage or blindness. It is usually caused when the infant is exposed to the germs in the motherâs birth canal. Gonococcus, C. trachomatis and herpes virus are the common causes.

(http://www.pediatriconcall.com/forpatients/commonchild/conjunct.asp)

Membedakan mana konjuktivitas karena virus dan bakteri memang sulit dilakukan. Namun patokan umum yang biasanya digunakan adalah sbb: kalau kuantitas beleknya bisa dikatakan
banyak,lengket (bahkan warnanya sampai kehijauan), keluhan lebih dari sehari serta matanya terlihat memerah sekali, maka biasanya itu disebabkan oleh bakteri.

Biasanya bila keluhan baru muncuk di hari pertama maka yang diasumsikan sebagai penyebab adalah virus. Tindakan pengobatan yang dilakukan pada masa tersebut biasanya hanya ditujukan agar anak merasa “enakkan dan nyaman” semisal dengan membersihkan kotoran matanya. Tetapi bila keluhan ini berkepanjangan, baru dicurigai sebagai konjunktivis bakteri. Dalam kondisi tersebut baru diberikan tetes mata dengan kandungan antibiotik. Putrinya dahulu mendapatkan kloramfenikol (catatan: tidak perlu ada kandungan steroid, karena sakit matanya bukan berasal dari alergi).

Belekan yang menumpuk tanpa adanya mata memerah juga dapat timbul karena adanya penyumbatan saluran air mata akibat batuk pilek. Terlebih bagi anak anak kecil, biasanya saluran air mata di pangkal mata dekat pangkal hidung umumnya masih dalam keadaan
tertutup. Sejalan dengan bertambahnya usia, ia akan membuka dan tidak berair lagi.

Konjunktivitis alergi sendiri gejalanya lebih ringan dibandingkan yang disebabkan virus atau bakteri. Bila pencetus alerginya dihindari, matanya tidak akan berair dan bengkak lagi.

Treatment

Bagi kasus konjunktivitas terdapat beberapa perawatan yang perlu dilakukan. Treatment yang perlu dijalankan adalah sebagai berikut:

- Treatment consists basically of cleaning the eyes and preventing the condition from spreading. Each eye should be cleaned with a clean, wet cotton separately moving the cotton in
one direction only (either from left to right or right to left).

- Non-prescription eye drops are needed for viral conjunctivitis. Antibiotic eye drops are required for bacterial conjunctivitis. Allergic conjunctivitis require steroid eye drops. However, do not use them without consulting your doctor.

If your condition does not improve within 3 days, consult your doctor (http://www.pediatriconcall.com/forpatients/commonchild/conjunct.asp)

Untuk kasus belekan akibat masih tertutupnya saluran air mata, banyak dokter yang menganjurkan agar mata harus sering dibersihkan dengan kapas air hangat kemudian dilakukan pemijatan lembut sekitar pangkal mata dekat pangkal hidung.

Pada kasus belekan dengan penyebab bakteri, mungkin si anak akan diresepkan antibiotika topikal (tetes/salep mata). Hal yang penting diingat adalah: untuk resep antibiotik pada konjuktivitas karena bakteri, si anak harus menggunakan antibiotik pada jangka waktu yang sudah ditentukan walau symtomps nya sudah menghilang. Memang ada “pendapat” yang mengkhawatirkan adanya resistensi pada bakteri akibat pemakaian antibiotika,namun hingga kini belum ada bukti empiris yang mendukung asumsi tersebut.

Intervensi Agar Tidak Menyebar

Agar penyebaran konjunktivitis dapat diminimalisasi, ada beberapa tindakan yang perlu diperhatikan. Hal hal yang perlu dilakukan adalah:

* Do not touch your hands to the infected eye.

* Wash your hands frequently.

* Do not share towels, napkins and handkerchiefs with others.

* Wearing glasses may decrease the chance of infection to the people around you. However, it mainly helps you to prevent your hands from touching your eyes and for cosmetic reasons.

The child with conjunctivitis will have to be kept away from school for a few days to prevent spread of infection to other children in school. (sumber: pediatric on call)

Beliau juga menganjurkan agar dicari informasi lebih lanjut pada site-site kesehatan terpercaya dengan menggunakan kata kunci “conjunctivitis”. Beberapa situs kesehatan yang beliau rekomendasikan adalah:

http://www.aap.org/
http://www.mayoclinic.com/
http://www.who.int/
lalu cari informasi lanjut dg kata kunci “conjunctivitis”.

