April 3, 2006

Serba Serbi Masak Menggunakan Microwive

Filed under: Summary: Haushold

Masak dengan microwave? Siapa takut!. Simak bersama yuk rangkuman diskusi tentang tema ini yang beberapa waktu lalu berlangsung di milist wrm-indonesia.

Cara Masak Nasi

Gunakan wadah untuk masak nasi khusus buat microwave. Wadah masak nasi tersebut biasanya berbentuk mangkok dengan tutup yang di bagian bawahnya terdapat tutup plastik berlubang. Gunakan perbandingan air dan beras yang sama, kemudian atur waktu dan panas yang sesuai dengan petunjuk pemakaian.

Cara Masak Telur

- Pecahkan kulit telur, baru kemudian masak.

- Masak ala telur omelett/fooyunghai: campur bahan menjadi satu, ambil satu sendok sayur campuran bahan dan letakkan pada mangkok plastik kecil khusus microwave. Setelah itu, masak hingga matang kemudian lepaskan dari wadahnya. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis. Agar telurnya tidak menempel di wadah plastik, olesi terlebih dahulu wadahnya dengan minyak goreng/butter. Jangan lupa gunakan “low heat” dan jangan terlalu lama memasaknya.

- Masak Telur rebus: lubangi terlebih dahulu di bagian kepala telur, masukkan ke dalam box plastik, beri air panas sampai terendam dan atur waktu masak hingga 20 menit. Cek kembali setelah menit ke 20, bila menyenangi telur “hard boil egg” mungkin harus tambah waktu memasaknya 10 menit lagi (tergantung jenis microwavenya).

Cara Masak Saus

Campur bubuk bawang putih, saus tomat, gula, garam, peas kaleng, sedikit air, bawang bombay dll kemudian masak di microwave.

Cara Masak Sayur

Paling mudah gunakan box plastik yang khusus dipergunakan untuk microwave (ada tandanya), wrap bila diperlukan. Setelah semua bahan dibersihkan, masukkan ke dalam box plastik, juga bumbu (bisa bumbu iris,bisa pakai bumbu instant indofood/munik/bamboe atau yang lainnya). Tambahkan air, tapi jangan sampai melebihi 1/2 tinggi box plastik, kemudian masak. Kalau belum matang dan air telah mengering, bisa ditambahkan air panas lagi secukupnya sampai matang. Atur waktu masak selama 30 menit atau lebih hingga ayam matang.

Cara Masak Ayam

Bila ingin masak di microwave dengan berbahan ayam, setelah ayam dipotong-potong, marinate dengan bumbu (bumbu instan atau bumbu iris). Beri air maksimal 1/2 tinggi box kemudian masak. Kalau belum matang dan air telah mengering, bisa ditambahkan air panas lagi secukupnya sampai matang. Atur waktu masak selama 30 menit atau lebih hingga ayam matang.

Cara Masak Indomie

Rebus air secukupnya di rice cooker, masukkan mie dengan bumbunya. Tambahkan telur bila ingin lebih bergizi.

Wadah Masak

Kalau ingin siap, mungkin bisa dicari plastik untuk masak sayuran, telur dadar/mata sapi, sampai panggang ayam. Biasanya di Amerika banyak ditawarkan produk serupa dengan harga yang variatif. Di Wal-Mart etc harga wadahnya sekitar 10 dollar, untuk plastik yang memanggang ayamnya sendiri dapat lebih dari 10 dollar.

Alternatif Lain

- Bawa beras jadi yang khusus untuk dimasak di microwave.

- Bawa produk mie, sup instant, makanan kaleng atau makanan kering jadi (kornet, sarden, dendeng masak dll)

- Masak mie di rice cooker: rebus air secukupnya di rice cooker, masukkan mie dengan bumbunya. Tambahkan telur bila ingin lebih bergizi.

