August 30, 2005

Tips Sukses Jalani Masa Adaptasi Awal di Play Group

Filed under: Summary: Children

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=541&Itemid=158

Bila si kecil baru saja memasuki masa adaptasi di taman bermain/play group (PG), biasanya kejadian “menangis”, “ngambek” akan mengawali hari hari awalnya. Namun apakah kerewelan ini terkait dengan orang tertentu yang menemani dirinya dalam menjalani masa adaptasi di PG?. Rangkaian pertanyaan ini disampaikan oleh seorang mom di milist We R Mommies saat menceritakan si kecilnya yang sering menangis saat harus memasuki kelas PG. Beliau menanyakan tips tips yang harus diperhatikan saat anak memasuki masa awal di PG.

Tanggapan pertama datang dari mom yang memiliki pengalaman serupa saat anak anaknya memasuki PG. ” Dulu anak anak saya juga begitu. Saya kerja part time dan masuk sore, jadi sebenarnya saya dapat mendampingiya seharian, namun saya khawatir nantinya putri saya malah manja. Jadi, saya mendampinginya hanya satu minggu pertama, setelah itu ya diantar dan ditinggal” ujarnya. Memang nada protes pun muncul mengingat kawan kawan anaknya selalu didampingi oleh seseorang, entah ibu atau penggantinya. Namun saya tanamkan pada putra/i saya bahwa mereka akan aman berada di sekolah bersama guru dan teman temannya “bila ada sesuatu hal yang membuat mama harus segera datang, ibu guru pasti akan menelpon mama dan mama akan segera tiba” demikian yang beliau jelaskan pada anak anaknya. Memang pada awalnya kemungkinan anak akan tidak begitu mengerti, namun dengan berjalannya waktu, pasti si kecil akan memahami. “Asal ibunya yang harus tega ya, toh itu untuk kebaikan mereka, agar mereka mandiri” tambah mom lain menambahkan.

” Mom, jangan terlalu khawatir. Hal tersebut biasa terjadi di minggu minggu pertama. Semua anakku juga mengalaminya. Namun berdasarkan pengalaman, sikap terbaik dan tertepat adalah tegas dan tega” ujar mom ini. Bila sang anak menangis terus, kita harus yakin bahwa satu saat si anak akan berhenti dengan sendirinya. Selain itu para pendidik di PG ataupun TK telah terlatih menghadapi kondisi demikian, karenanya kekhawatiran tak harus dimiliki ” Yang membuat stress pada anak justru karena banyaknya orangtua dan mbak mbak yang ikut mengantar, jadi mereka merasa di tengah orang dewasa yang asing” tambahnya. Menurut beliau, bila seorang anak sudah berkumpul dengan sesama anak kecil yang lain serta memulai kegiatan, tangisnya akan berhenti. Beliaupun memberikan tips konkret yang dapat dijadikan pertimbangan:

1. Selalu bawa anak ke sekolah 15 menit sebelum jam masuk. Kondisikan sang anak dan ajak untuk mengenal lingkungan barunya: main ayunan, lari lari, memanjat dll agar energi dan emosinya terbebas.

2. Kenalkan ke ibu/bapak guru barunya dan katakan pada sang anak bahwa ibu/bapak guru itu juga menyayanginya seperti orangtuanya.

3. Begitu bel berbunyi, serahkan anak ke guru, biar ia ikut berbaris sendiri. Bila sang anak “tengak-tengok”, cukup berikan lambaian dari jarak jauh.

4. Setelah waktu pulang, biarkan sang anak bermain sebentar agar semakin “betah”.

5. Bila si kecil melakukan aksi protes karena teman temannya yang lain ada yang mendampingi, besarkan hatinya dan katakan: ” anak ibu kan berbeda karena pintar, jagoan, mandiri, pemberani, jadi sudah tidak perlu ditunggui” atau kalimat lain yang mengangkat rasa bangga akan dirinya.

6. Buat perjanjian dengan anak malam sebelumnya bahwa ” ibu hanya mengantar sampai pintu karena ibu sudah terlalu besar untuk sekolah disitu. Ibu tidak boleh ikut main disitu” hingga si anak setuju.

7. Hilangkan kesan seram dan jangan singgung masalah sekolah, belajar, kerja dll. Cukup gunakan kata “bermain” semisal ” di sana kakak bisa main lho”.

8. Ajarkan anak untuk membuka kotak makan dan makan sendiri. Untuk bekalnya, jangan bekali anak dengan nasi yang perlu sendok namun makanan yang cukup dimakan dengan tangan seperti biskuit, kentang, buah atau sayuran.

9. Ajarkan anak melepas sepatunya sendiri, akan lebih baik bila sang anak sudah dapat mengatakan keinginannya, semisal bila ingin buang air besar atau kecil.

10. Usulkan pada pihak sekolah agar dua minggu pertama setelah PG/TK berjalan maka orang tua atau penunggu lain harus keluar dari kelas agar anak tidak tergantung secara emosional dan tidak pecah konsentrasi aktivitasnya.
saat berkegiatan.

11. Semakin tegas dan cepat kita dan pihak sekolah memandirikan anak dalam proses belajar di sekolah maka akan semakin baik hasil yang tercapai.

12. Biasakan sang anak mengenal situasi yang baru dan beradaptasi di dalamnya. Tekankan pula bahwa ia tak perlu takut pada situasi yang baru, terlebih bila ia berada dalam lingkungan yang aman. (DaI/WRM)

Kebersamaan Sebelum Tidur: Seberapa Pentingkah?

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=540&Itemid=165

Seberapa penting sih kebersamaan sebelum tidur?. Pertanyaan ini diajukan oleh salah satu members milist We R Mommies yang mengeluhkan kebiasaan sang suami untuk menonton televisi/film hingga tengah malam dibandingkan menemani dirinya pergi tidur. “Saya inginnya adil begitu. Silahkan menikmati televisi/film namun sesekali sang istri ya ditemani di tempat tidur walaupun nantinya hanya diisi dengan membaca buku bersama atau membicarakan sesuatu” ujarnya.

Hal hal yang terlihat sepele tersebut baginya amat berarti “Namun saya sulit sekali menjelaskan pada suami saya tentang hal tersebut walau hasrat terpendam untuk diperlakukan adil tetap ada. Masa iya sih istri kalah dengan televisi?”. Beliaupun menanyakan statement ataupun cara yang tepat untuk mengungkapkan ganjalan pikiran pada kekasihnya “bagaimana kiranya cara yang dapat menggugah suami saya ya?” tulis beliau di postingannya.

Tanggapan para mommies? Silakan telusuri rangkuman tips di bawah ini sebagai hasil diskusi panjang tentang tema terkait.

1. Lihat dan putuskan. Lihat aktivitas yang pasangan lakukan di malam hari, bila hal tersebut penting, biarkan ia beraktivitas namun bila yang dilakukannya hanya berupa ‘fun’, katakan padanya bahwa mommies tak menyukai aktivitas yang dilakukan. Tak ada salahnya menanyakan terlebih dahulu di setiap malamnya apa malam tersebut ia berniat tidur lebih malam atau cepat. Bila jawaban yang muncul akan tidur lebih malam, lebih baik mommies tak perlu menunggunya daripada mommies akan bosan dalam masa penungguan. Pergi tidur lebih cepat adalah pilihan yang terbaik di kondisi ini.

2. Buat kesepakatan. Mommies harus sedapat mungkin membuat kesepakatan dengan pasangan agar menentukan frekuensi malam malam yang digunakan untuk melakukan aktivitas bersama. Sedikit kuantitas namun rutin dan disiplin dilakukan akan lebih baik dari pada timbulnya aktivitas dadakan yang tak jelas kelanjutannya. Perhatikan pula pilihan kalimat dalam menyampaikan hal ini pada suami, juga sesuaikan dengan karakter pasangan mommies. Inti yang dapat disampaikan kurang lebih adalah seorang istri tidak hanya cukup diberikan nafkah lahir, namun nafkah batin mommies pun hendaknya diperhatikan pula.

