http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=413&Itemid=158
Mom yang beputra satu ini menyarankan agar pemberian antibiotika pada bayi yang demam ditunda terlebih dahulu. Menurutnya flu disebabkan oleh virus, dan virus tak akan pernah mati. Karenanya penyakit yang disebabkan virus seperti Hepatitis B, typhus, flu, dll tidak akan pernah dapat sembuh total. Saat tubuh si empunya lagi “down” maka virus itu akan muncul lagi mengganggu. Panas merupakan hasil reaksi tubuh bayi dan tubuh kita saat memerangi virus tersebut, dan hal tersebut adalah hal yang normal. Biasanya demam akan muncul beberapa hari. “Ditunda saja pemberian antibiotikanya mom” pesan mom ini saat menutup postingannya.
“Setahu saya, bila anak demam kita harus mencari tahu dulu apa penyebabnya. Bila hanya flu, saya pribadi tidak akan membawa anak ke dokter karena setahu saya flu akan sembuh sendiri setelah virus penyebabnya berhasil diatasi oleh tubuh kita. Jadi yang saya pantau biasanya hanya suhu tubuh anak. Bila telah mencapai 38,5° ke atas saya berikan suppositoria yg mengandung paracetamol. Karena penggunaannya lewat dubur maka efek obat tersebut langsung nampak dibanding obat minum” tulis mom satu ini. Selain itu beliaupun memberikan beberapa tips berkaitan dengan demam (dan segala gejala yang menyertainya) yang kerap di derita anak anak:
1. Perhatikan lendir yang ada di hidung anak dan usahakan agar ruangan dalam keadaan lembab. Bila dalam ruangan digunakan pemanas/hitter, maka berikan handuk basah untuk membantu keseimbangan kelembaban yang ada. Penggunaan minyak peppermint dengan pembakar khusus untuk aroma terapi juga amat membantu.
2. Perhatikan gerak gerik keseharian sang anak. Bila ia terlihat normal walaupun menderita demam, batuk ataupun pilek maka orang tua tak perlu cemas sepanjang demamnya tidak naik terlalu tinggi.
3. Usahakan agar si kecil mengkonsumsi cairan sebanyak mungkin untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuhnya.
4. Buatkan sup ayam yang direbus lama agar kaldu keluar dari tulang ayamnya.
5. Bila hidung sang anak “mampet”, maka sedot lendir pilek yang terdapat di hidung. Bila anak agak sedikit besar, bisa digunakan alat penyedot lendir pilek namun bila masih bayi, maka penyedotan dengan mulut sang ibu biasanya lebih efektif. Pemberian obat tetes hidung juga patut untuk dipertimbangkan.
“Jadi intinya bila anak demam, perhatikan asupan cairan dan suhu tubuh. Tanpa diberi obatpun sistem pertahanan tubuh akan bekerja mengatasi virus yang mengganggu” demikian mom ini tekankan di akhir tulisannya. (DAI/WRM)