February 27, 2006

Tindakan Antisipasi Kebakaran

Filed under: Summary: Haushold

Biasanya kejadian kebakaran timbul dari tindakan kelalaian yang ada. Beberapa hal di bawah ini adalah hasil dari diskusi tentang antisipasi timbulnya kejadian kebakaran yang berlangsung di milist wrm-indonesia.

- Dalam proses menggoreng apapun, sedapat mungkin tunggui wadah penggorengan tersebut untuk memastikan panas yang terjadi tidak membahayakan.

- Bila menggunakan oven atau memasak sesuatu yang membutuhkan waktu cukup lama, usahakan sering melihat keadaan masakan tersebut dalam interval waktu yang tidak terlalu lama.

- Jauhkan barang barang yang mudah terbakar dari kompor dan oven.

- Ajarkan anak dari kecil tentang bahaya dan manfaat api sesuai dengan kemampuan pencernaan informasi yang si kecil miliki.

- Pada anak yang lebih besar, jelaskan benar benar tentang bahaya api. Bila sang anak ingin sesekali menyalakan lilin atau apapun, minta pada dirinya agar melakukan kegiatan tersebut hanya dengan di bawah pengawasan orang tua.

- Sebelum meninggalkan rumah, periksa selalu kompor dan yakinkan diri sudah dalam keadaan padam. Demikian halnya pula pada stop kontak yang ada. Akan lebih baik bila seluruh kabel yang berhubungan langsung dengan stop kontak dicabut terlebih dahulu sebelum kaki beranjak keluar rumah.

- Bila terpaksa harus mengontrak, cari sedapat mungkin rumah kontrakan yang juga menyediakan tabung pemadam kebakaran.

- Hindari penggunaan pengharum ruangan yang menggunakan pembakar lilin, terlebih bila mommies punya sifat “pelupa”.

- Buat desain dapur sedemikian rupa sehingga aliran udara yang masuk dan keluar dapat mengalir dengan baik. Bila kejadian kebocoran gas terjadi, maka akan lebih mudah mengatasinya dengan desain ruangan yang tepat.

- Dalam beberapa bulan sekali, cek kabel kabel listrik di rumah, termasuk yang tidak terlihat oleh mata. Hal tersebut penting dilakukan untuk tindakan antisipasi terjadinya korsleting atau sejenisnya. Terutama sekali, kabel kabel yang dimakan oleh tikus harus sesegera mungkin diganti!.

- Bila kejadian kebakaran kecil terjadi akibat korsleting listrik, matikan cepat pengaman listrik utama kemudian segera padamkan api dengan cara yang aman. (DaI/WRM)

February 21, 2006

Sejauh Apa Kewajiban Orang Tua Pada Anak?

Filed under: Summary: Haushold

Sampai sejauh mana kewajiban orang tua terhadap anaknya?. Demikian tema diskusi yang beberapa saat lalu muncul di milist wrm-indonesia. Berawal dari keprihatinan seorang mom yang sedang merantau saat mengamati beberapa temannya yang harus “banting tulang” bekerja 12 jam sehari demi memenuhi kebutuhan tiga anak anaknya: mobil untuk transportasi, uang perkuliahan yang 15 ribu dollar per tahun per anak dll. Kondisi yang agak serupa juga ditemui di teman sang mom yang bersedia bekerja mati matian demi memenuhi anggaran asuransi pendidikan agar anak anaknya nanti dapat hanya berkonsentrasi belajar di sekolah tanpa harus terbebani pikiran biaya pendidikan. Bagaimana pendapat mommies di WRM Indonesia tentang hal tersebut? Sampai sejauh mana orang tua bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup anaknya?