3. Minta bantuan si kecil. Si Kecil juga dapat dijadikan senjata bagi para suami yang selalu ’sibuk’ dengan urusannya
sendiri. “Tolong panggil papa nak supaya bisa main dengan dinda”, kesan pertama yang muncul memang seperti ‘memanipulasi’ anak, namun gunakan dengan cara yang lembut dan menyenangkan.

4. Minta waktu sedikit saat ia beraktivitas. Bila ada suatu hal yang penting ingin dibicarakan, tak ada salahnya mommies meminta waktu untuk berbicara. Bila pasangan sedang sibuk, tunggui saja di ruang kerjanya agar ia menyadari keberadaan mommies.

5. Sempatkan bicara walau minimal kuantitasnya. Bila mommies belum juga tidur saat pasangan pergi ke peraduan, sempatkan bicarakan sesuatu walau sedikit. Beri kesan padanya bahwa mommies menyenangi pembicaraan sebelum tidur.Pembicaraan menyenangkan tentang anak biasanya disukai oleh para suami yang menyayangi si kecil. Maka usahakan jaga kualitas pembicaraan ini.

6. Main bersama si kecil. Membiasakan bermain bersama si kecil sebelum tidur mungkin dapat menjadi trik ampuh yang dilakukan agar sang ayah juga menikmati kebersamaan di tempat tidur. Selain itu mommies harus sering mengingatkan
pada pasangan bahwa sang anak butuh waktu kebersamaan dengan ayahnya, dan hal itu tepat sekali dilakukan sebelum si kecil tidur, terlebih bila sang ayah teramat sibuk. Bila pasangan bersedia menemani si kecilnya, otomatis mommies pun dapat menikmati kebersamaan dengannya bukan?.

7. Letakkan televisi di kamar tidur. Pasangan yang tidak bisa dijauhkan dari kebiasaan menonton televisi di malam hari
mungkin harus disiasati dengan meletakkan televisi di dalam kamar tidur. Selain tidak merugikan sang pasangan yang tetap dapat mengikuti siaran kesayangannya, mommies pun dapat mendapatkan keuntungan dengan ditemani di tempat tidur. Di sela aktivitas menonton televisi ini bukan tidak mungkin mommies juga dapat melakukan diskusi ringan dengannya.

8. Berdiskusi dengan baik. Katakan pada pasangan bahwa mommies berkeberatan bila ia melakukannya tujuh hari dalam seminggu. Namun sampaikan pula padanya bahwa mommies tidak berkeberatan bila aktivitas tidur malam dilakukan asalkan ada pula waktu waktu bersama di malam hari yang mommies dan ia gunakan. Juga berikan kesadaran padanya tentang pengaruh kesehatan di masa mendatang bila kebiasaan tidur malam tersebut selalu dan rutin dilakukan.

9. Memilih alternatif waktu lain untuk kebersamaan. Hal ini merupakan pilihan terakhir yang dilakukan bila kebersamaan sebelum tidur sama sekali sulit diwujudkan. Mengobrol dan berdiskusi saat berkendaraan bersama, pembicaraan pagi hari saat baru bangun tidur ataupun sebelum memulai aktivitas di luar rumah, berbicara saat sarapan pagi dll adalah beberapa pilihan yang dapat dilakukan.(DaI/WRM)

August 24, 2005

Seri Manajemen Laktasi: Urgensi “First Contact” Bagi Sukses Menyusui

Filed under: Paperworks

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=535&Itemid=2

Di tiap penjuru bumi manapun, bahasa tubuh adalah first mother tongue yang berpengaruh dalam komunikasi yang akan dijalin. Demikian halnya pada bayi yang baru dilahirkan, “pembicaraan” pertama yang dilakukan dengan ibunya adalah “bahasa tubuh”. Pola “pembicaraan” awal ini lah yang akan banyak mempengaruhi ketrampilannya dalam berkomunikasi dan penjalinan hubungan dengan ibunya.

“Pembicaraan” antar si kecil dan sang ibu umumnya dimulai saat ia melakukan kontak sentuhan kulit pertama kali dengan ibunya beberapa saat setelah dilahirkan. Pada masa awal ini, hal yang utama dibutuhkan oleh si kecil adalah kebutuhan untuk berdekatan dengan sang ibu agar rasa aman didapatkan. Melalui aktivitas ini, produksi hormon prolaktin dan oksitosin sang ibu akan distimulasi. Bersamaan dengan itu suhu tubuh si kecil serta metabolisme tubuhnya akan makin beradaptasi dengan lingkungan yang baru dikenalnya (Christensson et.al 1992). Kebutuhan untuk menyusui sendiri biasanya baru timbul pada 30-60 menit pertama setelah dilahirkan.

Bila si kecil dibiarkan berbaring di perut ibunya untuk beberapa lama dan sang ibu sabar menunggu, maka keinginan mencari puting susu ibunya akan muncul dengan sendirinya (Widstrom et. al. 1990). Tak heran bila umumnya bayi yang baru dilahirkan amat menikmati masa satu jam pertama kehadirannya di dunia dengan mulai membiasakan diri dengan bau sang ibu serta akhirnya menikmati kontak menyusui pertama kali. Setelah melalui masa ini, si kecil dan sang ibu biasanya dapat tidur dengan nyenyak, beristirahat dari proses kelahiran yang cukup menyita energi.

Agar masa menyusui pertama dapat berjalan lebih efektif diperlukan persyaratan dan kondisi yang seoptimal mungkin harus dilakukan. Beberapa hal yang patut diperhatikan adalah sebagai berikut:

- Penggunaan seminimal mungkin obat-obatan khususnya opium dan sejenisnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nissen et. al. 1995 penggunaan obat obatan tersebut dapat mempengaruhi kemampuan sang bayi dalam mencari puting susu ibu serta daya isapnya, baik singkat ataupun lebih lama.
-Kontak kulit antar si kecil dan ibunyapun sedapat mungkin tidak terganggu selama dua jam pertama setelah dilahirkan atau hingga saat menyusui pertama dapat dilakukan (ILCA 2000:7; SFN 2000:7).
-Berselimut bersama antar sang ibu dan si kecil selain penempatan di ruangan sepi yang terhindari dari gangguan dan kebisingan.
-Pemeriksaan pada bayi baru lahir dan Apgar-Test hendaknya dilakukan di atas perut sang ibu.
-Kegiatan pengukuran, penimbangan, pembersihan badan bayi, pemberian vitamin K ataupun penetesan erytrhromycin pada mata hendaknya dilakukan dua jam setelah bayi dilahirkan atau setelah terjadi kontak menyusui pertama kali (ILCA 2000:7).
-Membiarkan bayi kondisi sehat untuk mencari sendiri puting susu ibunya
-Pemberian bantuan untuk menyusui bila hingga 60 menit pertama si kecil tidak mampu menemukan puting susu sang ibu secara spontan.

Bila kondisi berikut terjadi dimana: proses kelahiran dilakukan melalui proses bius total; si kecil memiliki masalah kesehatan yang perlu ditangani segera; keadaan yang mengharuskan ibu-anak terpisah, maka proses penjalinan kontak kulit dan saat menyusui pertama kali harus segera dilakukan saat kondisi ibu (dan/atau) si kecil telah pulih. Beberapa persyaratan di atas pun sebaiknya juga dilakukan karena akan membantu sukses menyusui pertama kali.

Saat menyusui kedua kali yang biasanya terjadi setelah enam jam bayi dilahirkan, pertolongan profesional dalam menyusui amatlah dibutuhkan. Bidan, perawat ataupun tenaga profesional terkait hendaknya mengamati pola menyusui yang dilakukan sekaligus memberikan masukan yang optimal dan informasi yang terkait dengan menyusui. Pengenalan beberapa posisi menyusui pun hendaknya didapatkan pada masa ini, demikian halnya koreksi yang perlu dilakukan untuk memperbaiki pola menyusui yang telah dilakukan.

