February 3, 2006

Produksi ASI Menurun, Puting Susu Lecet

Filed under: Summary: Health

ASI mommies semakin sedikit kuantitasnya? Proses pemompaan ASI tidak memberikan hasil yang optimal?. Bila permasalahan tersebut sedang mommies hadapi, simak rangkuman diskusi di milist We R Mommies Indonesia tentang tema terkait. Selamat menyimak ya!.

Mengapa ASI saya jumlahnya tetap sedikit walau telah dipompa? Haruskan dihentikan upaya pemompaan ASI tersebut?

Salah satu mom di milist wrm-indonesia menyarankan agar upaya pemompaan tetap dilakukan. Namun jangan lupa untuk tetap melatih si kecil untuk menyusui langsung dari areola sang ibu. Kegiatan menyusui itu hendaknya tetap diteruskan walau ASI yang keluar dinilai sedikit “makin disedot, makin banyak ASI yang akan diproduksi!”.

Apa yang harus dilakukan agar ASI dapat berlimpah?

Selain si kecil harus sering menyusu, usahakan busui mengkonsumsi minum air putih sebanyak mungkin dan susu untuk menyusui, demikian pendapat mom ini. ” Dulu saya diberikan vitamin penambah air susu dari dokter, kalau tidak salah MOLOCO” tulis mom tersebut. Beliau menilai efek vitamin tersebut amat terasa dengan terbuktinya kuantitas produksi ASI dirinya yang makin melimpah.

Mom yang lain berpendapat bahwa hal yang terpenting harus dilakukan agar produksi ASI meningkat tak lain meningkatkan frekuensi breastfeeding-nya disertai dengan penanaman keyakinan bahwa sang ibu pasti dapat menghasilkan ASI yang mencukupi kebutuhan si kecil.

Benarkah saya harus minum cairan yang banyak agar ASI saya berlimpah?

Sebenarnya busui tidak memerlukan intake cairan yang sangat banyak. Yang terpenting diperhatikan adalah terpenuhinya asupan kebutuhan cairan per harinya. Wanita usia reproduksi biaasa membutuhkan liquid sekitar 2,25 l, ibu hamil 2.35 l dan busui kurang lebih 2,7 l. Bila busui mengkonsumsi cairan lebih dari batas kebutuhan tubuh (ca. 2,7 l tsb), biasanya tak akan banyak berpengaruh terhadap kuantitas produksi ASI yang dihasilkan (hasil dari beberapa penelitian ilmiah).

Adakah jenis jenis makanan tertentu yang dapat meningkatkan kuantitas produksi ASI?

Menurut mom ini, jenis jenis makanan atau bantuan supplementasi yang katanya akan mempengaruhi produksi ASI, entah benar atau tidak, namun yang saya tahu, efek langsung laktogenik beberapa makanan terentu tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah hingga saat ini.

Berapa sih jumlah asupan kalori yang diharapkan dikonsumsi oleh bumil?

Yang terpenting, usahakan mom memenuhi asupan kalori yang dibutuhkan. Busui membutuhkan kalori yang lebih tinggi dibandingkan ibu yang hamil. Bila seorang bumil membutuhkan ca 2350 kcal perhari, nah busui sendiri memerlukan 2700 kcal per hari agar asupan energinya tercukupi.

Itupun dari 2700 kcal, 200 kcal nya sudah tersedia dalam bentuk fat deposit wanita saat ia menjalankan kehamilannya. Karenanya, asupan energi yang harus dikonsumsi hanya sekitar 2500 kcal. Sebagai pembanding, kebutuhan wanita usia reproduksi sekitar 2100 kcal, jadi pertambahan kalori sebenarnya dari pola makan normal sebelum hamil dan menyusui ya jatuhnya hanya 400 kcal saja per hari. Asupan energi harus diusahakan tercapai agar kondisi yang optimal untuk produksi ASI dapat tercapai.

Boleh tidak sih melakukan diet saat hamil?

Tidak boleh!!. Jangan membatasi makan yang “sangat” juga saat masa menyusui. Walau asupan tidak begitu banyak mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI, namun dalam
kondisi ekstrim seperti asupan < 1700 kcal, maka kuantitas ASI akan berkurang 15%. Jadi jangan berusaha menjaga berat badan dengan alasan diet ya mommies saat menyusui.

Kalau puting susu saya lecet, apa yang harus saya lakukan?

Mom ini berpendapat, pemberian minyak kelapa asli amat bermanfaat. Pembaluran dilakukan saat si kecil tidak menyusu. Bila si kecil akan menyusui, puting dibersihkan dengan kasa yang telah dibasahi oleh air hangat. Beliau juga menganjurkan untuk menggunakan produk VCO dalam mengatasi masakah puting susu lecet.

Faktor apa juga yang berpengaruh terhadap sukses menyusui?

Munculkan kegembiraan dalam diri busui, karena bila sang ibu stress, si kecil juga akan merasakan. Terlebih dengan kepesimisan bahwa ASI yang dipompa atau diproduksi hanya akan memberikan hasil minimal. Hal tersebut juga akan mengakibatkan produksi ASI akan menurun dan si kecil juga tidak bersemangat untuk menyusu pada ibu. Kondisikan pula agar faktor-faktor eksternal mendukung pilihan menyusui si kecil!. (DaI/WRM)

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://myscratch.blogsome.com/2006/02/03/produksi-asi-menurun-puting-susu-lecet/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>