” Menurut saya sih sampai si anak bisa mandiri” tulis mom ini yang mengirimkan komentar pertama di tema tersebut. Buat menuju kemandirian sang anak, orang tua juga harus membantu misalkan dengan memberikan pekerjaan sampingan yang tidak sampai menyita waktu sekolahnya. Dapat juga dengan mengajarkan bahwa bila sang anak menginginkan sesuatu, maka ia harus berusaha. Hal tersebut tak lain dilakukan agar si anak tidak memiliki prinsip “aji mumpung” dan terbelenggu dengan sikap manja. Pola pikir ” ah masih ada orang tua yang pasti mau membayarkan kok, buat apa pusing mencari duit” dapat saja muncul akibat kebiasaan manja dan selalu tergantung pada orang tua.

Mom yang memberikan tanggapan kedua juga setuju dengan apa yang telah disampaikan mom di atas. “Kalau saya lebih menyukai tindakan berikut: selain orang tua mempersiapkan biaya pendidikan, anak juga harus diajarkan mandiri dalam memenuhi sebagian keperluannya” pendapat beliau. Kemandirian dalam memenuhi sebagian keperluannya dapat diperoleh melalui prestasi diri yang seoptimal mungkin sehingga si anak dapat mendapatkan beasiswa ataupun dalam bentuk lainnya. Anak juga harus dikenalkan dengan makna pengorbanan dan pembuatan prioritas keinginan. Anak juga harus menyadari bahwa tidak semua keinginan dapat tercapai dengan mudah, demikian tulis mom ini menutup postingannya.

Mom ketiga yang turut meramaikan diskusi tema ini juga setuju, bahwa sebagai orang tua memang sudah merupakan suatu kewajiban untuk semaksimal mungkin mempersiapkan biaya pendidikan untuk masa depan anak. Hal itu tak lain dilakukan agar sang anak anak dapat berkonsentrasi di sekolah dan memiliki banyak waktu untuk mengembangkan diri dan bersosialisasi. Sebagai konsekuensi dari kemudahan yang telah diterima oleh dirinya maka ia harus berprestasi, baik di sekolah atau di bidang lain
seperti olah raga, kesenian, dll. Mungkin tidak perlu harus berada di tempat paling atas tetapi tidak sampai berada
di tempat yang terbawah.

Kalau si anak berkeinginan membeli sepatu baru padahal sepatu yang lama belum rusak maka ia harus menunjukkan kepada orangtua bahwa ia memang pantas mendapatkan “reward” tersebut seperti dari nilai nilai baik yang diperolehnya. Disamping itu, anak harus dibimbing untuk memiliki rasa tanggung jawab, mandiri (bukan dalam hal finansial), mampu melihat hal hal yang prioritas serta rasa inisiatif. Paling tidak kemudahan yang ia dapat sekarang ini merupakan faktor pemicu semangat bagi si anak tersebut. “Tetapi saya tidak menutup kemungkinan jika si anak ingin bekerja paruh waktu pada saat dia kuliah nanti
sepanjang hal tersebut tidak mengganggu pelajarannya” demikian pendapat mom ketiga tersebut di akhir sharingnya.

Mom keempat menilai bahwa kewajiban atau tugas kita sebagai orang tua adalah mendidik anak agar dapat menjadi anak yang mandiri,anak yang selalu berusaha/belajar serta menjadi anak yang beriman (tak lain agar usahanya terarah dan prinsip menghalalkan segala cara dapat ditepis). Sebaiknya orang tua yang memiliki kemampuan finansial berlebih juga tidak memanjakan anak anaknya, karena warisan yang tak akan abis dari orang tua adalah didikan/ajaran yang baik, tentu selain pendidikan
formal.

Buat mom tersebut, persoalan asuransi, tabungan buat pendidikan anak adalah hal yang perlu, namun dengan syarat orang tua memang mampu untuk menyisihkan dana untuk hal tersebut “kalau untuk kehidupan sehari hari saja masih pas pasan, bagaimana dong..bila dipaksakan yang ada nantinya malah muncul mencari usaha kilat asal untung aja!”. Memikirkan masa depan anak itu penting, tetapi jalani saja hidup sesuai dengan keadaan, jangan dipaksakan. Hal yang terpenting adalah mencari harta yang halal dan jalannya baik hingga anak keturunan kita dapat selamat di dunia-akhirat. Pendidikan agama buat mom ini merupakan prioritas nomir satu, baru menyusul pendidikan formal.