Selama masa awal setelah melahirkan (khususnya bila prose kelahiran dilakukan di rumah sakit atau klinik), hendaknya dilakukan evaluasi per delapan jam tentang beberapa hal berikut: kondisi payudara dan puting susu, posisi ibu dan bayi saat menyusui, cara mulut bayi “menangkap” puting susu, signal terjadinya transfer ASI, interaksi ibu-bayi, frekuensi menyusui, kuantitas popok yang basah, kuantitas PUP, pola perubahan berat badan serta posisi menyusui terefektif. Dengan didapatkannya data data di atas diharapkan evaluasi kegiatan menyusui yang telah dilakukan dapat diperoleh, sehingga dapat dijadikan dasar pengetahuan sang ibu agar pemberian ASI dapat berjalan sukses.

Dengan berprinsip: pemberian ASI sedini mungkin, penggunaan metode yang tepat serta pemberian sesering mungkin sesuai kebutuhan sang bayi–siang ataupun malam– maka proses awal menyusui diharapkan dapat berjalan tanpa kendala berarti. (@DAI)

Referensi:

Christenson K et al (1992) Temperature, metabolic adaptation and crying in helathy full-term newborns cared for skin-to-skin or in a cot. Act paediatr 81: 488-493.

Gumberger und Hormann (2003) Einfuehrung in das Stillmanagement In Scherbaum et.al: Stillen, Fruehkindliche Ernaehrung und reproduktive Gesundheit. Deutscher Aerzte Verlag, Koeln: 103-105

Widstrom, A-M et al (1990) Gastric suction in healthy newborn infants. Acta PAediatr Scand 76: 566-572

Early Masturbation pada Balita: Berbahayakah?

Filed under: Summary: Children

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=532&Itemid=158


Mommies pernah mendengar istilah Early Masturbation?. Nah, early masturbation ini dapat lho dialami oleh balita sebagaimana keluhan yang mom satu ini sampaikan di milist We R Mommies. Berawal dari kekhawatiran beliau tentang “kebiasaan aneh” yang putranya (2 th 10 bl) miliki, mom tersebut menanyakan di milist WRM apakah kebiasaan menggesekkan alat kelamin pada anak balita merupakan kebiasaan yang membahayakan bagi perkembangan psikologi anak. Terlebih alasan dilakukannya kebiasaan tersebut adalah “kenikmatan” yang si anak peroleh setelah melakukannya. Beliau sebenarnya telah berkonsultasi pada salah satu psikolog di kotanya, namun anak tersebut hanya diindikasikan hipertaktil dan hipotonus. Terapi yang disarankan psikolog tersebut sendiri hanya berupa peningkatan kuantitas kegiatan fisik dan pemijatan. “Mencemaskan tidak ya mom kebiasaan putra saya tersebut?” tanya beliau di milist WRM.

“Sepertinya kebiasaan masturbasi tersebut harus dihentikan segera karena merupakan kebiasaan buruk dan berhubungan dengan seks” demikian ungkap mom satu ini di awal tanggapan postingannya tentang tema early masturbation. Menurutnya, bila kebiasaan ini tidak dihentikan sedini mungkin maka akan dapat menjadi satu kebiasaan yang terus berlangsung hingga dewasa. Beliau juga membagi pengalaman serupa yang dialami oleh putra tetangganya yang berumur enam tahun. Menurut info yang beliau terima dari orang tua sang anak, putranya memang sering melakukan hal tersebut sedari kecil. Orang tuanya sendiri mencurigai bahwa kebiasaan itu muncul karena saat balita sang anak pernah tak sengaja melihat orang tuanya sedang berhubungan intim dan melihat film dewasa yang sedang ditonton orang tuanya. ” Saranku lebih baik dilanjutkan saja terapinya ke psikolog agar kebiasaannya dapat hilang” tulisnya.

Mom lain yang berprofesi sebagai psikolog menerangkan bahwa tindakan early masturbation dapat dikategorikan menjadi dua jenis, satu karena terasosiasi dengan seksualitas : yang kedua tidak terasosiasi dengan seksualitas. Untuk kategori terakhir biasanya sang anak awalnya melakukannya secara tidak sengaja, namun karena terasa enak dan nyaman, maka selalu diulangi sehingga terbentuk menjadi satu kebiasaan. Pemacu terjadinya tindakan tersebut dapat berasal dari kecemasan, kemarahan, tidak adanya aktivitas dan faktor kepuasan (yang biasanya terjadi karena pengulangan). Orang tua sendiri perlu ekstra observasi untuk mengetahui kapan si anak melakukan tindakan early masturbation tersebut sehingga antisipasi aktivitas yang lain dapat dipersiapkan.

Tentang indikasi hipertaktil/hipersensitif taktil, beliau menerangkan bahwa gangguan tersebut merupakan gangguan modulasi dalam sensory integration. Taktil/perabaan sendiri mendapat input 3T: texture, temperature, tense. Maka yang dimaksud dengan Hipersensitif Taktile adalah keadaan dimana seseorang terlalu sensitif. Biasanya ciri yang dimiliki adalah tidak mau sikat gigi, tidak mau digunting rambutnya, tidak mau memegang lem, terlalu jijik. Berlawanan dengan hipersensitif taktil, hiposensitif taktil biasanya selalu ingin mencari input 3T yang berlebihan, semisal senang menggosok gosok, senang dipijat dll. Maka secara logika, early masturbation semestinya didefinisikan termasuk ke dalam Hiposensitif Taktile sehingga tak heran cara terapi yang dianggap efektif adalah melalui pemijatan, mandi washlap dll.

Hipotonus sendiri adalah kondisi dimana otot seorang lemah, berdiri tidak tegak dll. Karenanya bila memang psikolog rujukan mom yang anaknya mengalami early masturbation memberikan saran untuk peningkatan kuantitas aktivitas dan pemijatan, hendaknya mom tersebut menanyakan dengan jelas tujuan dari pemberian terapi dan kondisi anak tersebut dengan teliti (sebelum dan sesudah menjalani terapi).

” Saya jadi penasaran, apakah kebiasaan aneh ini bisa terbawa sampai dewasa nanti atau bagaimana?. Karena terus terang saja buat saya yang mempunyai anak perempuan jadi takut juga” mom berputri satu ini kembali membuka diskusi tema ini yang sempat terputus beberapa minggu. Ditambah dengan pengalaman pribadinya yang banyak mengamati dan menjumpai laki laki yang berkategori “exhibitionist” ini. Dari acara talk show yang beliau sering ikuti disimpulkan bahwa kelainan seksual ini biasanya berawal dari masa kecil.

Satu masukan datang dari mom ini yang menceritakan bahwa putranya saat berusia dua tahun juga memiliki kebiasaan memegang alat kelaminnya, terutama bila ia merasa takut, tidak nyaman dan sedang tidak ada kegiatan (bengong). Tiap kali putranya memegang alat kelaminnya, maka tiap itu pula sang mom menepis tangannya sambil memberikan penjelasan bahwa ia tak boleh memegang alat kelaminnya. Sebagai alternatif, beliau selalu mengajak anaknya melakukan kegiatan yang membuat sang anak tak punya waktu “beraktivitas sejenis”. Selain itu beliau juga menceritakan bahwa kebiasaan sang anak memegang dada pengasuh saat minum susu pun dapat dihilangkan dengan terapi yang serupa.

” Kedua anak saya laki laki, 3 th dan 1 thn, juga pernah memiliki kebiasaan memegang kelaminnya” sharing mom yang lain. Si sulung memulainya ketika usia 2 thn saat sedang mandi. Mulanya beliau tidak begitu mengkhawatirkan karena pernah membaca dalam satu artikel bahwa ada satu masa anak mengenali diri dan badannya dengan memegang alat kelaminnya, baik laki-laki atau perempuan”. Namun setelah diamati beberapa bulan aktivitas memegang kelamin tersebut masih saja terus berlangsung , maka sang mom berusaha menghentikannya. Proses penghentiannya sendiri memakan waktu yang cukup lama mengingat kebiasaan tersebut sudah cukup lama dijalankan. Berbeda dengan adiknya yang segera di “stop” untuk tidak menjalani masa genital nya teralu lama, maka proses penghentiannya cukup singkat.

