January 13, 2006

Program Mommies Asuh WRM-Indonesia: Dari Bincang Virtual ke Aksi Nyata

Filed under: Uncategorized

“Satu buah lidi mungkin tak akan banyak membawa manfaat. Namun bila lidi-lidi tersebut dikumpulkan menjadi satu, maka ia dapat menjadi sapu lidi yang memiliki banyak fungsi” demikian kurang lebih salah satu sitiran yang amat memotivasi warga rumah maya milist We R Mommies Indonesia dalam mewujudkan salah satu kegiatan sosialnya, Program Mommies Asuh We R Mommies Indonesia.

Program perdana yang biasa disingkat menjadi “Program MA Asuh We R Mommies” merupakan salah satu aksi sosial dari keluarga WRM-Indonesia. Aksi kegiatan di bawah payung WRM Indonesia memang tepat menjadi pengejawantahan motto We R Mommies dengan “Together We Care” nya.

Dari Sekedar Obrolan Hingga Terwujud dalam Kegiatan

Obrolan ringan bermutu yang akhirnya menghasilkan program ini sendiri dimulai sejak awal tahun 2005 . Bincang dan diskusi di milist WRM-Indonesia yang dipicu dari keprihatinan akan pendidikan anak bangsa, akhirnya menghasilkan satu keinginan bersama keluarga besar We R Mommies untuk membantu anak anak yang kebetulan kurang mampu dalam menjalani masa wajib belajarnya.

“Together We Care! ” pun tak hanya tertulis dan terbaca, melainkan diniatkan bersama untuk diwujudkan dalam satu aksi sosial kegiatan penyantunan dana pendidikan pada anak anak yang kurang beruntung. Melalui moderasi dari Monica, Wanda dan Meidya akhirnya berhasil terkumpul 33 Mommies Asuh yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan mulia ini. 33 Mommies Asuh yang telah berkomitmen untuk menolong sebagian anak anak tak beruntung, tak hanya terdiri dari warga milis WRM, bahkan warga di luar milist non WRM pun bersedia membagi sebagian hartanya untuk kegiatan sosial MA We R Mommies Periode 2005-2006.

Para donatur yang terkumpul di program tersebut tak hanya perseorangan, namun ada pula yang berupa lembaga. Besar donasinya sendiri amat variatif, berkisar antara Rp. 30.000 - Rp. 200.000 per bulannya. Dari 33 Mommies Asuh yang tergabung di kegiatan ini dapat dikumpulkan dana kolektif sebesar Rp. 1.470.000,-/ bulan.

Tim Kepengurusan Program , Si Motor Kegiatan

Bersamaan dengan terkumpulnya para Mommies Asuh, di intern Kepengurusan We R Mommies sendiri dibentuk tim kerja yang menjadi motor pelaksana kegiatan sosial tersebut. Perekrutan yang hanya memakan waktu dalam hitungan hari ternyata berhasil membuat satu tim yang anggotanya lintas benua. Di bawah motorisasi Inayati, Elfa, Redni, Renta dan Hilda serta pengawasan dari trio moderator saat itu, pembuatan konsep program pun disusun.

Kerja kepengurusan jarak jauh dalam mematangkan persiapan - ataupun pelaksaanaan Program MA We R Mommies ternyata hal yang mungkin untuk dilakukan. Terbukti dari kerjasama yang cukup intensif di intern tim maupun pihak ekstern. Komunikasi melalui E-Mail, SMS, Telefon menjadi hal penting yang dilakukan mengingat para pengurus yang terlibat dalam program ini tak hanya berdomisili di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kerja virtual yang melibatkan para mommies yang bermukim di Inggris, Amerika, Jerman, Jakarta dan Tasikmalaya terbukti mampu menuangkan satu aksi nyata yang perencanaanya 100% dilakukan di dunia maya.

Program Mommies Asuh We R Mommies 2005/2006

Pada program perdananya ini, We R Mommies mengadakan kerjasama dengan pihak Yayasan Annisa Indonesia (YAI). Pemberian dana bantuan pendidikan diprioritaskan pada anak anak usia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama/ Sekolah Menengah Atas. Setelah diadakannya proses seleksi, akhirnya terpilih 17 anak yang akan diberikan bantuan dana pendidikannya oleh WRM Indonesia. Dengan santunan Rp.60.000/bulan pada 10 anak usia SD dan Rp 120.000/bulan pada 7 anak usia SMP/SMA, We R Mommies telah berkomitmen memberikan dukungan finansial pada anak anak tersebut selama periode waktu Oktober 2005 - September 2006.

Together We Care!

Program MA Asuh Periode 05/06 yang melibatkan kerjasama dengan YAI telah berjalan. Rencana dan konsep akhirnya kini telah tertuang dalam tindakan nyata. Tak ada yang kami harapkan dari kegiatan ini selain keinginan untuk dapat berkontribusi sedikit bagi pendidikan anak bangsa dari kalangan masyarakat yang kurang beruntung.

Dengan “Together We Care”, We R Mommies mengajak anda para pembaca budiman untuk berbuat sesuatu pada generasi penerus bangsa yang mungkin makin terhimpit kesulitan hidup di bumi pertiwi tercinta. Keadaan yang makin “tak ramah” bagi mereka dengan segala permasalahan pendidikan dan sistemnya, jangan sampai membuat tunas tunas bangsa yang memiliki potensi, prestasi dan keinginan untuk memperbaiki diri, harus tenggelam hanya karena faktor dana pendidikan yang tak dimiliki.

“Without a sense of caring, there can be no sense of community”, demikian ungkapan terkenal yang Anthony J. D’Angelo ciptakan. Pendiri dari The Collegiate EmPowerment Company dan pengarang beberapa The Inspiration Book Series amat menyadari bahwa tanpa ada rasa kepedulian maka tak akan muncul rasa kebersamaan dalam satu komunitas.

Karenanya, marilah kita asah rasa kepedulian kita bersama. Marilah berbuat sesuatu untuk mereka yang masih tersendat sendat menjalani masa pendidikan wajibnya akibat tak adanya dana untuk sekolah . Besar harapan kami, anda pembaca budiman, dapat menjadi bagian dari kegiatan amal ini di Program MA periode 2006-2007 yang akan datang. Semoga semboyan kami tentang kepedulian pada sesama selalu dapat tertuang dalam kegiatan kegiatan WRM Indonesia. Namun kami yakin, “Together We Care” tersebut hanya dapat terwujud dengan bantuan anda!.(DaI)

* Pertanyaan dan informasi dapat dialamatkan pada:
asuh@wrm-indonesia.org

* Rekening Program:
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

(sumber foto : www.corbis.com)

Haruskah Mengkonsumsi Makanan Berkuantitas Tinggi Saat Berbadan Dua?