Jangan sampai rasa bersalah timbul bila orang tua tidak mampu membiayai anak anaknya hingga selesai pendidikan formalnya.
Tidak perlu merasa bersalah kalau orang tua tidak mampu membiayai pendidikan anak sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Rezeki sudah ada yang mengatur, tinggal diri kita yang berusaha dan berdoa. ” Orang tua yang baik tidak akan berharap mendapatkan balas jasa. Yang diharapkan tak lain agar anaknya dapat menjadi anak yang sholih/sholihah dan bertanggung jawab untuk kehidupannya sendiri. Tercapainya hal itu tentu telah membuat orang tua bahagia!” tutup mom keempat ini dalam akhir tulisannya.

Apa kewajiban yang harus dipenuhi orang tua pada anaknya menurut versi mom kelima ini? Pemberian perasaan dicintai, disayangi, dibutuhkan serta pemenuhan kebutuhan perasaan aman dan nyaman di rumah ! demikian pendapat beliau. Berkaitan dengan pendidikan,kewajiban orang tualah yang harus memberikan pendidikan agama dan pendidikan formal “semampu kita” dan seoptimal mungkin. Definisi “semampu kita” adalah mulai menabung sejak si kecil lahir. Bahkan bila dirasa perlu dan orang tua memiliki uang lebih, maka buat asuransi pendidikan buat anak. Bila tak ada uang lebih, usahakan tindakan “pemaksaan” dengan nilai persentase tertentu dari pendapatan per bulan kita yang dialokasikan untuk menabung dan “terlarang” untuk “di otak atik”. Beliau mengingatkan bahwa pendidikan akan semakin mahal dari tahun ke tahun. Bila tidak disiapkan sedini mungkin, mungkinkah dapat terbayar saat si kecil mengenyam pendidikan, terlebih pendidikan tinggi?.

Bagi mom kelima ini, mendidik kemandirian anak harus dilakukan secara perlahan dan berproses. Mendidik kemandirian anak adalah sebuah proses yang berkembang sejalan dengan usia anak dan bukan sebuah hal yang mutlak harus dapat dilakukan dalam
tempo satu bulan. Anak harus bisa mengerti bahwa hidup ini tidak mudah (meskipun misalnya orang tuanya cukup kaya secara materi). Bahwa untuk mendapatkan apa yang dia inginkan,dia butuh perjuangan dan pengorbanan. Bahwa tidak semua yang dia
inginkan bisa dia dapatkan meskipun dia sudah berjuang untuk itu. Hal tersebut akan menjadi dasar buat sang anak dalam menjalani kehidupan di dunia.

Mom keenam berprinsip bahwa memikirkan pendidikan anak adalah hal yang penting sekali. Beliau dan suaminya sudah sepakat
untuk memikirkan biaya pendidikan anak sampai dengan lulus S-1. Setelah itu terserah sang anak. ” Berhubung saya dan suami dahulu kuliah sambil bekerja dan kami berdua membiayai kuliah kami sendiri sampai selesai, maka hal itu pula yang akan kami terapkan ke anak-anak” tulis beliau. Anak harus dilatih mandiri!. Disamping itu anak juga harus dilatih untuk memahami bahwa hidup adalah perjuangan.