Mom ini pun memberikan saran terkait berdasarkan bacaan dan pengalaman yang pernah dialami. Beberapa saran yang beliau anjurkan adalah sebagai berikut.
1. Jangan dilarang dengan keras, karena akan membuat anak memberontak bahkan melakukannya menjadi jadi.
2. Jika anak lebih besar, berikan pengertian, bahwa bila tangan kotor bisa membuat kelaminnya sakit dan infeksi.
3. Ajak anak melakukan aktivitas aktif yang menyenangkan, misalnya berolah raga, main sepeda, menggambar, sehingga tangannya tidak “menganggur”.
4. Berikan kenyamanan maksimal pada anak, karena aktivitas ini juga terjadi salah satunya karena pelampiasan dari ketidaknyamanan anak akan sesuatu.
5. Ajak seluruh anggota keluarga untuk aktif mengajak si kecil mengalihkan perhatian dari memainkan alat kelaminnya.
6. Perlu waktu, harus bersabar dan jangan menyerah.

” Tadinya aku sempat berpikir, mudah mudahan karena masih kecil, masih lebih mudah disembuhkan / dihilangkan kebiasaan “aneh” ini; mungkin ini hanyalah “kesenangan” sesaat, dengan bertambah usia si anak, hilang pula “kesenangan” ini” ungkap mom satu ini pada postingannya di milist WRM. Ia pun menceritakan beberapa pengalaman dan pengamatannya tentang kebiasan mencari kesempatan pada para pria di kondisi berdesakkan dengan menghimpitkan dan menggesekkan alat kelaminnya pada tubuh wanita. Beliau pun juga menanyakan kapan “penyakit” ini mulai muncul, apakah penderita akan semakin bertambah banyak, apa pemicu tindakan aneh yang ada, adakah hubungannya dengan kebiasaan aneh di waktu kecil, mungkinkah dilakukan pengontrolan atau disembuhkan dan bagaimana menghadapinya.

Tanggapan terakhir muncul dari mom berputra tiga ini. Beliau tidak mengemukakan penjelasan, bahkan menanyakan bagaimana cara membedakan masa genital yang ‘aman’ dan yang ‘membahayakan’. Hingga artikel ini dibuat, sayangnya belum ada lanjutan diskusi dengan tema terkait. (WRM/DaI)

Jadi Langsing dan Tetap Sehat: How?

Filed under: Summary

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=533&Itemid=163

Memiliki tubuh yang langsing biasanya merupakan impian wanita masa kini. Demikian halnya yang terjadi pada saudara mom satu ini. Beliau menceritakan bahwa saudaranya bahkan bersedia hanya mengkonsumsi buah buahan hanya untuk mencapai target langsing singset. “Saudara saya itu gampang gemuk dan susah kurus. Malah menurut dia, yang membuat dia bisa kurus hanya bila tidak makan dan hal ini membuatnya lemas. Padahal kerjanya ya otak dan fisik” tulisnya. Segala macam metode diet juga telah dicoba, namun malah menghasilkan yoyo effect. ” Sekarang ia menanyakan tentan obat penurun berat badan, katanya capek diet, olahraga tidak ada waktu karena sibuk dengan pekerjaannya. Ada yang pernah mencoba obat pelangsing pulung bintang bidadari moms?” tutup mom ini dalam postingannya.

Menurut mom berputra/i dua ini, obat keluaran sinshe tersebut tidak akan selalu manjur pada setiap orang ” Obat diabetes dari sinshe tersebut memang cocol pada salah satu rekan saya, namun saat saya dikirimi obat yang serupa malah menimbulkan diare berkepanjangan pada saya”. Perbedaan reaksi tubuh ini mungkin dipengaruhi oleh metabolisme masing masing tubuh yang sifatnya individualistik. Menjawab tentang pertanyaan mengapa seseorang walaupun mengkonsumsi makanan sedikit namun mudah naik berat badannya, beliau berpendapat bahwa hal ini pun juga tergantung metabolisme tubuh yang ada. ” Coba pola makannya diperbaiki, minum diperbanyak saat pagi hari. Memang resikonya akan mudah pipis. Atau dapat juga dicoba saran agar berhenti makan di atas jam 6 malam” saran mom tersebut dalam akhir postingannya.

Penggunaan program WRP untuk menurunkan BB adalah saran mom yang lain ” Namun harus tetap berolahraga minimal satu kali dalam seminggu, bahkan hasilnya akan optimal bila dilakukan tiga kali dalam seminggu”. Menurut beliau, setelah mengikuti program WRP maka berat badannya dapat turun. Namun beberapa bulan belakangan ia memutuskan untuk berhenti menjalankan program karena beliau tak dapat meneruskan pengkonsumsian susunya yang membuat dirinya mual.

Mom satu ini bahkan menceritakan beberapa upayanya dalam berusaha menurunkan BB setelah operasi. Segala upaya yang dilakukan seperti meminum jamu, obat pelangsing, minum WRP hingga krem pelangsing malah membuat dirinya terserang penyakit maag yang cukup parah. Setelah peristiwa itu, beliau memutuskan “stop” dari usaha menurunkan BB dan membiarkan BB nya naik hingga 95 kg. Turunnya BB beliau bahkan terjadi karena tindakan yang tidak diniatkan, yaitu turut berolahraga hanya sekedar untuk menemani sahabat karibnya.

Selain menceritakan pengalaman pribadinya, beliau pun membagi pengalaman temannya yang mengkonsumi obat pelangsing merk Merit. Memang terbukti BB temannya turun dari 120 kg hingga 60 kg, namun tercapainya tujuan ini harus dibayar mahal karena temannya terkena gagal ginjal dan meninggal dalam usia muda. ” Jadi terserah masing masing saja. Kalau saya menyarankan agar rajin berolah raga dan hindari stress. Buat saya itu lebih sehat. Bila menggunakani obat atau diet makanan secara gila-gilaan sepertinya akan berefek samping yang mungkin akan membahayakan di kemudian hari. Kalau memang berat badan tidak dapat turun, mungkin itu menandakan perlunya berkonsultasi pada ahli gizi atau dokter. Badan kan tidak perlu sempurna, yang terpenting dapat tercapai kondisi sehat, luar dalam. Sehat itu mahal sekali harganya” demikian pesan penutup mom satu ini.

“Penurunan BB hanya dapat tercapai dengan disiplin yang tinggi, kesabaran dan ketabahan” ungkap mom yang lain. Pengalaman buruk menggunakan obat pelangsing dan teh pelangsing yang malah membuat dirinya terkena infeksi kandung kemih (yang bila dibiarkan bisa ke arah gagal ginjal) membuat dirinya memutuskan metode dietnya selama ini. Usaha penurunan BB seterusnya hanya dilakukan melalui pengaturan pola makan dan berolahraga teratur. Mengkonsumsi makanan besar tetap ia lakukan selama tiga kali dengan diselingi dua kali cemilan di antaranya, namun tentu tetap diperhatikan kuantitas dan jenisnya. Bila beliau tidak sempat pergi ke tempat gymnastik, ia tetap jogging atau melakukan senam melalui petunjuk VCD.

Menurutnya, untuk menurunkan dan menjaga BB harus dilakukan pembakaran kalori minimal selama 30 menit yang dilakukan tiga kali dalam seminggu. Bila hal ini rutin dilakukan, maka penurunan BB 1 kg dalam satu bulan kemungkinan dapat diraih. “Saudara saya ada yang menggunakan metode akupuntur dan lumayan berhasil. Namun menurut akupunturnya, ia hanya membantu, keberhasilannya sendiri tergantung disiplin yang dilakukan” tulis beliau.