Filed under: Summary: Health

“Wah kok makannya banyak banget sih?..lapar ya?”

“Ngga juga sih, cuma aku kan lagi hamil, jadi ya makan buat dua orang dong. Lagi juga kan bagus buat si kecil kalo nutrisi yang diterima makin banyak!”

“Udah berapa kg sih nambahnya?”

“Ah baru 8 kg kok..masih punya jatah naik 2-3 kg nih satu bulan ke depan. kan wajar banget lho kalau hamil tua gini laper mulu!

Makin banyak makan, nanti si kecil jadi makin cukup deh kebutuhan makan saat di di rahim.”

“Oh gitu yah (?!?)..tapi kalo aku hamil nanti mendingan diet aja deh. Takutnya nanti malah BB ngga balik modal sehabis melahirkan!”

Percakapan demikian pasti sering mommies amati, khususnya di kalangan ibu hamil (bumil). Opini yang berkembang di masyarakat dengan pemakluman bahwa seorang bumil harus mengkonsumsi makanan dengan kuantitas lebih berdasarkan acuan bahwa ia harus makan untuk dua orang bukanlah hal yang aneh kita temui.

Demikian halnya dengan patokan pertambahan berat badan (BB) terntentu yang harus diraih dan kadang membawa situasi “stress” ataupun “toleransi” tertentu atas BB yang ada dan harus diraih oleh seorang bumil.

Namun benarkah harus selalu demikian? Seperti apakah kebutuhan nutrisi seorang wanita saat menjalani kehamilannya?. Bagaimanakah pengaruh status nutrisi seorang bumil dengan si kecil yang dikandungnya?

Teori Fetal Programming

Salah satu teori yang menjelaskan pengaruh status nutrisi seorang ibu hamil pada janin yang dikandungnya adalah teori yang dikenal dengan nama “Fetal Programming”. Menurut teori tersebut, seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi/malnutrisi akan menyebabkan fetus yang dikandungnya mendapat asupan makanan yang kurang dalam pertumbuhannya. Hal itu mungkin akan memacu timbulnya penyakit kronis yang si kecil derita di masa depan.

Penyakit penyakit seperti jantung koroner, hipertensi, kolesterol, gangguan toleransi glukosa dan diabetes biasa ditemui dari para bayi yang dilahirkan oleh para ibu yang mengalami masalah malnutrisi pada masa kehamilan. Dari penelitian penelitian tema serupa, disimpulkan bahwa peran status gizi seorang bumil terhadap si kecil yang dikandungnya amat penting. Karenanya lupakan keinginan untuk diet demi tetap langsingnya tubuh saat hamil karena jangan jangan tindakan itu malah membahayakan masa depan si kecil!.

Perubahan Fisiologi dan BB Selama Kehamilan

Saat seorang wanita menjalani masa kehamilan, basal metabolisme tubuh akan semakin meningkat. Bersamaan dengan itu terjadi pula mekanisme adaptasi dalam tubuhnya. Penambahan berat badan di masa akhir kehamilan biasanya disebabkan karena pertumbuhan fetus (ca. 3 kg), pertumbuhan di tubuh ibu yang meliputi uterus, plasenta, air ketuban, air dan darah (ca. 4 kg) dan persediaan lemak (ca. 3kg). Tak heran, seorang bumil akan memiliki berat badan yang lebih dibanding saat ia tak mengandung. Penambahan BB adalah hal yang mutlak!.

Berbeda dari anjuran penambahan BB kehamilan di era 70-80′an, penambahan BB yang direkomendasikan saat seorang ibu mengandung saat ini biasanya berpatokan pada Body Mass Index (BMI) yang ibu miliki sebelum mengandung. Semakin rendah BMI yang ibu miliki sebelum masa konsepsi, semakin tinggi kuantitas pertambahan BB yang diharapkan. Wanita dengan BMI < 20 dianjurkan untuk menambah BB selama kehamilan sebanyak 12,5 - 18 kg. Wanita yang BMI sebelum hamilnya normal (20,0-26,0) idealnya bertambah BB saat hamil sekitar 11,5-16 kg.Sebaliknya, seorang wanita yang terkategori obesitas hanya dianjurkan untuk mengalami penambahan BB tak lebih dari 6 kg hingga masa akhir kehamilannya! (Abrams et al 2000).

Kebutuhan Energi dan Protein

Kondisi kehamilan memang akan menyebabkan kebutuhan energi dan protein yang bertambah. Namun hal tersebut bukan berarti mentolerir seorang bumil dapat makan sebanyak banyaknya dengan alasan “makan untuk dua orang”. Penambahan energi yang direkomendasikan hingga masa akhir kehamilan berdasarkan hasil penelitian terbaru di bidang maternal tak lainnya hanya sebesar 85.000 kcal. Kcal sebesar 85 ribu ini pun telah mencakup energi yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, supply energi untuk jaringan baru, simpanan dalam bentuk lemak serta 10% energi yang hilang untuk metabolisme tubuh.

Dengan memperhitungkan masa kehamilan yang hanya 280 hari, rata rata penambahan kalori yang sebenarnya dibutuhkan oleh bumil hanya sebesar 300 kcal (85.000/280). Jumlah ekstra kalori tersebut tak lebih dari pengkonsumsian sebuah joghurt 250-300 gr dengan kadar lemak 3,5%!. Itupun sebenarnya ekstra kalori benar benar dibutuhkan khususnya sejak 5 bulan kehamilan.

Penambahan kebutuhan protein sebenarnya hanya sebesar 0,9-1,0 gr per kg BB per hari. Meningkatkan konsumsi sumber protein sebanyak mungkin dengan alasan “hamil” juga sebenarnya bukan merupakan tindakan bijaksana. Jumlah protein yang ditambah sendiri biasanya hanya dianjurkan bila asupan energi juga cukup. Bila kondisi tersebut tidak dipenuhi, asam amino akan digunakan terlebih dahulu untuk produksi energi.

Kebutuhan Mikronutrisi: Asam Folat dan Vitamin A

Tambahan asupan mikronutrisi juga dibutuhkan selama masa kehamilan. Asam folat, Vitamin A, Sodium, Kalsium, Magnesium, Besi, Yodium adalah beberapa mikronutrisi yang penting dicatat di masa ini.

Asam folat amat dibutuhkan saat terjadinya penambahan jumlah sel di masa awal kehamilan. Kekurangan asam folat biasanya akan dikaitkan dengan tingginya risiko si bayi mengalami “neural tube defects”, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan lahir prematur.

