December 2, 2005

Keluhan Mata Belekan Pada Batita

Filed under: Summary: Health
http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=627

Seorang mom anggota milist We R Mommies menceritakan tentang “sakit mata” yang si kecilnya derita. “Mata kanan anakku (2,5 th) sudah dua minggu terakhir ini belekan terus. Sudah dibawa ke dokter dan diberikan antibiotik Cefat, sirup Celestamin dan obat tetes mata Maxitrol. Namun baru sehari minum, antibiotiknya ditumpahkan oleh anakku. Sempat bingung akan ke dokter lagi atau meneruskan obatnya. Tapi akhirnya saya meneruskan sisa obatnya. Masalahnya anak saya tidak diteteskan matanya, padahal harus 4 kali sehari!” demikian cerita beliau. Di samping itu beliau juga menanyakan apakah pemberian antibiotik diperlukan untuk kasus putranya.

Bedakan Penyebab

Tanggapan pertama dari mom yang si bungsunya juga selalu mengalami permasalahan serupa saat putrinya masih kecil. Menurut hasil konsultasi dan browsing internetnya, yang pertama penting dilakukan adalah membedakan pencetus belekan dan/atau mata merahnya: apakah karena virus, bakteri, alergi ataupun yang dalam istilah kedokterannya “Opthalmia neonatorum”. Dengan mengetahui penyebabnya maka treatment yang tepat dapat dilakukan.

Beberapa petunjuk penting untuk membedakannya ia temukan dari situs pediatric on call:

1. Bacterial conjunctivitis:- It is seen as a pink eye. It affects both the eyes usually and leads to thick discharge of mucus from both the eyes.

2. Viral conjunctivitis: - Is a limited condition. It usually affects one eye and causes excessive tearing. The discharge is usually mild.

3. Allergic conjunctivitis:- It results in excessive tearing from the eyes and itching & redness in the eyes. It may sometimes be associated with a runny nose.

4. Opthalmia neonatorum:- Is conjunctivitis in the newborn. It requires emergency care and the neonatologist (physician caring for the baby) should be consulted immediately. It has to be treated urgently to prevent permanent eye damage or blindness. It is usually caused when the infant is exposed to the germs in the motherĂ¢s birth canal. Gonococcus, C. trachomatis and herpes virus are the common causes.

(http://www.pediatriconcall.com/forpatients/commonchild/conjunct.asp)

Membedakan mana konjuktivitas karena virus dan bakteri memang sulit dilakukan. Namun patokan umum yang biasanya digunakan adalah sbb: kalau kuantitas beleknya bisa dikatakan
banyak,lengket (bahkan warnanya sampai kehijauan), keluhan lebih dari sehari serta matanya terlihat memerah sekali, maka biasanya itu disebabkan oleh bakteri.

Biasanya bila keluhan baru muncuk di hari pertama maka yang diasumsikan sebagai penyebab adalah virus. Tindakan pengobatan yang dilakukan pada masa tersebut biasanya hanya ditujukan agar anak merasa “enakkan dan nyaman” semisal dengan membersihkan kotoran matanya. Tetapi bila keluhan ini berkepanjangan, baru dicurigai sebagai konjunktivis bakteri. Dalam kondisi tersebut baru diberikan tetes mata dengan kandungan antibiotik. Putrinya dahulu mendapatkan kloramfenikol (catatan: tidak perlu ada kandungan steroid, karena sakit matanya bukan berasal dari alergi).

Belekan yang menumpuk tanpa adanya mata memerah juga dapat timbul karena adanya penyumbatan saluran air mata akibat batuk pilek. Terlebih bagi anak anak kecil, biasanya saluran air mata di pangkal mata dekat pangkal hidung umumnya masih dalam keadaan
tertutup. Sejalan dengan bertambahnya usia, ia akan membuka dan tidak berair lagi.

Konjunktivitis alergi sendiri gejalanya lebih ringan dibandingkan yang disebabkan virus atau bakteri. Bila pencetus alerginya dihindari, matanya tidak akan berair dan bengkak lagi.

Treatment

Bagi kasus konjunktivitas terdapat beberapa perawatan yang perlu dilakukan. Treatment yang perlu dijalankan adalah sebagai berikut:

- Treatment consists basically of cleaning the eyes and preventing the condition from spreading. Each eye should be cleaned with a clean, wet cotton separately moving the cotton in
one direction only (either from left to right or right to left).

- Non-prescription eye drops are needed for viral conjunctivitis. Antibiotic eye drops are required for bacterial conjunctivitis. Allergic conjunctivitis require steroid eye drops. However, do not use them without consulting your doctor.