Mau langsing? Nah menurut mom satu ini yang terpenting adalah menjaga makanan. Dokternya pernah menginformasikan bahwa bila asupan energi minimal (melalui diet gila gilaan), maka akan membuat pembuluh pembuluh darah kekurangan zat zat penting untuk melenturkan pembuluh tersebut sehingga aliran darahnya dapat tidak lancar. Karenanya penting sekali untuk tetap mengkonsumi makan tiga kali sehari dengan dua kali snack. Yang perlu diperhatikan adalah kuantitas karbohidratnya dikurangi “Makan dengan porsi nasi sedikit dengan semangkuk sayur dan sekerat kecil daging atau ikan plus sepotong kecil tempe atau tahu. Usahakan jangan sering mengkonsumsi goreng-gorengan. Kukus dan rebus lebih baik. Ikan pepes misalnya. Cemilan juga buah saja. Bila buahnya besar, makan setengahnya. Yang juga penting, stop konsumsi mie, coklat , tart dan makanan berkalori tinggi serta jangan lupa minum 3 liter dalam sehari” demikian beberapa tips yang ia sampaikan. Olahraga juga merupakan satu keharusan. Olahraga yang dimaksud di sini adalah olahraga rutin dengan porsi waktu yang tetap yaitu 30-60 menit dalam satu kali waktu olahraga dan dilakukan selama 3-4 kali dalam seminggu. Bila semua tips itu dilakukan, mom ini meyakinkan bahwa penurunan BB akan tercapai, walau mungkin tidak drastis.

Mom yang sedang merantau ini menceritakan tentang tendensi kenaikan BB nya setelah bermukim di negeri orang. Kenaikan BB yang konstan akhirnya membuat dirinya memutuskan untuk mencari penyebab kenaikan BB dan berusaha mencari aktivitas antisipasinya. Setelah diselidiki, kebiasaan menghabiskan segala makanan sisa dan sarapan dengan kategori makanan BB adalah penyebab drastisnya kenaikan BB beliau. Berdasarkan artikel yang mengajurkan agar sarapan pagi terdiri dari bahan makanan yang mudah diserap tubuh, beliau mengganti kebiasaan sarapan paginya selama ini. Buah, khususnya apel yang konon mengandung banyak antioksidan menjadi pilihannya. Ternyata upaya yang dilakukan tidak sia sia, dalam beberapa minggu BB nya dapat turun ke berat badan semula. Selain pengaturan pola makan, pola hidup aktif semisal dengan rutin bersepeda dan melakukan senam BL, beliau yakini sebagai faktor yang menentukan pula keberhasilan turunnya BB dirinya.

Penggunaan Xenical adalah saran dari mom yang lain. Berdasarkan pengalamannya, penggunaan obat tersebut dapat menurunkan 6 kg BB nya dalam waktu 3 bulan. Kerja obat tersebut ada di lokal usus/lambung sehingga timbulnya Jo Jo Effect teramat kecil. Xenical menghambat penyerapan lemak namun efeknya BAB pengkonsumsi akan berminyak. “Setahu saya, xenical adalah obat resmi yang dianjurkan dokter sehingga cukup aman” ungkapnya. Efek penurunan BB akan optimal bila dikombinasikan dengan food combining.

“Saya sih tidak pernah mencoba obat langsing takut bila memiliki efek yang yang buruk terhadap rahim” tulis mom ini. Saat ini beliau menggunakan metode suntik vitamin C pada bagian yang berlemak pada salah satu dokter. Disamping pemberian suntik vitamin C, biasanya pasien juga diberikan obat dan petunjuk pengaturan makan. Diet yang dilakukan biasanya adalah pengkonsumsian roti saja pada saat sarapan, nasi + sayur saat makan siang dan buah untuk makan malam. Satu hal yang penting dilakukan selama terapi suntik vitamin C ini adalah pengkonsumsian cairan yang banyak agar kerja ginjal tidak terbebani.

Buat mom satu ini, pengkonsumsian obat pelangsing belum menjadi pilihan karena ia mengkhawatirkan efek buruk pada ginjal yang mungkin terjadi. Namun beliau menceritakan tentang pengalaman temannya yang berhasil menurunkan BB nya dengan menggunakan metode wrapping. Metode Wrapping adalah metode penurunan BB dengan menggunakan lotion khusus yang dioleskan pada bagian yang ingin diperkecil. Setelah lotion diusapkan pada daerah tujuan, bagian tersebut di wrap dengan plastik wrapping. Lotion ini gunanya adalah untuk melancarkan peredaran daran dan memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Efek dari perbaikan metabolisme tubuh adalah pengurangan jumlah lemak tubuh dan perbaikan jaringan kulit. Keseluruhan metode itu dapat dilakukan di rumah sambil tetap dapat beraktivitas seperti biasa dengan mengkonsumsi normal porsi makanan seperti biasa. (WRM/DaI)

August 23, 2005

Bila Hidung si Kecil Tersumbat

Filed under: Summary
Bila buah hati mommies selalu pilek dan tiap kali “meler”, apa yang mommies lakukan?. Pertanyaan serupa diajukan oleh mom anggota milist We R Mommies ini dalam postingannya terdahulu. Beliau menceritakan sudah beberapa hari ini buah hatinya masuk dalam kategori serupa (baca: selalu pilek dan “meler”). Hingga saat ini beliau belum mencari pertolongan medis melainkan hanya melakukan perlakuan tradisional seperti pemberian air minum putih hangat. “Makan dan minumnya sih masih tetap biasa. Namun kasihan saja melihat hidungnya yang selalu ‘meler’. Apalagi anak saya paling tidak menyukai bila kami membersihkan hidungnya, apa ya tips yang lain?” tanya beliau di akhir postingannya.

Tips pertama datang dari mom yang membagi pengalaman saat si kecilnya mengalami pilek. “Letakkan seember air panas yang dicampur dengan minyak kayu putih di sudut kamar. Lalu tutup semua pintu dan jendela rapat rapat serta matikan AC. Dengan kondisi demikian, timbul udara lembab, dan biarkan anak menghirup udara yang lembab tersebut” tulis mom satu ini. Beliau pun juga menyarankan untuk mengoleskan minyak telon yang dicampur dengan bumbu rempah pala bubuk di bagian atas hidung antar dua alis. Biasanya si kecil akan langsung tertidur pulas dan gejala hidung mampetnya akan menghilang setelah diberi “treatment” tersebut. “Seringnya dijemur pada saat matahari pagi juga akan membantu meringankan keluhan tersebut” ujar mom ini menutup tips dan trick dalam postingannya.

“Sudah pernah mencoba pijat meridian untuk pilek?” tanya mom satu ini dalam awal tanggapan tema pilek dan hidung tersumbat. Menurut beliau ada beberapa titik di wajah yang langsung berhubungan dengan saluran pernafasan. Karenanya perlakukan pijat meridian akan membantu sekali meringankan keluhan pilek dan hidung tersumbat. Pijat metode ini juga dapat diterapkan pada anak dan bayi dengan memperhatikan tekanan saat memijat. Bagi beliau, perlakuan tradisional lebih disukai karena tidak merepotkan anak dan terhindar dari keharusan sang anak meminum obat ini itu hasil resep dokter.

Pembaluran dada dan punggung dengan transfulmin for baby adalah saran selanjutnya yang di sampaikan oleh mom berputri satu ini. Hal yang harus diperhatikan saat pembaluran adalah transfulmin yang di oleskan pada kulit hendaknya cukup merata dengan tekanan tangan yang cukup kuat.