Vitamin A dalam bentuk retinol berkontribusi terhadap kualitas pengelihatan si kecil. Pada daerah dengan masalah defisiensi vitamin A, transfer aktif vitamin A ke fetus akan tetap terjadi walau sang ibu memiliki serum-vitamin A yang rendah dalam darahnya. Bahkan di tri semester tiga kehamilan, fetus akan mulai menimbun vitamin A dalam organ hatinya.

Kolostrum yang ibu produksi setelah melahirkan si kecil merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin A. Namun perlu diperhatikan bahwa seorang ibu yang mengalami defisiensi vitamin A tidak akan memiliki kuantitas transfer vitamin A yang cukup melalui plasenta dan ASI.

Ibu menyusui yang berada di daerah endemik defisiensi vitamin A harus mendapatkan supplementasi vitamin A (200.000 IU) selama masa 8 minggu pertama setelah melahirkan. Supplementasi vitamin A ini tidak boleh dilakukan saat si ibu hamil mengingat adanya efek teratogenik yang diamati pada pemberian dosis tinggi vitamin A pada masa kehamilan.

Kebutuhan Sodium, Kalsium, Magnesium

Pengkonsumsian sodium dan kalsium dengan jumlah “sedang” juga diperlukan. Kalsium berperan penting dalam mekanisme pengaturan selama masa kehamilan dan menyusui. Ia juga akan meningkatkan absorbsi intestinal yang terjadi. Biasanya, setelah masa 6-12 bulan sang ibu melewati masa menyusui, depot kalsium di tubuhnya akan kembali terisi. Seorang bumil yang mengkonsumsi kalsium minimal 1000 mg Ca/hari akan kecil memiliki risiko terkena PIH (Pregnancy Induced Hypertension).

Kekurangan magnesium biasanya dialami oleh 5-30% bumil dengan ditandai adanya keluhan kram (Nocturnal Systremma). Suplementasi secara oral dari mikronutrisi ini terbukti akan mengurangi keluhan kram pada ibu yang sedang mengandung.

Kebutuhan Besi dan Iodium

Besi juga merupakan mikronutrisi yang amat diperlukan dalam masa kehamilan. Anemia saat kehamilan biasanya akan mempertinggi risiko terjadinya BBLR pada bayi, tingginya insidens kelahiran prematur dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian pada ibu saat melahirkan. Perlu diingat, anemia tidak selalu disebabkan karena kekurangan besi dalam darah. Kebanyakan wanita menderita anemia yang disebabkan oleh kombinasi kekurangan besi, asam folat, vitamin B12 dan vitamin A.

Kekurangan iodium saat masa kehamilan sedapat mungkin harus dihindari. Seorang bumil idealnya harus memiliki persediaan iodium yang mencukupi agar transfer iodium ke fetus yang dikandungnya dapat mencukupi. Asupan iodium yang kurang dalam kehamilan dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan otak fetus, BBLR, kretin dan kongenital yang abnormal. Mengingat pentingnya fungsi iodium dalam masa ini, bumil dianjurkan untuk mengkonsumsi produk produk fortifikasi iodium seperti garam ber-iodium dan minyak ber-iodium.

Kebutuhan Kalori: Haruskah Selalu Tinggi?

Kebutuhan penambahan energi pada kondisi hamil amat variatif antar satu bumil dengan yang lainnya. Seorang ibu hamil yang status nutrisi nya sudah baik atau bahkan overweight tidak perlu meningkatkan asupan energi yang biasa dikonsumsi. Yang diperlukan dalam kondisi ini adalah konsumsi makanan yang variatif, terutama yang mengandung besi dan mikronutrisi yang diperlukan selama masa kehamilannya. Buah buahan, sayur mayur, daging, ikan dan produk turunan dari susu adalah beberapa sumber makanan yang dianjurkan untuk disantap.

Berbeda dengan remaja yang kebetulan mengandung, kebutuhan energi yang harus dicukupi akan tinggi karenanya asupan makanannya pun harus ditingkatkan. Hal itu perlu dilakukan karena di kondisi tersebut sang bumil “remaja” masih memerlukan zat zat makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayinya dan dirinya sendiri.

Konsumsi Kafein, Alkohol dan Nikotin

Tabukah mengkonsumsi kopi selama hamil? Sebenarnya tidak, walaupun akan lebih bijak bila konsumsi kafein “diliburkan” selama masa kehamilan. Kopi tetap dapat dikonsumsi dengan jumlah tertentu. Minum 2-3 cangkir kopi per hari biasanya masih ditoleransi karena dari hasil penelitian terkait, belum ada efek negatif yang ditunjukkan. Sebaliknya, meminum kopi lebih dari 6 cangkir sehari harus dihindari mengingat asupan kofein yang+ tinggi akan memperbesar pengaruh rendahnya BB bayi saat dilahirkan.

Alkohol memang merupakan pantangan selama masa hamil. Dengan efek negatif pada janin yang nantinya dapat menimbulkan kerusakan syaraf, alkohol memang merupakan barang yang tabu untuk dikonsumsi. Dari penelitian tema terkait terbukti alkohol dapat menyebabkan terjadinya fetal alcohol syndrome pada bayi yang dilahirkan.

Bagaimana halnya dengan rokok? Serupa dengan alkohol, rokok juga merupakan barang tabu bagi seorang bumil. Merokok saat mengandung si kecil biasanya akan berhubungan dengan tingginya risiko terjadinya aborsi, kelahiran prematur serta penyakit fatal yang timbul pada si kecil seperti penyakit pernafasan dan asma.

Pola Konsumsi Makanan Yang Dianjurkan Pada Bumil

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, pola konsumsi makanan yang dianjurkan pada ibu hamil adalah diet makanan yang seimbang dengan kandungan protein dan mikronutrisi berkualitas tinggi serta energi yang cukup. Penambahan energi yang tinggi sendiri baru diperlukan pada tri semester ketiga kehamilan.

Karenanya, tak perlu mommies mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang besar besaran atau selalu “ngemil” saat masa kehamilan. Yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh tak lain kualitas makanan yang variatif. Pun ada penambahan asupan energi di tiga bulan akhir masa kehamilan, “ekstra” yang diperlukan tak lain hanya tambahan kalori setara dengan 250-300 gr yoghurt setiap harinya!. (@DaI)

Foto http://corbis.com

Mikronutrisi, Kekebalan Tubuh dan Infeksi

Filed under: Summary: Health

Adakah keterkaitan antara infeksi dan mikronutrisi?