Beliau menceritakan bahwa dengan latar belakang keluarga beliau dan suami yang berasal dari keluarga sederhana, maka untuk mencapai hidup yang sekarang mereka miliki, mereka harus meniti jalan satu persatu penuh dengan keringat dan doa. Hal itulah yang juga akan mereka terapkan pada anak anaknya. Walau nantinya beliau dianugerahi rezeki yang berlebih, beliau dan suami tidak akan memanjakan anak dengan materi yang “plus” tersebut. Hidup itu seadanya. Kalau ada yang lebih maka berikanlah ke yang membutuhkan. Mom tersebut juga menceritakan diskusi dengan suaminya saat melihat anak-anak SMA yang pergi sekolah dengan mobil pribadi. Ia bertanya pada suaminya bagaimana dengan anak-anak mereka kelak?. ” Anak anak kita kalau sudah SMP sekolah naik bis atau angkot, take it or leave it!. Tidak ada antar-jemput apalagi sampai minta dibelikan motor atau mobil. ” demikian jawab sang suami.

” Kalau saya pribadi setuju dengan mommies yang lainnya. Tapi kalau di kultur saya, kewajiban orang tua itu hingga si anak sudah menikah” pendapat mom ketujuh ini. Menurut beliau, saat si anak menikah maka saat itu pula orang tua tidak berkewajiban terhadap si anak. Orang tua hanya berperan sebagai penasehat/advisor bila di perlukan.

Sharing mom kedelapan? Dari pengalaman pribadinya, orang tua beliau “mengurus” dirinya hingga ia menikah. Orang tua membiayai kuliah, ‘meminjamkan’ mobil, bahkan sebelum beliau dapat menyupir sendiri, ayahnya yang mengantar jemput ke sekolah. Bahkan
beliaupun kadang merasakan protektifitas orang tua terhadap dirinya, pun setelah ia menikah.

Menurut beliau, kewajiban orang tua yang pertama adalah memberi landasan Iman/Agama ” Insya Allaah dengan ilmu agama yang baik, rezeki mereka akan halal & thayib serta dapat selamat di dunia akhirat”. Mengenai sekolah yang resmi, bagi beliau itu adalah prioritas nomor dua. Kewajiban orang tua dalam masalah finansial bagi beliau adalah sampai si anak tersebut menikah, terutama anak perempuan. Bagi anak laki-laki, akan lebih baik bila terlebih dahulu diajar untuk mandiri, karena dia akan menjadi pencari nafkah utama dalam keluarganya saat dia menikah.

Namun hal diatas jangan diartikan bahwa anak diberikan semua yang ia inginkan “seperti yang salah satu mom katakan, bahwa anak juga harus diajarkan bertanggung jawab dan juga berprioritas”. Anak pun baiknya diajarkan berusaha untuk mendapatkan
apa yang dia inginkan. Beliau menceri

” Tapi mungkin ada baiknya kalau anak diajar untuk kerja sampingan saat dia masih sekolah ya ? Saya tidak pernah melakukannya. Bahkan begitu lulus kuliah saya langsung dilamar. Enam bulan kemudian menikah, 10
bulan kemudian punya anak. Karenanya, saya belum pernah merasakan dunia kerja :-( ” tulis beliau di akhir sharing pendapat dan pengalamannya. (DaI/WRM)

January 13, 2006

Horden Motif Lucu dan Menarik Untuk Kamar si Kecil

Filed under: Summary: Haushold

Mommies sedang mencari ide untuk mempercantik kamar si kecil dengan horden bermotif lucu dan menarik?. Mungkin ide ide para mommies di milist We R Mommies dapat mommies pertimbangkan dalam menjatuhkan pilihan optimal dengan biaya terjangkau. Tambahan informasi tempat penjulan horden siap pakai juga dapat mommies dapatkan di rangkuman kali ini.

Tempat Penjualan

Ada beberapa alternatif tempat penjualan horden dan sprei dengan motif anak anak yang dapat mommies temukan. Beberapa tempat yang diperkirakan menjual produk yang dimaksud adalah:

Mal Ambassador/ITC Kuningan
Tanah Abang
Pasar Puri

Buat Sendiri? Kenapa Tidak!

Seorang mommies memberikan ide untuk “mengakali” sang horden dari bahan sprei. Dengan variasi motif sprei yang beraneka ragam maka sebenarnya sprei dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan horden. Mengingat kain khusus horden memang harganya cenderung melangit, alternatif ini merupakan pilihan yang menarik.