Menurut mom yang lain, hal hal yang dapat dilakukan saat si kecil pilek dan hidungnya tersumbat adalah sebagai berikut:
1. Penyediaan baik berisi air panas yang diteteskan minyak kayu putih agar uap airnya dapat dihirup oleh si kecil.
2. Penggunaan termos listrik yang transparant dapat juga digunakan untuk mengganti cara pertama, namun perhatikan agar isi air dalam termos selalu terjamin ada.
3. Pengolesan balsem transfulmin di bagian dada, depan hidung dengan kuantitas yang tidak terlalu banyak.
4. Usahakan posisi tidur si kecil sedemikian rupa dengan bagian kepala lebih tinggi dibandingkan bagian tubuh yang lain.
5. Bila demam timbul, buatkan parutan bawang merah yang dicampur dengan minyak telon, kemudian balur di beberapa bagian tubuh yang panas.
6. Oleskan diantara dua alis campuran minyak telon dan bubuk pala. (WRM/DaI)

August 16, 2005

Resep Ikan Asin Ala We R Mommies

Filed under: Summary

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=523&Itemid=164

Stok ikan asin sedang berlimpah di rumah mommies?. Nah, agar si ikan asin tidak hanya digoreng saja, silakan coba beberapa resep di bawah ini hasil urun saran dari para mommies di milist We R Mommies.

Ikan Asin Jahe Tomat ala Mama Ais

Bahan:
-ikan asin
-bawang merah 5 siung, bwg putih 2 siung , cabe rawit beberapa buah : semua dihaluskan.
-cabe hijau diiris kasar
-daun salam 2 lembar
-jahe seruas dipipihkan
-tomat.

Cara Membuat:
-ikan asin dicuci, goreng
-tumis bumbu halus, masukkan irisan tomat
-setelah layu, masukkan cabe ijo iris,jahe, daun salam
-tambahkan garam sedikit aja
-terakhir masukkan ikan asin
-bila ingin lembut, gunakan air sedikit dan biarkan sampe air meresap
-masak dengan api kecil
-angkat bila sudah matang

Ikan Asin Cabe Paprika ala Mom Sita

I.
Goreng ikan asin setengah matang untuk nanti dicampur dengan bumbunya. Bawang putih iris tipis, bawang bombay iris tipis, kecap inggris, sedikit saos
tomat untuk rasa asam, cabe hijau besar iris miring, paprika hijau iris tipis panjang. Tumis sampai wangi dengan minyak goreng biasa tapi tambahkan blue band dan sedikit air biar nggak gosong.Campurkan ikan asin ke bumbu tadi

II.
Ikan asing goreng setengah matang dicampur bumbu:bawang putih iris tipis, bawang bombay iris tipis. Mangga setengah matang iris tipis panjang, gula jawa
sedikit paprika hijau/merah iris tipis, tumis seperti diatas.

Ikan Asin Cabe Tomat ala Mom Dea

Bahan:
-Bawang merah (dirajang)
-Bawang putih (dirajang)
-Cabe hijau keriting (diiris tipis)
-Cabe rawit (diiris)
-Tomat (dipotong kecil-kecil)
-Daun jeruk
-Gula-garam
-Minyak goreng

Cara Membuat:
-panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum
-kemudian masukkan cabe yang sudah diiris, tunggu hingga setengah matang
-masukkan tomat yang telah potong kecil, masukkan daun salam, gula-garam.
-setelah masak *kalo aku ada dua cara*

(a) Siram bumbu ke atas ikan asin yang sudah digoreng, atau
(b) Masukkan ikan asin ke dalam bumbu, aduk sebentar, kemudian angkat.

Ikan asin digoreng kemudian dimakan dengan sambal nanas atau sambal gandaria juga menjanjikan rasa yang nikmat.

Ikan Asin Santan ala Mom Inong

Bahan:
-ikan asin, digoreng dulu
-bumbu iris: bawang merah, bawang putih, cabe ijo, tomat ijo
-laos seiris, geprek
-santan
-garam secukupnya
-merica
-gula pasir

Cara Membuat:
-tumis bawang merah, bawang putih, sampe wangi
-masukkan cabe ijo, laos dan tomat ijo,
-masukkan ikan asin,
-aduk rata, masukkan garam, merica dan gula
-terakhir masukkan santan,
-aduk rata sampai mendidih

hidangkan dengan nasi hangat.

Ikan Asin Petai Aroma Oliven ala Mom *)In

Bahan:
-Bawang merah (diiris tipis)/Bawang bombay
-Bawang putih (diiris tipis)
-Cabe hijau keriting (diiris tipis)
-Cabe rawit (diiris tipis)
-Cabe Merah (diiris tipis)
-Tomat (dipotong kecil-kecil)
-Beberapa lembar petai (utuh atau dibagi dua per petai)
-Daun bawang (diiris tipis, bila berkenan)
-Gula-garam
-Minyak Oliven

Cara Membuat:
-panaskan minyak oliven, tumis bawang merah/bawang bombay dan bawang putih hingga harum
-masukkan cabe-cabean yang sudah diiris, tunggu hingga setengah matang
-masukkan ikan asin dan petai
-masukkan tomat yang telah di potong kecil, daun bawan dan gula -garam
-angkat bila sudah matang. (WRM/DaI)

August 9, 2005

Demam dan Waktu Tepat Mencari Pertolongan Medis

Filed under: Summary

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=512&Itemid=163

Bila buah hati mommies sedang demam hingga 38 derajat celcius, tindakan apa yang mommies lakukan?. Pergi ke dokterkah? Membeli obat penurun panaskah? atau menunggu hingga demam reda dengan keyakinan bahwa demam adalah reaksi normal tubuh untuk bertahan terhadap serangan “asing” ke dalam tubuh. Pengalaman serupa dialami oleh mom berputra satu ini. Melalui milist We R Mommies, beliau menceritakan kejadian demam yang baru saja menimpa putra kecilnya. ” Saat aku pulang kantor, anakku panas dan rewel, mulanya kupikir hanya kecapean saja. Saat malam hari ia demam hingga 38,5 C karenanya aku berikan kompres dan paracetamol. Mulanya aku sih ingin menunggu kondisi lanjutnya, baru di putuskan ke dokter apa saja” tulis mom ini. Namun karena terlalu banyak campur tangan pendapat dari keluarga yang lain, maka diputuskan untuk segera berkonsultas ke dokter.

Menurut dokter, putranya mengalami radang tenggorokan dan butuh antibiotik untuk menyembuhkannya. “Aku sebenarnya saat berkonsultasi sempat mengeluarkan ilmu dari milist yang mengatakan bahwa bila infeksi disebabkan karena virus, maka antibiotik tidak diperlukan. Namun sang dokter tetap bersikeras penyebab radang ini dari bakteri” cerita beliau. Oleh DSA tersebut, putranya diresepkan antibiotik, sirup turun panas dan vitamin musofil untuk menambah nafsu makan. ” Bingung jadinya, baiknya diberikan atau tidak ya. Pemberian antibotik sepertinya tidak perlu, lagi juga panasnya sudah turun ke 37,5 C. Anakku juga masih mau makan, kok masih diberikan obat penambah nafsu makan ya?” tanya mom satu ini di akhir postingan beliau.

Tanggapan pertama datang dari mom berputri satu ini. Beliau berpendapat bahwa saat demam sudah mencapai 38,5 derajat celcius dan pemberian obat turun panas di suhu tersebut tidak menunjukkan hasil, maka saat itulah sang anak perlu di bawa ke dokter. Bila panas yang muncul kurang dari 37 derajat celcius, maka pertolongan pertama yang baik dilakukan adalah melakukan kompres dan pemberian air putih yang lebih banyak.