Hingga kini, hanya ada bukti ilmiah yang membuktikan adanya hubungan vitamin A, Zinc dan Iron dengan infeksi. Hal tersebut akan lebih teramati pada kondisi “poor”.

Dimana ditemukan sumber vitamin A?

Vitamin A ditemukan dalam bentuk preformed vitamin (retinol) di sumber makanan hewani serta provitamin (beta-carotine)di sayuran dan buah-buahan. Contoh makanannya sendiri: hati, fish liver oils, susu, produk turunan susu, butter, telur dll.

Apa yang terjadi di tubuh kita dalam kondisi defisiensi vitamin A?

Bila terjadi kondisi defisiensi atau kekurangan vitamin A, maka diantaranya dapat menyebabkan “impaired defence” di permukaan epithelial yang disebabkan oleh rusaknya struktur epitel. Selain itu juga terjadi perubahan mucous, diminished sekretasi dari IgA dan juga akan “diminished” fungsi dari neutrophils, makrofagus dan natural killer cells. Kondisi defisiensi juga akan merubah B dan T-Cell proliferation an function, khususnya Th2-dependent antibodi-mediated responses.

Adakah bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan atara defisiensi vitamin A dengan timbulnya beberapa penyakit infeksi dan mortalitas?

Dari studi cross sectional dan longitudinal dicatat jelas adanya hubungan antara defisiensi vitamin A dengan peningkatan kasus diarrhoea dan respiratory infections serta meningkatkan angka mortalitas pada anak-anak (Sommer et al.).

Pada wanita diamati bahwa kekurangan vitamin A akan berasosiasi dengan meningkatnya risiko urinary atau reproductive tract infections dan diarrhoea (Christian et al). Konsentrasi serum vitamin A yang rendah juga diindikasikan dengan meningkatnya risiko vertical transmission HIV di studi prospective cohort (Shey et.al 2002).

Kalau keterkaitan konsumsi vitamin C dosis tinggi dengan sistem imun bagaimana?

Nah kalau keterkaitan konsumsi vitamin C dosis tinggi dengan sistem imun, menurut salah satu narasumber sih belum ada bukti statistik jelas yang menerangkan keterkaitannya dengan mekanismenya (minimal hingga saat ini). Jadi penjelasan lebih lanjut belum bisa disampaikan, tapi baru bukti empiris vitamin A nya saja yang dapat disampaikan.

Lho jadinya tidak ada pengaruh konsumsi vitamin C dengan infeksi, sistem imun begitu?

Sebenarnya vitamin C juga didokumentasikan terhadap perubahan fungsi imun. Seberapa jauh ? Nah kalau menurut narasumber dari universitas Tuebingen, mekanismenya dan sejauh mana, belum jelas diketahui.

Kalau fungsi Zinc sendiri terhadap imunitas tubuh bagaimana?

Zinc ini merupakan komponen terbesar dari metalloenzymes. Ia juga memiliki peran penting dalam pembentukan dan aktivasi dari T-Lympocytes.

Sumber makanan yang kaya akan zinc contohnya apa saja ya?

Beberapa sumber zinc yang bisa disebut adalah red meat dan poultry, beans, kacang2an, certain seafoods, whole grain dll. Namun perlu diperhatikan, absorbsi Zinc akan lebih besar dari sumber hewani dibanding yang nabati.

Adakah keterkaitan defisiensi zinc dan defisiensi vitamin A?

Ya, defisiensi Zinc dan Vitamin A biasanya saling terkait.

Bila ada program supplementasi Zinc pada anak anak (khususnya di negara berkembang), perbaikan apa yang dapat diamati?

Supplementasi zinc pada anak anak di negara berkembang biasanya akan berhubungan dengan makin membaiknya in stunted growth, kenaikan berat badan pada underweight children, reduksi kasus diare dan pneumonia. Zinc juga berperan dalam menurunkan the duration of colds pada orang dewasa (Mossad et al 1996). Dan “katanya” juga mungkin punya peran penting dalam prevensi malaria, walau datanya masih inkonsisten.

Kalau tentang suntik vitamin C?

Wah belum bisa menjawab, karena belum banyak informasi valid yang beredar.

Kalau mengkonsumsi iron, memang dapat terkena diare?

Kejadiannya diare pada suplementasi iron sebenarnya “a small but significant increase in the risk of developing diarrhoea” biasanya dihubungkan dengan adanya program pemberian supplementasi iron, khususnya di daerah endemik malaria (Sachdev et al.2002). Professor itu menggaris bawahi “daerah endemik malaria” karena umumnya data penelitian terkait berasal dari daerah-daerah yang endemik malaria.

Lho bukankah bila kita terlalu banyak mengkonsumsi iron pup-nya dapat menjadi keras?

Tentang kaitan konstipasi dan pemberian supplemen besi, memang benar adanya. Namun kejadian diare dan gangguan gastrointestinal lain biasanya juga bersamaan muncul di kalangan populasi yang diteliti (coba masukan kata kunci iron supplementation constipation diarrhoea di google scholar maka nantinya akan dimunculkan beberapa penelitian terkait). Jadi sebenarnya tak hanya efek konstipasi yang muncul dalam pemberian supplementasi besi, namun gangguan gastrointestinal lain juga dapat muncul.

Berkaitan dengan suplementasi besi, “katanya” ada data yang “conflicting” ya?

Ya benar, karena di satu sisi suplementasi memberikan keuntungan tapi juga ditemukan adanya “harmful effects” nya. Hal tersebut lebih jelas teramati pada daerah yang terkategori endemik malaria.

Review sistematik terbaru (2002) hanya menyimpulkan bahwa suplementasi iron tidak memiliki efek membahayakan “on the overall incidence of infectious diseases in children, but there’s a small but significant increases in the risk of developing diarrhoea (Sachdev et al.2002)”.

Tentang review yang baru saja disebutkan, dapat diceritakan lebih lanjut?

Sebenarnya masih ada pertanyaan yang belum terjawab dan memunculkan issue baru. Contohnya, risiko tinggi terhadap diare dari supplementasi iron sebenarnya disebabkan oleh infeksi gastrointestinal atau oleh konsekuensi irritant effect dari iron on the gut motility, ini juga belum terjelaskan.

Juga belum dapat dijelaskan efek dari “effect of dose” pada insidens dari infeksi. Namun “katanya” untuk diare, pada anak anak yang mendapatkan makanan fortifikasi (dibandingkan dengan yang mendapatkan “medicinal iron”), kemungkinan adanya “dose related effect” dapat teramati.

Karenanya kebijakan fortifikasi dengan dosis rendah iron secara teori dianggap sebagai intervensi public health yang teraman.