If your condition does not improve within 3 days, consult your doctor (http://www.pediatriconcall.com/forpatients/commonchild/conjunct.asp)

Untuk kasus belekan akibat masih tertutupnya saluran air mata, banyak dokter yang menganjurkan agar mata harus sering dibersihkan dengan kapas air hangat kemudian dilakukan pemijatan lembut sekitar pangkal mata dekat pangkal hidung.

Pada kasus belekan dengan penyebab bakteri, mungkin si anak akan diresepkan antibiotika topikal (tetes/salep mata). Hal yang penting diingat adalah: untuk resep antibiotik pada konjuktivitas karena bakteri, si anak harus menggunakan antibiotik pada jangka waktu yang sudah ditentukan walau symtomps nya sudah menghilang. Memang ada “pendapat” yang mengkhawatirkan adanya resistensi pada bakteri akibat pemakaian antibiotika,namun hingga kini belum ada bukti empiris yang mendukung asumsi tersebut.

Intervensi Agar Tidak Menyebar

Agar penyebaran konjunktivitis dapat diminimalisasi, ada beberapa tindakan yang perlu diperhatikan. Hal hal yang perlu dilakukan adalah:

* Do not touch your hands to the infected eye.

* Wash your hands frequently.

* Do not share towels, napkins and handkerchiefs with others.

* Wearing glasses may decrease the chance of infection to the people around you. However, it mainly helps you to prevent your hands from touching your eyes and for cosmetic reasons.

The child with conjunctivitis will have to be kept away from school for a few days to prevent spread of infection to other children in school. (sumber: pediatric on call)

Beliau juga menganjurkan agar dicari informasi lebih lanjut pada site-site kesehatan terpercaya dengan menggunakan kata kunci “conjunctivitis”. Beberapa situs kesehatan yang beliau rekomendasikan adalah:

http://www.aap.org/
http://www.mayoclinic.com/
http://www.who.int/
lalu cari informasi lanjut dg kata kunci “conjunctivitis”.

Antibiotik Sistemik vs Lokal

Mom lain yang juga berprofesi dokter memberikan penjelasan lebih lanjut tentang penggunaan obat antibiotik yang diresepkan. Menurut beliau,sakit mata merah/conjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri pun sebenarnya tidak memerlukan obat antibiotik sistemik. Obat tetes mata/ salep saja sudah dianggap cukup. Obat antibiotik sistemik biasanya hanya diperlukan bila mata merahnya disebabkan oleh kuman GO (gonore) dan clamidia.

Pemberian tetes mata antibiotiknya pun ada aturannya tersendiri. Biasanya pemberiannya yang hanya tiga kali sehari masih belum dianggap cukup. Anjurannya sendiri bahkan hingga 6 kali sehari/tiap 4 jam. Namun tentu tergantung jenis obat yang diberikan oleh dokternya.

Jadi menurut beliau, antibiotik sistemik cefatnya tidak perlu diminum bila penyebabnya belum dapat dipastikan gonore ataupun clamidia. Selain itu, jenis obat tersebut termasuk jenis cephalosporin( turunannya amoxiciliin). Biasanya first line obat untuk mata merah karena bakteri tanpa cultur(terapi empiris), jenis yang dipilih umumnya eritromisin dan turunannya.
Seingat beliau, jenis obat yang sering digunakan di Indonesia adalah jenis tobramicyn atau gentamycin. Untuk bakteri penyebab yang gram negatif biasanya diberikan kloramfenikol. (DaI/WRM)

Alternatif Tempat Pernikahan Ukuran Medium

Filed under: Summary: Haushold
http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=619&Itemid=157

Ingin mengadakan pesta pernikahan medium dengan nuansa menarik dan tidak merepotkan?. Salah seorang mom anggota milist We R Mommies menginginkan hal serupa pada pernikahan saudaranya. Ia menginginkan adanya pesta pernikahan yang hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat agar terasa kental nuansa keakrabannya. Ingin tahu alternatif tempat yang diusulkan para mommies WRM? Silakan telusuri beberapa alternatif tempat yang diajukan oleh para members WRM.

CAFE PISA

Cafe ini terletak di belakang gedung sarinah, thamrin. Cafe ini biasa digunakan untuk pesta pernikahan sehingga booking dari jauh jauh hari perlu dilakukan agar mendapatkan waktu yang diinginkan. Kesan romantis akan didapatkan di cafe ini.

RESTAURANT KENANGA/LOTUS DI HOTEL BIDAKARA

Salah seorang tante dari anggota milist WRM melakukan pesta pernikahan beberapa saat yang lalu di sana. Model makanan yang prasmanan dengan disediakannya fasilitas musik (penyanyi dan pemain keyboard) juga dapat menjadi pertimbangan menarik.