“Bila suhu tubuhnya tidak lebih dari 38 derajat, sebenarnya anak tidak butuh antibiotik dan penurun panas sebenarnya” demikian tulis mom satu yang berprofesi dokter ini. Pemberian vitamin pun rasanya berlebihan bila sang anak ritme makannya tidak begitu terganggu. Beliau pun menceritakan bahwa saat ia menulis artikel tentang demam, ia mendapatkan sumber dari penelitian WHO. WHO sendiri menemukan dari hasil penelitiannya bahwa keyakinan untuk menggunakan obat penurun panas bila anak panas sudah terlalu kuat tertanam dalam benak masyarakat. Karenanya tak heran bila sulit untuk merubah pandangan tersebut. Aturan yang dianjurkan saat menghadapi demam pada anak sebenarnya universal : obat penurun panas diberikan saat demam anak sudah mencapai 40 derajat celcius. “Namun mungkin karena alasan sudah terlalu kuat tertanam, maka diturunkan menjadi 39 derajat, bahkan AAP mentolerir hingga 38,5 derajat” ujar mom berputra dua ini mengakhiri tanggapan tentang tema ini. (WRM/DaI)

My Time With Sheila

Filed under: Paperworks

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=510&Itemid=69

Kisah sedih Sheila, seorang gadis cilik yang tak mau bicara , telah membuat pembacanya yang ada di 22 negara turut hanyut dalam kesedihan sang gadis kecil. Bahkan buku Sheila yang Torey tulis, membuat dirinya terkenal sebagai therapis spesial untuk kasus kasus mutismus (tak mau berbicara). Lima bulan penuh Torey berjuang untuk membebaskan Sheila dari penjara kebisuan dan keagresifan yang mengkungkungnya. Lima bulan panjang bagi Torey dan Sheila, yang berakhir dengan manis. Setelahnya, mereka berdua menapaki jalan kehidupan yang berbeda: Torey kembali menekuni pekerjaannya di kota lain, Sheila pun nampak menjalani kehidupan “normal” nya di kelas reguler dengan membawa kenangan manis bersama Torey membaca buku “kleine Prinz” yang ada selalu di benaknya.

Tujuh tahun kemudian, Torey mulai menulis pengalaman selama berinteraksi dengan Sheila setelah ia termotivasi oleh catatan kecil mahasiswinya yang dituliskan dalam sebuah buku yang ia hadiahkan pada Torey: “Fuer Torey, in der Hoffnung, dass Sie eines Tages ueber Sheila, Leslie und alle die anderen schreiben werden”.

Saat Torey telah selesai menuliskan pengalamannya bersama dengan Sheila kecil, maka secara tak sengaja ia memperoleh informasi bahwa Sheila bermukim di tempat yang tak begitu jauh dari Sandry Clinic, tempat Torey melakukan penelitian psikologinya. Torey kembali bertemu dengan Sheila. Namun penampakan gadis yang hampir berusia 14 tahun bernama Sheila itu amatlah jauh berbeda dari apa yang Torey ingat pada Sheila gadis kecil cantik berambut lurus yang memiliki IQ 180.

Sheila yang kurus, berambut kriting dengan warna oranye menyala dan sedikit bergaya ala punk, nampak tak mengingat masa masa yang ia lalui bersama Torey. Kenyataan bahwa Sheila melupakan masa kebersamaan dengannya dan seakan kasih serta usaha mengajarkan arti cinta pada Sheila kecil nampaknya tak membuahkan apa apa, sedikit banyak membuat Torey sedih dan kecewa. Namun Torey tak pantang menyerah, ia kembali menjalin relationship dengan sang remaja dan berusaha kembali mengenalkan arti sayang dan cinta pada Sheila.

Torey banyak mengikutsertakan Sheila dalam aktivitasnya, bahkan ia mengajak Sheila untuk bekerja sebagai asisten pada Summer Program bagi kelompok anak anak yang mengalami gangguan psikologi, yang selama ini diterapi di Sandry Clinic. Semakin intens Torey berinteraksi dengan Sheila, semakin Torey menyadari bahwa remaja 14 th yang kini ia hadapi memiliki masalah yang sama dengan Sheila kecil di 7 tahun yang lalu: dendam kesumat yang tak berkehabisan!.

Hasil komunikasi intensif dengan Torey pun berdampak pada Sheila. Semakin intens Sheila berinteraksi dengan Torey, semakin terkuak kembali gambar dan kenangan kenangan masa lalu yang harus Sheila alami. Kenangan kenangan pahit yang mengikuti jalan hidupnya seakan muncul dengan detailnya yang begitu jelas: saat ia harus memuaskan kebutuhan dealer obat bius yang akan menjual obat obatnya dengan harga yang murah pada ayahnya, saat ia diperkosa oleh pamannya, serta saat ia dipaksa keluar dari mobil oleh ibunya dan ditinggalkan begitu saja di tepi High Way kala berusia 4 tahun: berpisah dengan Jimmie kecil adik satu satunya. Kebencian, dendam, kerinduan dan rasa tak berharga menyelimuti sang remaja.

Pilu, sedih dan kecewa melihat kasih dan usahanya selama ini mengajarkan cinta kepada Sheila seolah tak berarti apa-apa, Torey tetap tak mau menyerah. Torey pun tetap menghadapi Sheila dengan sabar tatkala Sheila berdiri depan pintu rumahnya bersama Alejo, seorang anak yang mengikuti Sommer Program ,yang ia culik karena ketakutannya bila Alejo akan dikembalikan ke Kolombia oleh orang tua asuhnya. Torey memandikan Sheila dengan kasih dan menina bobo kannya di kamar pribadi Torey.

Torey pun tetap mencari kabar kala Sheila hilang begitu saja dari kehidupannya. Harapan agar satu saat Sheila kembali menghubungi dirinya selalu dipupuk Torey dalam sanubari. Hingga satu saat Torey mendapatkan setumpuk surat pribadi yang Sheila ditujukan padanya dan ibunya. Torey pun kembali berkunjung rutin pada Sheila yang harus tinggal di rumah penitipan anak anak selama ayahnya mendekam di penjara akibat tak mampu membayar tagihan sewa rumah di tempat tinggal lama mereka. Torey habiskan waktu satu kali seminggu bersama Sheila dengan melakukan aktivitas bersama ataupun hanya sekedar mendengar sang remaja membacakan sekelumit puisi dari buku Antonius and Cleopatra. Buku yang Sheila 10 kali baca dalam dua hari dan masih berulangkali ia selusuri kata katanya. (

Hilangnya kabar Sheila harus kembali Torey alami. Kesedihan melanda Torey karena ia pun harus menyiapkan diri berhadapan dengan realita: menerima hilangnya Sheila dari kehidupannya. Frustasi yang Torey hadapi ia lawan dengan kesibukan harian di Sandry Clinic, walau toh tetap ia simpan secercah harapan: satu saat..semoga Sheila memberi kabar padanya.

“Geh fort, geh fort, o Menschenkind. Wo Wasser und die Wildnis sind. Mit einer Fee geh Hand, denn sind mehr Traenen auf der Welt, als einer fassen kann. Fuer manche von uns ist diese Welt nicht gemacht Torey. Der kleine Prinz hat es erfahren. Und Kleopatra, und ich glaube, ich auch. Hier gibt es nichts fuer Mich. Ich komme von einem anderen Ort. Ich gehoere nicht hierher. Sind mehr Tränen auf der Welt, als ich fassen kann. Danke, dass du’s versucht hast. Und fax mir nicht zurueck. Ich schicke das von einem Geschaeft aus und will keine Antwort. In Liebe, Sheila.”. Sebuah Fax mengagetkan Torey akan keberadaan Sheila di suatu kota di Kalifornia Utara. Ya, Kalifornia, tempat yang selalu Sheila sangka di sanalah ibu dan Jimmie- nya berada. Setelah dapat berbicara dengan Sheila yang tetap tak mau ditolong olehnya, Torey memohon pada Sheila agar berkenan menunggu di satu tempat hingga ia datang menemui.

Perjalanan 2 jam dengan pesawat ditambah 2 jam dengan mobil sewaan rela Torey tempuh demi menemui Sheila yang sedang kebingungan. Tepat jam 10 malam di restaurant siap saji Mc Donald nun di satu tempat di Kalifornia utara, Torey melihat seorang gadis lusuh dengan pakaian yang kotor dan tampak kelaparan: ya, Sheila-nya sedang duduk termenung di satu meja. “Ich will nicht in das Heim zurueck Torey. Wennn du nur hergekommen bist, um mich wieder dahin zu bringen, haettest du auch gleich zu Hause bleiben koennen. Ich geh’ da nicht wieder hin. Da sitzt man wie in der Todeszelle, und das ist fuer mich erledigt!” jawab Sheila saat Torey mengajaknya untuk menaiki mobil. Namun Torey begitu sabar menjalin pembicaraan hingga akhirnya Sheila menyerah pasrah naik ke mobil sewaan, berduaan dengan Torey menempuh perjalanan malam melalui Highway ke arah utara.