Adakah efek buruk supplementasi besi (khususnya yang berlebihan) pada tubuh?

Supplementasi besi, apalagi yang berlebihan, sebenarnya dapat meningkatkan produksi “free radical” dalam tubuh, dan ini akan menimbulkan efek berbahaya terhadap imunitas tubuh (khususnya bagi golongan yang termasuk high risk). Sulitnya, pertahanan terhadap free radikal ini “are compromised in the most” di kasus defisiensi iron dan malnutrisi.

Sehingga salah satu kebijakan penanganan kasus pada anak anak yang malnutrisi parah (kwashiorkor dan marasmus), di awal treatmentnya mereka tidak boleh diberikan iron hingga selera makannya muncul. (DaI/WRM)

Sekilas Tentang MGRS

Filed under: Uncategorized

Ingin tahu lebih lanjut tentang MGRS nya WHO?. Simak rangkuman diskusi di milist We R Mommies di bawah ini ya.

Kepanjangan dari apa sih MGRS itu? dan apa sih MGRS?

MGRS itu singkatan Multicentre Growth Reference Study. Studi ini dilakukan oleh WHO untuk menghasilkan referensi growth menggantikan referensi NCHS. Dengan adanya MGRS ini diharapkan akan terdapat kejelasan apa yang dimaksud dengan optimal growth.

Ada artikel/jurnal yang mengulas lengkap tentang hal tersebut?

Ya, ada. Artikel yang lengkap ada di Food and Nutrition Bulletin 2004;25(supplement 1):S3-S84. Di sana terdapat keterangan lengkap tentang studi MGRS, dari preface nya, model desain studi, metodologi, cerita masing masing pemilihan sampel di beberapa negara dll.

Latar belakang dilakukannya studi MGRS itu apa ya?

Cerita ini berawal dari banyaknya kejadian misinterpretasi terhadap pertumbuhan bayi yang disusui (khususnya setelah usia 6 bulan, dimana mulai diberikan complementary feeding) bila pertumbuhannya dibandingkan dengan NCHS reference data. Ternyata misinterpretasi ini muncul dari keterbatasan referensi data NCHS.

Dari segi biologi, data ini dikumpulkan dari bayi2 > 30 th yang lalu di Amerika, masa di mana “bottle feeding” dan “early supplementation” sedang menjadi “trend” di sana.

Secara teknik juga terdapat inadequate frequency pengukuran dan inadequate curve fitting technology.

Setelah itu terjadi diskusi panjang di tingkat internasional, antisipasi apa yang harus dilakukan. Akhirnya disepakati agar dibuat referens data baru yang samplenya lebih selektif dan representatif. Hal yang terpenting, faktor breastfeeding diperhitungkan dalam rencana pembuatan referens data baru. Akhirnya rencana pelaksanaan studi MGRS disepakati.

Adakah variabel rekomendasi feeding yang khusus dalam studi MGRS?

Dalam studi ini, terdapat beberapa variabel rekomendasi feeding yang harus dipatuhi oleh para sample. Beberapanya adalah sbb:
- dilakukannya exclusive atau predominant breastfeeding minimal selama 4 bulan
- pengenalan complementary food yang dimulai pada usia 6 bulan
- partial breastfeeding harus dilanjutkan minimal hingga usia bayi 12 bulan

Kondisi kondisi ini tidak diminta pada pengumpulan data NCHS dahulu.

Sampel yang digunakan dalam studi MGRS sifatnya internasional ya?

Ya. Di rencana pembuatan kurva referensi pertumbuhan yang baru ini, digunakan sampel internasional. Responden dari brazil, ghana, india, norway, oman dan USA yang dianggap dapat mewakili seluruh kontinen dipilih sebagai obyek studi.

Sampel di studi ini adalah bayi bayi yang disusui dan populasi yang dipilih adalah populasi yang unconstrained growth dan ada di smoke-free environment.

Jenis studi apa yang digunakan dalam studi MGRS?

Di proyek ini digunakan kombinasi studi longitudinal (dari lahir hingga usia si anak 24 bulan) dengan studi cross sectional (usia anak 18-71 bulan).

Untuk studi populasi, random sample di pilih untuk kawasan Eropa dan Amerika. untuk negara berkembang, dilakukan cross sectional survey untuk mendeteksi sub-population groups yang sesuai.

“Sub-population groups” yang sesuai itu seperti apa ya?

Grup yang dianggap “sesuai” memiliki ciri sebagai berikut:
- status sosial-ekonomi doesn’t constrain growth
- mobilitas yang rendah pada grup traget: altitude below 1500 m
- minimal 20% para ibu bersedia menjalankan feeding recommendation yang diatas tadi
- adanya sistem yang mendukung breastfeeding serta kolaborasi institusi.

Pendekatan preskriptif apakah yang digunakan?

Di WHO Multicentre Growth Reference Study (MGRS), pendekatan preskriptif yang digunakan adalah:
optimal nutrition–bayi yang disusui, pemberian makanan tambahan yang sesuai waktunya

optimal environment– tidak ada kontaminasi mikrobiologi juga lingkungan yang bebas rokok

optimal health care– adanya imunisasi, kunjungan rutin ke dokter anak

Sebelum dilakukan studi MGRS, ada tidak pilot studi yang sudah dilakukan?

Sebenarnya sudah ada pilot studi yang dilakukan di Cambridge untuk melihat growth pattern (weight for age) pada breast-fed infants yang dibandingkan dengan NCHS-centiles. Nah di sana sudah terlihat bahwa pola W/A pada bayi yang disusui akan terlihat lebih rendah bila dibandingkan dengan kurva NCHS mulai di usia 6 bulan.

Pola ini akan terlihat pada bayi laki laki dan perempuan. Laporan lengkapnya bisa dilihat di Whitehead RG &Paul AA, Acta Pediatr 89, 2000, p. 136-138).

Adakah efek di masa depan pada bayi disusui yang mengalami pertumbuhan tinggi lebih rendah dibandingkan bayi yang tidak disusui?

Terdapat studi Cohort pada 2500 bayi Denmark yang dilahirkan th 60 an. Kemudian diasosiasikan bahwa pada bayi yang mendapat partial breastfeeding hingga 7-9 bulan akan berhubungan dengan pengurangan linear growth (1 cm pada usia 12 bulan) dibandingkan NCHS reference date.

Namun, tidak ada perbedaan tinggi badan antara bayi bayi tersebut dibandingkan dengan bayi yang mendapat makanan tambahan lebih awal saat mereka dewasa.

Kapan kurva referensi baru dari studi MGRS dapat diketahui?