Antibiotik Sistemik vs Lokal

Mom lain yang juga berprofesi dokter memberikan penjelasan lebih lanjut tentang penggunaan obat antibiotik yang diresepkan. Menurut beliau,sakit mata merah/conjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri pun sebenarnya tidak memerlukan obat antibiotik sistemik. Obat tetes mata/ salep saja sudah dianggap cukup. Obat antibiotik sistemik biasanya hanya diperlukan bila mata merahnya disebabkan oleh kuman GO (gonore) dan clamidia.

Pemberian tetes mata antibiotiknya pun ada aturannya tersendiri. Biasanya pemberiannya yang hanya tiga kali sehari masih belum dianggap cukup. Anjurannya sendiri bahkan hingga 6 kali sehari/tiap 4 jam. Namun tentu tergantung jenis obat yang diberikan oleh dokternya.

Jadi menurut beliau, antibiotik sistemik cefatnya tidak perlu diminum bila penyebabnya belum dapat dipastikan gonore ataupun clamidia. Selain itu, jenis obat tersebut termasuk jenis cephalosporin( turunannya amoxiciliin). Biasanya first line obat untuk mata merah karena bakteri tanpa cultur(terapi empiris), jenis yang dipilih umumnya eritromisin dan turunannya.
Seingat beliau, jenis obat yang sering digunakan di Indonesia adalah jenis tobramicyn atau gentamycin. Untuk bakteri penyebab yang gram negatif biasanya diberikan kloramfenikol. (DaI/WRM)

November 10, 2005

Mentega, Margarin, Shortening

Filed under: Summary: Health


http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=609


Ada bedanya tidak sih memasak menggunakan minyak biasa dengan mentega-margarin?

Sepertinya ada bedanya, terutama dalam hal kegurihan. Memasak dengan mentega akan lebih gurih karena mentega sendiri terbuat dari susu. Bila kita masak dengan menggunakan susu, yoghurt atau produk turunan dari susu biasanya masakan akan terasa lebih enak di lidah. Memasak dengan margarin biasanya kegurihan dan wanginya amat tergantung dari jenis lemak tumbuhan yang digunakan.

Menurut salah satu mom di WRM, margarin produk indonesia terasa lebih wangi dibanding margarin yang ditemukan di US. Bagi para pedagang makanan jadi sendiri, mereka biasa menggunakan minyak yang dicampur dengan vegetable oil dalam proses masaknya. Tujuannya tak lain agar masakan tetap wangi dan lebih hemat.

Lalu ada perbedaan antara butter dan margarine ngga ?

Di indonesia orang biasa menyebut ‘margarin’ untuk ‘margarine’dan ‘mentega’ bagi ‘butter’.

Bahan baku pembuatan mentega dan margarin itu sama ya?

Oh tidak, beda sekali. Mentega berasal dari lemak hewan, sedangkan margarin dari lemak tumbuh tumbuhan. Butter (Portugis : manteiga, mentega) itu berasal dari cream (susu). Biasanya kandungannya hanya cream dan salt (untuk salted butter). Karena bahan dasarnya cream, maka bila disimpan lama di suhu ruang akan lumer. Jadi harus disimpan di lemari es.

Bila bahan baku asalnya berbeda, bagaimana dengan kandungan lemak yang ada di produk mentega dan margarin?

Mentega yang terbuat darilemak hewan biasanya mengandung lebih banyak lemak jenuh/saturated fats(66%) dibanding lemak tak jenuh/unsaturated fats-nya (34%). Nah, lemak jenuh ini biasanya berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol dalam tubuh.

Margarin sendiri yang terbuat dari minyak tumbuh-tumbuhan dimana di vegetables oil terkandung jumlah monounsaturated - dan polyunsaturated fats yang lebih banyak dibandingkan saturated fats-nya (13-15 % saturated dan 85-87 % percent unsaturated fats).

Jadi pengkonsumsian margarin lebih aman ya dibanding mentega?

Dari informasi di atas memang sekilas membuat margarine lebih memiliki “keuntungan”. Namun sayangnya ketika proses pembuatannya, keuntungan ini bisa jadi “turun”. Mungkin agar lebih jelas kita telusuri proses pembuatan margarin itu sendiri. Margarine dibuat dari minyak tumbuh-tumbuhan yang di hydrogenasi (atom hidrogen ditambahkan ke minyak).

Nah, dalam proses tersebut biasanya juga akan terjadi perubahan struktur beberapa polyunsaturated fatty acids (asam lemak tak jenuh) menjadi “trans fatty acids”. Menurut para peneliti, “trans fetty acids” ini aksinya mirip sekali dengan lemak jenuh/saturated fats. Karenanya dikatakan mungkin trans fetty acids ini memiliki kemungkinkan terhadap kontribusi di kejadian tekanan darah tinggi dan heart disease.