Di perjalanan menyusuri Highway yang gelap gulita, Sheila seakan lepas menuangkan emosi kesedihan, kemarahan dan kekecewaannya. “Why did you do that Torey? Why did you extra come here to take me?” “Because I love you. That’s only”. Sheila menangis terisak isak. “It’s not fair. It’s so wrong. You have not supposed to be here. My mother should come here and talk with me. Not you, only my teacher.” Sheila menoleh pada Torey. “So sorry Torey for what I say. But that’s what you are. Where are the people, who I should love? Where are they now?” Where is my mother? and where is my father? Why should always people like you, who take care of me? Why not my parents? Am I too bad for them? “. Torey tak menjawabnya, karena memang ada waktu dimana kata kata tak dapat membantu luka kepedihan yang sedang dirasa.

Setelah Sheila selesai melepaskan luapan emosinya, baru Torey mengajaknya berpikir lebih jauh dan melihat segala hal dari sudut pandang yang berbeda. Percakapan yang dalam dan panjang, mereka alami hingga ke kota tempat tinggal mereka berdua. Keesokan harinya, setelah Sheila terbangun dari tidur pulas di lantai kamar Torey, ia berkata: ” Ich glaube, dass ich inzwischen den ersten Punkt erreicht hab’. Ich hab’ hier gesessen und nachgedacht, und du, ich hab’ jetzt nicht mehr das Gefuehl, dass es meine Schuld war. Es tut immer noch hoellisch weh. Ich wuensch’ mir immer noch es waere nicht geschehen. Ich kann jetzt verstehen, dass meine Mutter vielleicht ihre eigenen Probleme hatte und es nur mein Pech war, dass ich eins davon war”. Sheila melanjutkan bicaranya pada Torey “am meisten hab’ ich ueber das nachgedacht, was du ueber das Loslassen gesagt hast. Annehmen, Verzeihen und dann Loslassen. Annehmen kann ich, glaube ich. Ich glaube, ich kann sogar verzeihen, aber dan Loslassen macht mir zu schaffen. Ich versuche dahinterzukommen, was zum Loslassen gehoert, und das einzige, was mir einfaellt, ist, dass man nach vorne schauen muss. Man muss mehr and die Zukunft denken als and die Vergangenheit”.

Dengan kemampuan intelektual kategori jenius, Sheila tetap bersikeras tidak melanjutkan pendidikan ke Universitas, namun ia memilih berkarir di Mc Donalds .Torey pun menghargai keputusannya walau tetap ada sedikit kecewa karena kemampuan intelegensi Sheila tak dapat optimal di gunakan di universitas “Ein hochintelligentes Maedchen wie du! und di willst dir dein Leben damit verdienen, dass du Hamburger austeilst?” “Hoer zu Mama, ich muss das Tun, was ich fuer richtig halte” “Ich bin nicht deine Mutter. Meinem Kind wuerde ich so was niemals durchgehen lassen” Torey tertawa. “Doch du bist meine Mutter. Wenn ueberhaupt jemand meine Mutter ist, dann bist du’s, weil ich dich genauso liebe wie eine Mutter. Und ich weiss, dass du mich auch liebst”. “Ok good. Do what you think right. I do trust you” “Thank you, Mama” demikian Torey menutup buku Tiger’s Child ini.
Kisah menarik yang menyentuh jiwa, saya dapatkan kembali ketika membaca karya Torey ini. Emosi saya pun terpengaruh mengikuti turun naiknya emosi Sheila dan Torey dalam Tiger’s Child. Kadang saya tak habis pikir, ternyata masih saja ada orang sebaik Torey yang menyayangi anak bimbingnya dari hati yang terdalam dan rela berkorban waktu, tenaga bahkan materi di zaman di mana dunia dipenuhi nilai nilai kapitalis dan materialis. Apakah saya juga dapat berlaku demikian?.

Selebihnya, saya amat terkesan dari beberapa untaian kalimat Sheila dalam buku ini yang membuat nurani saya tersentuh: Accept, Forgiving and then Releasing….We must look forward and we’ve to think more at the future than a past. Mungkin benar, kejadian masa lalu yang pahit terutama yang melukai hati serta kadang tak kita mengerti mengapa harus terjadi akan lebih baik bila kita menerimanya. Menerima bahwa itu telah terjadi dan tak akan bisa dirubah lagi. Akan lebih baik lagi bila kita memaafkan penyebab kepahitan tersebut dan berusaha untuk ikhlash melepaskan masa lalu yang menyakitkan. Hati memang berubah ubah, namun dengan selalu berkomitmen melakukan ketiga hal di atas, rasanya akan lebih mudah bagi kita untuk menjalani masa depan. Masa lalu biarlah kita jadikan kenangan dan pengalaman hidup yang berharga, namun janganlah menjadi penjara bagi kita untuk tidak lebih banyak memikirkan masa yang akan datang. Benarlah kiranya nasihat bijak yang sering saya dapati…adalah manusia merugi, bila saat ini tak lebih baik dari masa lalu, dan bila masa depan tak lebih baik dari hari ini.

Satu lagi yang membuat saya berkaca diri..mungkinkah kiranya di satu saat nanti buah hati saya dapat berbangga hati memiliki saya sebagai ibunya. Dapatkah satu saat mereka berkata pula pada saya, yang ibu kandungnya ” You’re my ummi….I do love you Ummi, and I’m sure that you do love me too” . Ah, semoga…(@DAI)

*Sheila is now in her thirties. She has moved from fast food into the restaurant business and seems to have quite an astute business mind. She remains single and shares her home with two cats and two dogs. Animal rights has become an important cause in her life and she devotes a considerable amount of free time to this work.

August 2, 2005

Komunikasi Indonesia - Luar Negeri: SMS, FS dan YM

Filed under: Summary

http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=503&Itemid=164

Bila melakukan SMS ke luar negeri, apakah dapat langsung diterima atau terdapat delay?

Penerimaan SMS amat tergantung dari on dan off telpon penerima. Kadang juga tergantung dari saluran yang ada. Pada kota dimana jaringan terhadapat satu produk tidak ada, maka terdapat roaming, tidak dapat langsung dikirimkan. Kadang message nya pun menunggu sampai terdapat jaringan. Selain itu juga tergantung dari penerima di LN apakah dapat menerima SMS dari luar negeri karena masing masing negara memakai sistem yang berbeda (contoh: di indonesia digunakan GSM, di Amerika yang menggunakan GSM hanya AT & T, T-Mobil dll).

Di beberapa tempat di LN, delay message juga dapat terjadi walaupun operator dalam negeri mengatakan bahwa message telah terkirim. Terlebih pada daerah kecil dimana signal HP pun lemah, maka peluang message tidak sampai akan semakin besar.Karenanya dapat disimpulkan bahwa urusan SMS benar benar tergantung dari operator pengirim dan penerima. Sehingga mungkin saja terjadi operator X di indonesia ke operator Y di LN terjadi delay, namun operator X di indonesia ke operator Z di LN tidak terjadi delay.

Tanggal dan Jam SMS yang diterima dari LN itu menunjukka jam kirim waktu setempat (LN) atau jam terima waktu indonesia?

Stamp waktu SMS yang diterima adalah stamp waktu yang mengirim (LN), bukan yang menerima.

Buat Mom yang menggunakan FS (Friendster), di sana ada keterangan waktu “Last Login”, apakah itu valid?. Bila di Yahoo Messenger kita tutup tapi tidak melakukan “Sign Out” kan tetap terlihat on line. Apakah hal yang sama berlaku di FS?

Waktu log in sebenarnya valid, namun itu US time sehingga tanggalnya terlambat satu hari dari indonesia. Bahkan ada orang orang dapat men-set komputernya itu selalu on sehingga akan nampak selalu on pada YM, FS ataupun Mulitply walau si pemakai tidak sedang berada di depan komputer.(WRM/DAI)