Sedianya kurva referensi dari studi MGRS ini akan dipublikasikan pada tahun 2006 ini. (DaI/WRM)

Mengapa Menyusui Eksklusif 6 Bulan?

Filed under: Summary: Children

Haruskah menyusui eksklusif selama 6 bulan? Adakah keuntungan ASI eksklusif buat ibu? Mengapa bayi yang disusui secara eksklusif memiliki berat badan yang cenderung lebih rendah dibandingkan anak yang diberikan makananan tambahan dan susu formula?. Bila beberapa pertanyaan di atas mommies miliki, silakan telusuri rangkuman diskusi tentang tema terkait di milist wrm-indonesia.

Apakah pemberian ASI Eksklusif “harus” selama enam bulan lamanya?

Rekomendasi ini muncul dari studi studi ilmiah yang dirangkum oleh WHO, karenanya “6 bulan” tidak keluar begitu saja dari WHO tanpa dasar ilmiah yang kuat.

Upaya pemberian ASI Eksklusif sebenarnya juga merupakan bentuk perlindungan kesehatan pada si kecil.

Tidak akan ada kondisi membahayakan yang akan timbul bila si kecil diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan bila manajemen laktasi si ibu berjalan baik (tentunya ini di luar kondisi kondisi tertentu dimana pemberian ASI malah membahayakan pada si kecil, semisal adanya kelainan metabolisme tubuh dll).

Sebaliknya, akan banyak risiko risiko kesehatan yang akan muncul dengan adanya pemberian complementery feeding belum tepat pada waktunya. Risiko tersering yang teramati terjadi baik di negara berkembang dan negara industri adalah terjadinya infeksi gastrointestinal (Kramer et al, 2001) pada bayi.

Jadi sebenarnya dengan memberikan ASI Eksklusif 6 bulan pada si kecil kita, kita juga melindungi kesehatannya, selain tentu memberikan makanan terbaik dengan kandungan makronutrisi yang optimal dan mikronutrisi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Ada tidak keuntungan menyusui eksklusif bagi si ibu?

Selain keuntungan ASI Eksklusif 6 bulan untuk si kecil,sebenarnya banyak pula keuntungan ASI Eksklusif ini juga buat kita sendiri sebagai ibu. Beberapa manfaat bagi ibu yang bisa dicatat adalah pengaruhnya terhadap lactational amenorrhea sang ibu dan turunnya BB (Dewey, et.al, 2001).

Mungkin tidak ya pada anak yang diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama memiliki BB yang lebih rendah dibanding rekannya yang telah diberikan makanan tambahan sebelum usia tersebut?

BB anak yang menkonsumsi ASI Eksklusif selama 6 bulan dengan manajemen laktasi yang benar/tepat biasanya tidak akan jauh berbeda dengan anak anak yang telah diberikan complementary food di usia yang lebih awal.

Anak dengan ASI Eksklusif yang memiliki weight for age di bawah rata rata biasanya diakibatkan manajemen laktasi yang tidak optimal.

Tapi sepertinya pada anak yang disusui, BB setelah usia enam bulan lebih rendah dibanding anak anak yang tidak disusui ya?

Ya, kadang hal ini terjadi. Dari beberapa temuan penelitian, perbedaan BB antara anak yang disusui dan tidak disusui sendiri biasanya akan mulai terlihat sejak anak berusia 6 bulan. Anak yang disusui cenderung memiliki BB lebih rendah dibandingkan standar NCHS.

Tidak heran karena bayi bayi yang digunakan sebagai acuan di NCHS adalah bayi bayi produk zaman dimana bottle-feeding sedang menjadi trend di Amerika.

Karenanya dengan alasan tersebut, WHO kini sedang merancang standar acuan baru dari studi MGRS nya dengan sampel populasi yang lebih selektif dan representatif.

Apa sih MGRS itu?

Lihat saja di rangkuman tentang MGRS-nya ya. (DaI/WRM)

Horden Motif Lucu dan Menarik Untuk Kamar si Kecil

Filed under: Summary: Haushold

Mommies sedang mencari ide untuk mempercantik kamar si kecil dengan horden bermotif lucu dan menarik?. Mungkin ide ide para mommies di milist We R Mommies dapat mommies pertimbangkan dalam menjatuhkan pilihan optimal dengan biaya terjangkau. Tambahan informasi tempat penjulan horden siap pakai juga dapat mommies dapatkan di rangkuman kali ini.

Tempat Penjualan

Ada beberapa alternatif tempat penjualan horden dan sprei dengan motif anak anak yang dapat mommies temukan. Beberapa tempat yang diperkirakan menjual produk yang dimaksud adalah:

Mal Ambassador/ITC Kuningan
Tanah Abang
Pasar Puri

Buat Sendiri? Kenapa Tidak!

Seorang mommies memberikan ide untuk “mengakali” sang horden dari bahan sprei. Dengan variasi motif sprei yang beraneka ragam maka sebenarnya sprei dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan horden. Mengingat kain khusus horden memang harganya cenderung melangit, alternatif ini merupakan pilihan yang menarik.

“Nah kalau pakai kain sprei, biayanya jadi lebih murah karena per meternya hanya sekitar 20-25 ribu. Lalu tinggal membuat horden, entah itu dijahit sendiri atau melalui jasa penjahit” tulis mom berputri satu ini. Keuntungan lainnya adalah motif sprei yang digunakan untuk horden dapat pula dipakai bagi peralatan tidur, entah bantal ataupun guling.

Dengan harga per meter bahan sprei yang cukup murah dibanding bahan horden memungkinkan kita mengganti sang horden dengan durasi waktu singkat yang kita inginkan ” Jadi bisa menyediakan stok banyak!” pendapat beliau. Pun bila bahan bersisa, bahan tetap dapat digunakan untuk alas sofa, taplak meja atau baju rumahan.

” O iya, untuk gantungan hordennya, bisa dengan sistem kancing, tapi dapat juga dengan jepitan kain yang dapat digantungkan di rel horden” tips yang beliau berikan menjawab pertanyaan tentang jenis gantungan horden yang dapat digunakan.

Tips Cari Tukang Jahit

Mencari penjahit yang bersedia menjahit dari pola model yang telah kita rancang memang tidak selalu mudah dilakukan. Namun salah satu mom di milist wrm-indonesia memberikan salah satu urun sarannya: cari penjahit yang sepi dan tidak punya banyak order jahit!. ” Kadang tukang jahit yang top dan banyak langganannya agak enggan membuat rancangan model yang telah disiapkan pelanggan, apalagi untuk urusan membuat horden” demikian sharing mom tersebut. Beliau juga tak lupa mengingatkan untuk memberikan informasi ukuran jendela di rumah agar horden yang dibuat dapat “pas” di tempatnya. (DaI/WRM)

Mengapa Timbul Gerakan Anti Dental Flouride?