Kalau begitu, margarin yang relatif aman buat tubuh itu punya ciri seperti apa ya?

Para peneliti biasanya memberikan tips agar memilik produk margarin yang lebih lembut dan konsistensinya mirip sekali dengan liquid. Dengan memilih produk margarin seperti ini diharapkan kandungan trans fetty acids-nya dapat diminimalisir.

Apa sih hubungan antara lemak jenuh-tak jenuh dengan kolesterol?

Lemak jenuh/saturated fats dalam daging-dagingan dan fatty dairy products diindikasikan akan menaikkan “bad” kolesterol (LDL cholesterol) dan menurunkan “good” colesterol (HDL cholesterol). Nah polyunsaturated fats yang “umumnya” ditemukan di vegetable oils seperti di minyak jagung ato soy oil itu LDLs nya rendah tapi HDLs nya juga rendah. Karenanya biasanya yang dianjurkan, kita mencari jenis minyak-minyakan yang dapat merendahkan LDL dan menaikkan HDL.

Adakah produk minyak tumbuhan yang dapat merendahkan LDL dan menaikkan HDL?

Katanya sih kebanyakan vegetables oils tidak ada yang bisa melakukannya, kecuali monounsaturated fats yang terkandung dalam minyak oliven plus oils dalam ikan. Karenanya tak heran para ahli banyak mengatakan bahwa minyak oliven itu tidak buruk dampaknya buat jantung.

Kandungan kuantitas vitamin dan lemak antara mentega, margarin dan minyak tumbuhan sendiri ada bedanya atau tidak?

Mentega biasanya mengandung vitamin A, D, protein dan karbohidrat. Margarin biasanya diperkaya dengan vitamin A dan beberapa vegetables oil adalah sumber vitamin E. Semua jenis fat baik dari margarin, mentega maupun minyak tumbuhan biasanya oleh ahli nutrisi tetap didefinisikan sebagai produk berkalori tinggi. Karenanya dianjurkan untuk seminimal mungkin dikonsumsi.

Baik mentega, margarin dan minyak 100% energinya berasal dari fat (1 sdm -14 gr biasanya mengandung 11 gr lemak (1 gr fat menghasilkan ca. 9 kalori)). Beberapa produsen margarin dan butter juga ada yang memodifikasi sedemikian rupa sehingga tercipta produk yang agak ‘rendah kalori’.

Bicara tentang margarin, di US kan ada produk I Can’t Believe It’s Not Butter. Itu mentega atau margarine ya?

Produk ICBINB! bila dilihat dari website mereka sepertinya termasuk produk margarine. Margarin ICBINB! diolah sedemikian rupa dengan penambahan zat zat tertentu hingga –katanya sih– rasanya mirip gurihnya butter/mentega. Bila lebih ingin mengetahui lebih lanjut dapat juga dilihat Q-A produk ICBINB! di http://www.tasteyoulove.com/faq.asp?section=faq.

Kok produk ICBINB! bisa gurih sih?

Salah satu yang mungkin bikin rasanya agak gurih adalah penambahan buttermilk. Selain itu, dengan penambahan buttermilk maka kalori dan lemak yang dikandung dapat turun hingga 50% atau lebih. Buttermilk sendiri bukan berasal dari a buttery, high-fat milk dan juga bukan jenis butter. Ia adalah produk yang tersisa bila orang membuat butter dari susu dan rendah kalori dibandingkan susu biasa. Beberapa info tentang buttermilk dapat ditemukan di link berikut http://homecooking.about.com/library/weekly/aa012901a.htm.

Kalau Blue Band itu mentega atau margarin?

Blue Band itu termasuk jenis shortening (jadi bukan margarin atau mentega). Kandungannya lemaknya juga 100%. Di US bisa dijumpai merk Crisco, dsb (kemasan kaleng biasanya dijual dekat minyak goreng).

Untuk memasak, mana yang lebih baik digunakan ya antara margarin dengan mentega?

Buat salah satu mom di WRM, beliau lebih suka menggunakan margarin dengan alasan: harganya jauh lebih murah dari mentega (lebih mahal dari shortening tentunya) ; kandungan fatnya lebih rendah dari shortening ; kandungan kolesterolnya lebih rendah dari mentega. Namun tidak semua resep bisa saling disubstitusi, karena kandungan fat dan airnya mempengaruhi tekstur makanan (terutama kue).

Jadi mana yang lebih baik bagi kesehatan kita, mentega atau margarin?