RUMAH SEWA UNTUK PERNIKAHAN

Alternatif ini juga baik untuk dipertimbangkan. Rumah sewa model ini biasanya digunakan bukan untuk pesta pesta besar. Salah seorang mom di WRM juga menggunakan model rumah sewa untuk pernikahan. Rumah sewa ini umumnya digunakan untuk syuting namun bila kita menyewa untuk pesta pernikahan, mereka pun dapat menyediakan jasa katering.

HOTEL CEMARA di Pojokan Jl. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat

Secara tak sengaja mom member WRM ini melewati hotel tersebut. Di sana terdapat spanduk iklan hotel yang menawarkan adanya Special promo for weeding Idr 65,000/Person nett”. Menurut informasi beliau, hotel ini punya kualitas yang cukup baik mengingat para teman luar negerinya sering tinggal di hotel tersebut. Kesan hommy akan ditemui di hotel ini.

CAFE JAKARTA

COFFESHOP HOTEL SANTIKA di KS Tubun

Coffe shop ini terlihat “keren” dengan lokasinya yang menghadap kolam renang. Paketnya pun dapat dikatakan tidak terlalu mahal.

RESTAURANT KING di Cikini

Ini adalah restaurant yang punya spesialisasi untuk pesta pernikahan.

KLUB RASUNA

Lokasinya ada sebelum Taman Rasuna. Klub ini bukan bagian dari Apartemen, jadi tidak terlalu ramai. Namun di sana ada taman kecil untuk pesta. Bila ingin agak besar, dapat pula digunakan pool-nya. (DaI/WRM)

Si Kecil Yang Hanya Mau Makan Nasi

Filed under: Summary: Children
http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=620&Itemid=158

Bagaimana bila si kecil hanya mau makan nasi saja tanpa lauk maupun sayuran?. Kondisi ini dihadapi oleh mom anggota milist We R Mommies yang baru saja pulang mudik lebaran. “Saat pulang ke rumah, putriku hanya mau makan nasi saja. Padahal sebelumnya, ia lahap makan menu apa saja, terlebih wortel dan bayam!”.

Upaya memisahkan nasi dengan sayuran dan lauk pauk ternyata tak membuahkan hasil mengingat si kecil hanya memilik makan nasi saja. Penawaran kuah sup atau sayur bening bayam juga ditolak. Beruntung selera minum susu dan makan cemilannya belum berubah. Sebenarnya sang mom tidak terlalu khawatir dengan gaya si kecil kali ini, mungkin ini masa ia memilih makan nasi saja.

Beliau yakin, masa ini akan segera berlalu dan selera makan lauk, pauk dan sayuran akan muncul dengan sendirinya. “Ada yang pernah mengalami hal ini ndak ya moms? dan trik apa saja yang perlu dilakukan agar si kecilku mau makan sayur dan lauk kembali?” demikian tanya beliau sebelum menutup postingannya. Tanggapan para mommies? Kita simak bersama yuk!.

“Putraku (10 bl) juga saat ini hanya menyukai menu nasi saja. Susah sekali memberinya tim lengkap dengan sayur mayur beserta lauknya” tulis mom ini sebagai pemberi sharing pertama di tema ini. Untuk mengakali penolakan si kecil pada sayur-mayur-lauk, beliau memberikan lauk pauk yang amat lunak dan campur pada nasi/kentangnya.

Perhatikan pula kesukaan anak apakah lebih menyenangi makan dengan sendok atau didulang dengan tangan. “Yang terpenting, jaga asupan makan dan minum susunya ya!” pesan mom ini di akhir postingannya.

Anak dengan usia sekitar itu biasanya punya gaya makan yang aneh aneh. Demikian simpulan mom berputi satu ini. Putranya pun tak jauh berbeda. Saat usianya satu tahun, si jagoan mulai membuat seisi rumah pusing tujuh keliling. Satu waktu sang putra hanya mau makan roti selama satu minggu, terus menerus. Minggu berikutnya ia akan menolak roti dan memilih mie sebagai pengganti makanan alternatif. Masa makam roti dan mie usai, berganti “mood” makannya hanya dengan nasi putih, saja!.

Aktifitas gonta ganti selalu mengiringi masa si anak belajar makan ala orang dewasa. “Sekarang putra saya sedang menyukai abon daging sapi plus kuning telur ” cerita beliau. Makanan yang dimakan otomatis hanya dua jenis itu, akibatnya nasi pun tidak jadi alternatif menarik untuk
disantap. Upaya “menyuap” tak akan membuahkan hasil. Yang ada hanya mulut terkunci rapat rapat atau menelan tapi langsung dilepehkan kembali. “Namun bagaimanapun,saya masih bersyukur karena ia masih mau makan walau pola makannya sedemikian aneh” tulis beliau. (DaI/WRM)