Filed under: Summary: Health

(atau Dagelan Srimulat?)
oleh: Maria Julia van Tiel

Pada bulan Juli 2002 Menteri Kesehatan Belgia Magda Aelvoet melarang penjualan preparat dental fluoride baik dalam bentuk

tablet,drop, kunyah/chewing maupun yang terdapat dalam pasta gigi sekalipun. Inilah awal dari keributan yang memunculkan

gerakan anti dental fluorida.

“Lho, dilarang oleh menteri kesehatan kok malah ada gerakan anti fluor?” begitu tanya Cak Ben keheranan. Walau Belgia
adalah satu-satunya negara di dunia ini yang melarang penjualan preparat dental fluoride, namun gelombang anti justru
datang dari hampir di seluruh belahan dunia. Anehnya, mengapa tidak ada satu pemerintah pun selain Belgia yang turut mem-ban

dental fluorida?. Pelarangan ini juga membuat banyak dokter gigi di Belgia dan berbagai negara tetangga terheran-heran.

Apalagi pelarangan ini diikuti dengan penjelasan menteri bahwa fluor adalah preparat yang berbahaya. Jelas, keputusan

Menteri yang didukung oleh dua institute de Hoge Gezondheidsraad en de Nationale Raad voor de Voedselveiligheid dituding

sebagai keputusan tanpa dasar ilmiah. Sebab selama ini preparat fluorida dikenal sebagai metode preventive dental caries

yang sangat ampuh. Ia akan membentuk fluor apetit di email gigi yang sangat tahan asam dan mencegah terjadinya lubang gigi.

Keampuhannya sudah banyak terbukti baik dalam penelitian eksperimen maupun eks post facto di kelompok masyarakat yang

memiliki sumber air minum alam cukup fluor.

Berita pelarangan tersebut dapat dibaca dalam laporan surat kabar berbahasa Belanda dalam URL ini:
http://krant.telegraaf.nl/krant/archief/20020731/teksten/bui.fluor.volksgezondheid.html
http://home.hccnet.nl/g.d.vos/art-fluoride.htm

Ternyata pelarangan menteri kesehatan belgia Magda Aelvoet ini tidak hanya di lingkup negaranya saja, ia pun maju pula ke

Europa Parlement agar semua negara negara yang tergabung dalam Uni Europa menarik berbagai preparat dental fluoride dari

pasaran. Dengan majunya Menteri Aelvoet ke tingkat Europa Parlemen, maka gegap gempita keributan itu menjalar ke seluruh

negara negara eropa.

Tak heran, bermunculan berbagai website yang menjelaskan bahaya Fluoride dan menjelaskan apa sebenarnya kegunaan fluor.

Mulai penggunaan dalam bahan pestisida hingga bom atom. Mulai dari berefek gigi keropos, tulang keropos, sampai menyebabkan
sakit jantung, kanker, kerusakan otak, buta, gangguan imun respon dari tubuh, menyebabkan rendahnya ketahanan tubuh terhadap

berbagai serangan penyakit termasuk AIDS, gangguan syaraf. Bahkan hingga dapat menyebabkan kematian. Tidak sedikit anggota

masyarakat yang mengalami ketakutan mencekam kemudian ragu terhadap air minum, makanan mengandung fluor, bahkan pasta gigi.

Tawaran makanan bebas fluor, pasta alami nonfluor pun bermunculan.

Gerakan anti Fluoride di Irland
http://www.fluoridealert.org/news/2447.html

Promosi anti fluoride oleh kelompok pengobatan natur
http://www.fonteine.com/fluor.html

http://friendsoffreedom.org/ARTICLES/2005/Nov./fof_FAN_Bulletin_11_18
_05_bt.htm

Ributnya soal ini juga sampai Ke US
http://www.ada.org/prof/resources/positions/statements/fluoride_bonec
ancer.asp

Penjelasan Unitates State Enviromental and Prevention Agency tentang penelitian tentang hubungan water fluoridation dengan
terjadinya kanker tulang pun keluar. Pada publikasi oleh agency ini dijelaskan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian

thesis yang tidakmelalui peer reviewer dan belum dipublikasi. Jadi masih belum bisa dipercaya.

http://www.ada.org/public/media/presskits/fluoridation/epa_flouoridat
ion_letter_on_thesis.pdf

Kelompok himpunan dokter gigi di selurug negara Eropa justru marah terhadap usulan menteri Belgia tersebut. Mereka melakukan
pertemuan- pertemuan yang membahas masalah ini. Keputusan himpunan profesi dokter gigi di berbagai negara TETAP menganjurkan
pemberian preparat dental fluorida dalam upaya prevensi karies gigi. Situasi pun menjadi sangat panas antara pihak yang pro

dan kontra.

Mengapa ada pelarangan Flouride di Belgia?

Tahukah anda mengapa Menteri Kesehatan Belgia mengusulkan penarikan Fluoride dari pasaran dan mengatakan berbahaya?.Pasalnya,
pada saat itu dunia tengah dilanda oleh meledaknya perdagangan food supplement dan orang tengah keranjingan dengan pengobatan

natur dan megadosis vitamin. Pengetahuan masyarakat tentang foodsupplement ini pada dasarnya tidak berbahaya. Padahal yang

masuk sebagai komoditas food supplement saat itu juga termasuk jamuan alami yang di negara asal merupakan obat-obatan

tradisional.

Demikian halnya dengan fluoride,ia pun ditambahkan ke dalam berbagai bentuk makanan, bon-bon, bubble gum anak-anak dan

sebagainya. Bahkan tablet fluor dan drop dijual bebas di rak rak food supplement. Situasi ini sungguh memprihatinkan Menteri

Kesehatan Belgi, karenanya dibuatlah pelarangan tersebut. Mengingat pelarangan di negaranya masih memungkinkan masyarakat

berbelanja di negara tetangga secara bebas, baik belanja langsung karena jaraknya dekat ataupun melalui telepon dan online
shopping, maka menteri pun berangkat menyampaikan keinginannya ini ke Parlemen Eropa. Demikianlah latar belakang mengapa
terjadi pelarangan tersebut.