“Nah kalau pakai kain sprei, biayanya jadi lebih murah karena per meternya hanya sekitar 20-25 ribu. Lalu tinggal membuat horden, entah itu dijahit sendiri atau melalui jasa penjahit” tulis mom berputri satu ini. Keuntungan lainnya adalah motif sprei yang digunakan untuk horden dapat pula dipakai bagi peralatan tidur, entah bantal ataupun guling.

Dengan harga per meter bahan sprei yang cukup murah dibanding bahan horden memungkinkan kita mengganti sang horden dengan durasi waktu singkat yang kita inginkan ” Jadi bisa menyediakan stok banyak!” pendapat beliau. Pun bila bahan bersisa, bahan tetap dapat digunakan untuk alas sofa, taplak meja atau baju rumahan.

” O iya, untuk gantungan hordennya, bisa dengan sistem kancing, tapi dapat juga dengan jepitan kain yang dapat digantungkan di rel horden” tips yang beliau berikan menjawab pertanyaan tentang jenis gantungan horden yang dapat digunakan.

Tips Cari Tukang Jahit

Mencari penjahit yang bersedia menjahit dari pola model yang telah kita rancang memang tidak selalu mudah dilakukan. Namun salah satu mom di milist wrm-indonesia memberikan salah satu urun sarannya: cari penjahit yang sepi dan tidak punya banyak order jahit!. ” Kadang tukang jahit yang top dan banyak langganannya agak enggan membuat rancangan model yang telah disiapkan pelanggan, apalagi untuk urusan membuat horden” demikian sharing mom tersebut. Beliau juga tak lupa mengingatkan untuk memberikan informasi ukuran jendela di rumah agar horden yang dibuat dapat “pas” di tempatnya. (DaI/WRM)

December 2, 2005

Alternatif Tempat Pernikahan Ukuran Medium

Filed under: Summary: Haushold
http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=619&Itemid=157

Ingin mengadakan pesta pernikahan medium dengan nuansa menarik dan tidak merepotkan?. Salah seorang mom anggota milist We R Mommies menginginkan hal serupa pada pernikahan saudaranya. Ia menginginkan adanya pesta pernikahan yang hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat agar terasa kental nuansa keakrabannya. Ingin tahu alternatif tempat yang diusulkan para mommies WRM? Silakan telusuri beberapa alternatif tempat yang diajukan oleh para members WRM.

CAFE PISA

Cafe ini terletak di belakang gedung sarinah, thamrin. Cafe ini biasa digunakan untuk pesta pernikahan sehingga booking dari jauh jauh hari perlu dilakukan agar mendapatkan waktu yang diinginkan. Kesan romantis akan didapatkan di cafe ini.

RESTAURANT KENANGA/LOTUS DI HOTEL BIDAKARA

Salah seorang tante dari anggota milist WRM melakukan pesta pernikahan beberapa saat yang lalu di sana. Model makanan yang prasmanan dengan disediakannya fasilitas musik (penyanyi dan pemain keyboard) juga dapat menjadi pertimbangan menarik.

RUMAH SEWA UNTUK PERNIKAHAN

Alternatif ini juga baik untuk dipertimbangkan. Rumah sewa model ini biasanya digunakan bukan untuk pesta pesta besar. Salah seorang mom di WRM juga menggunakan model rumah sewa untuk pernikahan. Rumah sewa ini umumnya digunakan untuk syuting namun bila kita menyewa untuk pesta pernikahan, mereka pun dapat menyediakan jasa katering.

HOTEL CEMARA di Pojokan Jl. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat

Secara tak sengaja mom member WRM ini melewati hotel tersebut. Di sana terdapat spanduk iklan hotel yang menawarkan adanya Special promo for weeding Idr 65,000/Person nett”. Menurut informasi beliau, hotel ini punya kualitas yang cukup baik mengingat para teman luar negerinya sering tinggal di hotel tersebut. Kesan hommy akan ditemui di hotel ini.

