http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=318&Itemid=163
Tanggapan pertama datang dari seorang mom yang juga berbagi cerita tentang permasalahan ketombe yang suaminya hadapi. Beliau menginformasikan bahwa “penyakit ketombe” yang suaminya derita dapat “disembuhkan” dengan penggunaan shampoo anti ketombe merk Selsun Yellow keluaran Abbot. “Selsun Yellow itu cuma ia pakai 1 botol saja karena setelah itu biasanya tidak ada ketombenya lagi. Kemudian lanjutkan dengan penggunaan Selsun Blue” demikian saran
beliau.
Berbeda dengan pendapat mom di atas yang lebih menyarankan untuk menggunakan produk jadi/modern, salah satu mom di WRM ini mengusulkan agar menggunakan produk tradisional yang kemungkinan juga dapat ditemukan di setiap tempat. ” Aku dahulu ketika ketombean pakai jeruk nipis, ini resep tradisional dari ibu. Mungkin awalnya agak perih, namun khasiatnya memang terbukti ” ungkap mom ini. Selain itu beliau pun menekankan agar diteliti sumber pencetus munculnya ketombe, karena menurutnya faktor stress pun perlu diwaspadai dan berperan penting terhadap pembentukan ketombe.
Bila penggunaan jeruk nipis menjadi tips jitu mom di atas, maka mom members WRM ini menyarankan penggunaan nanas yang terbukti efektif padanya. “Sekali aku coba, hasilnya enak, terasa bersih. kedua kali, kepalaku gatal gatal dan perih. Mungkin nanasnya tidak boleh yang muda ya?? atau harus dicampur air terlebih dahulu agar tak begitu terasa perih ” demikian tulisnya. Selain itu beliau pun menyarankan pemakaian jeruk nipis dan santan kental untuk menghindari munculnya ketombe. Pemakaian dua produk alami tersebut juga membuat rambut bersinar. Selain penggunaan produk produk alami, hendaknya diperhatikan pula cara dan metode membersihkan rambut (keramas, red) “Biasanya shampoo aku tuang dahulu ke tangan, lalu baru ditambahkan air sedikit, kemudian digosok gosok, baru diratakan di rambut agar tak ada yang menumpuk di satu tempat. Membilasnya pun sebaiknya menggunakan air yang banyak. Caranya dengan disiram dari depan lalu bergantian dari belakang dengan posisi kepala menunduk, rambut disibak ke depan dan menyiramnya dari tengkuk ke depan. Satu lagi tipsnya, setelah keramas sebaiknya jangan langsung menyisir rambut, tunggu setengah kering dan gunakan sisir yang celahnya tidak terlalu rapat” tips yang beliau berikan saat menutup
postingannya.
Mom satu ini bahkan mencoba mengkaitkan dengan kemungkinan timbulnya ketombe dengan kelembabab udara yang rendah di eropa. Beliau menambahkan pula dalam postingannya di milis WRM, bahwa biasanya para pendatang dari negara negara yang memiliki kelembaban tinggi akan menghadapi masalah serupa saat tinggal di wilayah yang “kering” humaditasnya. Salah satu “treatment” yang beliau anjurkan adalah mengurangi kuantitas mencuci rambut hingga
dua hari sekali serta penggunaan jenis shampoo yang lembut dan konditioner. “Setelah keramas aku pakai hair tonic merk N**** untuk rambut berketombe dan 2 minggu sekali usahakan cream bath” ungkap beliau. Menurut pengalamannya, dengan perlakuan demikian terhadap rambut dan kulit kepala, maka masalah ketombe yang ia derita jauh berkurang. (WRM/DAI).