Ribut Flouride Karena Media

Adanya keributan tentang fluoride yang disalah mengerti oleh khalayak ramai adalah kesalahan pemberitaan media, seperti yang

diuraikan oleh kementrian kesehatan Belanda di bawah ini:

Ministerie van Volksgezondheid, Welzijn en Sport Commotie rond fluoride niet terecht

Belgiƫ wil fluoride verwijderen van de lijst toegestane voedingssupplementen. In Nederland is het supplement al lang

verboden. Deze week berichtten verschillende kranten dat Belgiƫ fluoride van de markt wil halen. Dit klopt niet. De Belgische

minister van Volksgezondheid Aelvoet wil alleen fluoride in voeding en voedingssupplementen verbieden. In Nederland geldt al

langer een verbod op het gebruik van fluoride als voedingssupplement. Daarnaast heeft Aelvoet haar ministerie gevraagd om

enkele medicinale toepassingen van fluoride onder de loep te nemen. Fluortabletten en druppeltjes worden vooralsnog niet van

de Belgische markt gehaald. Fluoride in tandpasta voorkomt gaatjes. Schadelijke effecten van fluoride kunnen alleen ontstaan

bij gebruik van extreem hoge concentraties over een periode van tenminste tien jaar. De werking van fluortandpasta wordt

nergens wetenschappelijk bestreden.

http://www.nieuwsbank.nl/inp/2002/07/31/t040.htm?fmt=NOVUM

Terjemahan :

Menteri Kesehatan Masyarakat, Kesejahteraan, dan Olah Raga: Keributan tentang fluoride tidak benarBelgia menginginkan

fluoride hilang dari daftar food supplement. Di Belanda supplement ini sudah lama dilarang. Minggu ini ada berita di berbagai

surat kabar bahwa Belgia ingin menarik peredaran fluoride dari pasaran. Ini tidak benar. Menteri Kesehatan Belgia Aelvoet

hanya menginginkan agar fluoride dilarang dijual dalam bahan bahan makanan dan dalam foodsupplement. Di Belanda sendiri

fluoride sudah lama dilarang dijual sebagai food supplement. Disamping itu, Alvoet juga sudah menanyakan pada staf

kementeriannya, bahan obat-obatan apa saja yang bisa sesuai dengan fluoride jika seseorang mengkonsumsinya. Tablet fluor dan

drop sebagaimana sebelumnya tidak akan dihilangkan dari pasaran. Fluoride dalam pasta gigi adalah dimaksudkan untuk mencegah

lubang gigi. Efek samping fluoride hanya bisa terjadi dalam penggunaan fluoride dengan dosis yang ektrim tinggi dengan jangka

waktu setidaknya 10 tahun. Penggunaan fluor dalam pasta gigi tidak bertentangan dengan berbagai keilmuan.
http://www.nieuwsbank.nl/inp/2002/07/31/t040.htm?fmt=NOVUM

Keributan yang dalam berbagai website yang mendramatisir efek fluoride umumnya dibuat oleh berbagai pedagang foodsupplement

atau obat-obatan nature dengan maksud menawarkan berbagai bahan alami untuk kesehatan gigi, misalnya pasta gigi siwak. Siwak

adalah batang dari tanaman perdu dari daerah Timur Tengah yang secara budaya digunakan untuk membersihkan gigi. Namun di

dalam siwak ini juga banyak mengandung fluor dan memberikan efek prevensi terhadap karies gigi. Bisa baca disini dari website

medicinal plant Kuwait:

http://www.islamset.com/sc/plants/siwak.html

Keputusan EU th 1996
http://europa.eu.int/comm/food/fs/sc/oldcomm7/out09_en.html

EU menolak usulan Belgia
http://europa.eu.int/comm/food/committees/regulatory/scfcah/general_f
ood/summary12_en.pdf.

Keputusan EU 2005 ttg pasta gigi dengan fluoride
http://europa.eu.int/comm/health/ph_risk/committees/04_sccp/docs/sccp
_o_024.pdf.

Pemberian Fluor

Gigi pada anak balita yang “busek” seperti beras tidak jernih, tumbuh mudah geripis dan cepat rusak biasanya menandakan

peletakan matriks yang tidak baik. Penyebabnya sendiri bermacam macam salah satunya adalah faktor hormon pertumbuhan
perkembangan yang menyebabkan peletakan matrix pada tulang belulang termasuk gigi menjadi demikian. Namun biasanya kasus

karena penyebab tersebut bisa dikatakan sedikit. Umumnya anak kategori demikian sudah menjadi perhatian dokter yang lain.

Bila di rontgen, akan terlihat densitasnya tidak terlalu kompak. Karenanya dikhawatirkan pula nantinya pertumbuhan gigi

selanjutnya akan demikian, mudah copot. Bila terdapat anak dengan indikasi demikian maka sebaiknya diberikan tambahan tablet

flour. Sebaliknya, bila gigi geliginya tidak ada keluhan berarti, maka hindari pemberian tablet fluor. Pemberian tablet fluor

sendiri bukanlah tindakan prevensi untuk gigi anak balita, tapi untuk gigi tetapnya.

Pemakaian lapisan composite tipis yang ditempel di permukaan gigi geraham agar parit parit yang sering diselipi makanan

tertutup dapat juga dilakukan untuk menjaga keawetan gigi. Jadi lubangnda tidak dimulai di sana.

Bila pemakaian lapisan composite bukan menjadi pilihan, lakukan kontrol rutin per enam bulan ke dokter gigi agar diolesi
fluor. Tindakan ini harus dilakukan oleh dokter gigi karena gigi geligi harus ditambali terlebih dahulu dan dibersihkan

dengan sikat dokter gigi yang putarannya kencang sekali. Saat pengolesannya sendiri juga digunakan dam terbuat dari karet.

Ada pula cara lain dengan menempelkan jelly selama kurang lebih lima menit.

Fluoridasi Air Minum, Pasta Gigi Berfluor

Dengan berbagai pertimbangan, seringkali suatu negara tidak melakukan program fluoridasi air minum. Dengan sendirinya anak-

anak perlu mendapatkan suplementasi fluor saat bayinya hingga usia kira-kira benih gigi tetap terakhir sudah jadi tinggal

menunggu tumbuhnya saja, yaitu saat anak berusia sekitar 4-6 tahun.

Untuk fluoridasi air minum, biasanya kadar fluornya sendiri dapat dikatakan amat sedikit. Di Belanda sendiri, mengingat
PAM Belanda dapat menjangkau seluruh bagian masyarakat maka terdapat program fluoridasi air minum. Tak heran di Belanda
tidak terdapat upaya wajib suplementasi fluor. Pemberian fluor hanya dilakukan pada kasus kasus tertentu saja.

Penduduk Kalimantan yang lebih mengandalkan air minum dari hujan, jelas sangat kekurangan mineral termasuk fluor. Karenanya
penambahan suplementasi fluor perlu dijadikan pertimbangan di daerah tersebut.