CAFE JAKARTA

COFFESHOP HOTEL SANTIKA di KS Tubun

Coffe shop ini terlihat “keren” dengan lokasinya yang menghadap kolam renang. Paketnya pun dapat dikatakan tidak terlalu mahal.

RESTAURANT KING di Cikini

Ini adalah restaurant yang punya spesialisasi untuk pesta pernikahan.

KLUB RASUNA

Lokasinya ada sebelum Taman Rasuna. Klub ini bukan bagian dari Apartemen, jadi tidak terlalu ramai. Namun di sana ada taman kecil untuk pesta. Bila ingin agak besar, dapat pula digunakan pool-nya. (DaI/WRM)

November 1, 2005

Membuat Lontong Dengan Plastik

Filed under: Summary: Haushold

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=604&Itemid=157

Ingin membuat lontong tanpa menggunakan daun pisang? Silakan baca rangkuman diskusi di milist WRM tentang tema tersebut.

I. Membuat Lontong Dari Plastik Lepas

Gunakan plastik container yang tidak terlalu tebal dan jangan yang tipis sekali.
Lubangi plastik dengan garpu sedikit saja
Isi beras 2/3 bagian
Didihkan air lalu masukkan plastik yg sudah berisi beras
Jaga plastik jangan sampai pecah (ada yang menggunakan stapler di bukaan plastiknya agar tidak bocor)
Biasanya lontongnya masak setelah 1/2 jam

II. Membuat Lontong Dari Kantong Plastik Beras Siap Pakai

Cari produk beras yang dimasak langsung dalam kantung plastiknya (di negara berbahasa jerman biasa digunakan istilah “Reisbeutel”)
Rendam plastik isi beras tersebut untuk beberapa saat
Masak di panci dengan air yang menutupi seluruh bagian plastik isi beras
Sedapat mungkin sering dilihat kandungan airnya agar selalu menutupi plastik isi beras
Masak hingga beras yang ada dalam plastik terlihat masak dan padat
Angkat, tiriskan dan angin-anginkan untuk beberapa lama
Bila lontong sudah padat-keras, lontong dapat disantap setelah sebelumya dipotong potong sesuai selera. (DaI/WRM)

Resep Sayur Godog dan Semur Betawi

Filed under: Summary: Haushold

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=606&Itemid=157

Resep Sayur Godog ala Mom Ibeth

Bahan:

Pepaya muda, dipotong tipis kecil-kecil,
Kacang panjang juga dipotong kecil-kecil,
Petai (kalo suka tapi memang membuat baunya lebih sedep)

Bumbu:

Santan kental dan encer
Cabe merah ada yang diulek ada yang dirajang halus
Bawang merah dan bawang putih dirajang halus
Kemiri
Salam
Laos

Cara Membuat:

Tumis semua bumbu yang diulek dan dirajang tipis sampai harum.
Masukkan sayuran kemudian santan.
Digodog sampai lama, karena makin lama makin sedap.

Resep Semur Betawi ala Mom Ibeth

Bumbu :

kemiri, mrica, ketumbar, pala , cengkeh, kayu manis, bawang merah putih, kecap, gula merah dan salam laos.

Bahan:

Daging secukupnya

Cara Membuat:

Bumbu diulek ditumis masukkan daging tambahkan air diungkep yang lama hingga hitam kecoklatan dan daging empuk.

Resep Sayur Pedas

Filed under: Summary: Haushold

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=605&Itemid=157

Resep Sayur Pedas ala Mom Non Non

Bahan:

1 papan besar tempe (potong dadu kecil)
1 butir kelapa yang diolah menjadi santan kental dan
santan encer
Bawang merah dan bawang putih (iris halus)
Lengkuas digeprek
Daun salam
Cabe rawit merah atau hijau (biarkan bulat-bulat saja tidak perlu dipotong)
Daging sedikit aja
Maggie block

Cara membuat:

Tumis bawang merah dan bawang putih kemudian masukkan daging dan tumis hingga daging layu.