Kalau menurut pendapatnya para ahli nutrisi, tidak ada jawaban yang tepat, no exact answers. Mereka hanya menganjurkan agar melihat kondisi yang ada, kemudian baru diputuskan mana yang baik buat diet sehatnya. Yang terpenting ” all things in moderation” karena bagaimanapun tubuh kita membutuhkan fat dalam jumlah tertentu.

Adakah tips-tips lain untuk memilih margarine dan mentega?

Coba deh lihat juga di sini http://evimeinar.multiply.com/journal (DaI/WRM)

November 1, 2005

Mengatasi Keluhan Kaki Gatal

Filed under: Summary: Health

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=597

Keluhan gatal pada kaki yang tak berkesudahan ditambah rengekan kesakitan menghiasi malam malam putri salah satu mom members We R Mommies ini. “Kenapa ya putri saya kok selalu punya keluhan gatal. Lalu pakai obat apa sih yang manjur?” demikian tanya beliau di milist. Berikut beberapa masukan yang muncul dari para moms di WRM.

- perhatikan kembali penyebab ‘rengekan’ apakah hanya sekedar mencari perhatian atau karena benar benar gatal. Biasanya anak kadang merengek atau mengeluhkan sesuatu hanya sekedar untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari ayah bundanya.

- bila kaki sang anak yang cape dan letih akibat aktifitas siang hari, pijat dengan minyak telon akan sedikit menolong.

- bila bentol/gatalnya karena nyamuk atau serangga, gunakan minyak kayu putih atau balsam copal di bagian yang terlihat memerah/bentol.

- penggunaan bedak herocyn atau caladyn di bagian yang gatal juga dapat membantu meringankan keluhan.

- panaskan batu bata di atas kompor (lebih baik dibakar di atas bekas daun-daunan) kemudian setelah hangat, tempelan di kaki yang gatal tersebut. Resep ini juga dapat digunakan pada orang yang terkena ‘cantengan’. (DaI/WRM)

October 19, 2005

Seputar Payudara: Persiapan Menyusui, Pijat dan Peras ASI

Filed under: Summary: Health

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=588

Benar tidak sih bila menjelang melahirkan, payudara akan membengkak?

Biasanya payudara memang akan membengkak menjelang melahirkan. Tapi bisa jadi setiap kehamilan berbeda.

Perawatan payudara apa yang harus dilakukan saat menjelang melahirkan?

Setiap bangun pagi, hendaknya payudara dipijat kemudian puting dibersihkan dengan handuk yang sudah dibasahi air hangat. Sebaiknya membersihkan puting tidak menunggu setelah melahirkan, agar salurannya sudah bersih dan siap ketika bayi lahir.

Hal tersebut penting dilakukan karena kadang pembengkakan payudara dapat membuat puting tertanam dan harus ditarik setelah melahirkan. Mengurut sejak awal membantu dan tidak membuat payudara sakit. Biasanya ASI sudah mulai terbentuk dari kehamilan memasuki usia 7 bulan, namun dapat saja berbeda untuk masing masing orang.

Adakah makanan makanan tertentu yang baiknya dimakan untuk persiapan menyusui?

Konsumsi makanan yang kaya akan protein seperti tahu, tempe, susu kedelai, dan aneka kacang-kacangan lainnya. Dari pengalaman beberapa moms, makanan yang terbuat dari kacang kedelai tidak saja bagus untuk ASI namun juga akan membuat kulit bayi bersih saat dilahirkan, mungkin karena adanya kandungan vitamin E di produk alami tersebut.

Mengapa ya kadangkala setiap habis memeras ASI mata berkunang-kunang, lemas dan pandangan jadi kabur?

Mungkin karena aktivitas menunduk selama memeras ASI sehingga supply darah ke otak menjadi kurang lancar. Bila dengan pengurangan aktivitas menunduk keluhan tetap ada, maka hal ini baiknya diwaspadai lebih lanjut mengingat ibu menyusui biasanya termasuk salah satu kelompok beresiko tinggi terkena nutritional anemia.

Pemeriksaan darah pada masa menyusui adalah hal yang bijak dilakukan, minimal supaya mengetahui kandungan zat gizi dalam darah masih dalam ambang batas normal atau tidak.

Bagaimana sih cara pijat payudara yang biasa moms lakukan?

1. satu tangan menyangga payudara bagian bawah, kemudian tangan yang lain memijat berputar dari bawah,ke arah dalam payudara hingga ke bagian bawah lagi.

2. satu tangan menyangga bagian bawah,tangan yang lain membuat gerakan spiral dari arah puting ke arah luar. Dilakukan ke semua arah luar payudara.

3. satu tangan menyangga bagian bawah,tangan yang lain membuat gerakan menekan payudara dari luar ke arah puting dengan memakai samping tangan bagian dalam (lurus kelingking).Lakukan dari segala arah.

4. seperti gerakan no.3 tapi menekan dengan memakai kepalan tangan.

Lakukan sebisa mungkin tiap kali mandi selama 30 gerakan agar menghindari terjadinya pembengkakan. Agar terasa licin, gunakan baby ol, sabun atau minyak minyakan saat memijat. Setelah pemijatan selesai, kompres payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian.

Kalau cara memeras ASI yang efektif seperti apa ya?

Pijit daerah areolla saja, jangan seluruh bagian payudara. Seperti halnya bayi saat menyusu pada ibunya,ia hanya menyedot di bagian puting dan areolla aja. Dikatakan bila kita memeras seluruh bagian payudara maka akan mengubah bentuk dan kurang optimal. ASI yang dihasilkan dapat banyak seperti air mancur, maka sebaiknya ditampung di tempat yang lebar dan dalam posisi duduk santai .

Bisa lebih dijelaskan?

Jadi pertama, kita duduk dengan santai, kemudian buka seluruh BH. Alasi paha dengan handuk bersih, letakkan wadah penampung di atas paha kita. Atau bila sudah lancar sekali, dapat kita pegang dan dekatkan di bawah payudara yang sedang diperas. Bila payudara terasa penuh dan agak keras, maka pertama payudara harus agak di massage perlahan tanpa diurut Dapat juga dengan dikompres dengan air hangat terlebih dahulu.

Baru kemudian kita mulai pijit-pijit daerah areolla ke arah luar. Cukup dengan gerakan itu saja, karena biasanya ASI akan mengalir dengan deras.

Bila payudara terasa bengkak sekali dan terasa sakit, apa gerakannya cukup di areolla saja?

Sebaiknya sih demikian. Namun bila tidak tahan, maka dapat sedikit diperas dan ditekan dengan cukup keras di bagian yang keras. Hal ini dilakukan hingga bagian tersebut terasa cukup lembek sehingga terasa berkurang sakitnya. Kemudian kompres dengan air hangat.(DaI/WRM)

Bau Mulut Anak: Gejala Infeksi Tenggorokan?

Filed under: Summary: Health
http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=581&Itemid=157

Keluhan bau mulut yang tidak seperti biasa, tubuh agak panas, rewel, amandel terlihat besar walau tidak merah serta adanya bintik bintik putih di pangkal lidah adalah beberapa gejala yang dimiliki oleh putra mom salah satu member milist We R Mommmies ini.

Setelah beliau mencari info di internet, semua keluhan sang anak merujuk ke adanya infeksi tenggorokan, benarkah demikian?. Berikut tanggapan dan pendapat para moms yang sempat di rangkum berkaitan dengan tema diskusi tersebut.

- Biasanya anak yang terkena flu tanpa muncul panas atau demam akan menunjukkan gejala bau mulut yang tidak seperti biasa. Biasanya ‘bau mulut’ ini akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berkurangnya keluhan flu

- Munculnya bau mulut umumnya timbul karena ‘panas dalam’. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan adalah dengan mengkonsumsi minuman (paling baik air putih) sebanyak mungkin. Bila dengan tindakan terapi pemberian intake cairan tidak berefek baru diwaspadai karena mungkin saja terjadi masalah di usus atau sistem pencernaannya.

- Keluhan ‘bau mulut’ disertai demam adalah tanda terjadinya infeksi tenggorokan atau ‘panas dalam’. Bau mulut yang timbul tanpa panas/demam biasanya berasal dari ‘kerak’ putih yang ada di lindah. Menurut informasi dari salah satu dokter, dikatakan bahwa ‘kerak putih’ tersebut biasa muncul pada anak yang mengkonsumsi susu formula.

Dengan rutin membersihkan ‘kerak’ tersebut, selain dapat mencegah munculnya bau mulut juga sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya jamur dan sariawan. Solusinya: berikan intake minuman sebanyak mungkin (terutama setelah selesai minum susu), cepat membersihkan ‘kerak putih’ dengan kain lembut yang dibasahi air matang.

- Penggunaan obat tetes Mycostatin dapat membantu keluhan radang tenggorokan dan sariawan. Teteskan sesuai dengan pentunjuk pemakaian di bagian dalam pipi kanan dan kiri serta jangan berikanmakanan/minuman dahulu selama +/- 30 menit.(DaI/WRM)