Tambahkan daun salam, lengkoas, tempe dan santan encer.

Beri gula sedikit dan maggie block.

Aduk sampai daging matang.

Setelah daging matang, masukkan santan kental sedikit demi sedikit dan tambahkan garam. Aduk terus hingga mendidih.

Alternatif Masakan Lebaran

Filed under: Summary: Haushold

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=603&Itemid=157

Bosan dengan menu lebaran standar : ketupat-opor ayam?. Nah, silakan dicoba sharing alternatif masakan lebaran dari para mommies di milist WRM. Selamat memasak ya!.

Alternatif I

Nasi Putih/Lontong/Ketupat
Gule Iga
Lodeh (bila ingin khas, bisa digunakan kluwih)
Kering kentang
Sambal goreng ayam cincang (yang di bulat-bulat)
Bubuk kedelai
Emping, Kerupuk Udang

Alternatif II

Nasi putih/Lontong/Ketupat
Sayur pedas
Opor ayam/Rendang
Emping

Alternatif III

Nasi putih/Lontong/Ketupat
Soto betawi
Coto Makassar

Alternatif IV

Nasi putih/Lontong/Ketupat
Bakso/Makananan jajanan lainnya
Sate ayam
Sate klopo surabaya

Alternatif IV

Ketoprak atau menu jajanan yang menggunakan ketupat
Ketupat ketan

Alternatif V

Nasi putih/Lontong/Ketupat
Opor Ayam
Lodeh hati ampela

Alternatif VI

Nasi putih/Lontong/Ketupat
Sayur godog betawi
Semur daging betawi

Alternatif VII

Nasi putih/Lontong/Ketupat
Ayam woku/tuturuga (masakan manado)
Soto ayam

Alternatif VIII

Nasi putih/Lontong/Ketupat
Soto betawi

Tips Memilih Kulkas

Filed under: Summary: Haushold

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=596&Itemid=157

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam membeli kulkas:

- Garansi yang cukup panjang dan servis yang baik

Dengan membeli kulkas yang bergaransi panjang, maka kita dapat menghemat dana bila satu waktu kulkas yang baru dibeli tersebut mengalami kerusakan. Servis yang baik dan memuaskan juga penting dijadikan pertimbangan.

- Memiliki fungsi ozon, ion atau plasma sebagai penghilang bau tak sedap

Sebagai tempat penyimpan bahan mentah ataupun matang, kulkas memiliki potensi untuk memiliki bau tidak sedap. Dengan membeli kulkas dengan fungsi di atas maka bau yang tak menyenangkan di ruang penyimpanan dalam kulkas dapat diminimalisir.

- Hemat listrik

Carilah kulkas yang memiliki energi efisiensi yang baik. Hal ini dapat ditanyakan pada si penjual ataupun mencari info tersebut dari sumber lain, semisal web site produsen ataupun internet.

- Memiliki dua pintu dimana freezer dan refrigerator nya terpisah

Kulkas dengan dua pintu terpisah selain praktis juga memiliki double fungsi. Dengan memiliki freezer yang terpisah, maka tempat menyimpan produk beku diharapkan memadai.

- Punya ukuran yang cukup besar sehingga dapat dijadikan tempat penyimpanan bahan mentah ataupun masak.

Hal ini akan terasa penting terutama bagi para moms yang memiliki usaha makanan jadi. Di sini kulkas dapat berfungsi sebagai penyimpan produk sementara sebelum dikirimkan pada konsumen. Dengan ruang simpan yang cukup besar, moms juga dapat mengirit dana belanja mengingat dimungkinkannya membeli persediaan bahan makanan segar dalam jumlah banyak.(DaI/WRM)